Haul ke-62 Jendral Soedirman di Sleman

Puluhan Ribu Jamaah memadati Lapangan Lapangan Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka datang untuk mengikuti acara puncak Haul ke-62 Panglima Besar Jenderal Soedirman, akhir pekan kemarin.

Tak hanya warga Yogyakarta saja yang datang dalam acara haul tersebut. Puluhan ribu Jamaah Al-Khidmah berbalut baju putih-putih dari luar Yogyakarta pun turut memadati lapangan yang kerap dipakai sepak bola tersebut. Mereka di antaranya dari Magetan, Malang, Kediri, Madura, Cirebon, Surabaya, Aceh, Batang, Solo, Semarang, Pekalongan, bahkan ada yang datang dari Kuala Lumpur, Malaysia.

H Bugiakso, selaku Ketua Jenderal Soedirman Center, dalam sambutannya pun mengatakan, ada beberapa keteladanan dari Pahlawan Soedirman yang patut dicontoh oleh masyarakat saat ini. Yakni sifat pantang menyerah. Lebih lanjut, Bugiakso pun menegaskan, bahwa acara Haul ke-62 Jenderal Soedirman yang digelar oleh Jenderal Soedirman Center bersama Al Khidmah ini tidak ada unsur politis apapun. Melainkan hanya fokus pada dzikir dan doa, mendoakan para pahlawan nasional termasuk Jenderal Soedirman.

“Acara Haul ini hanya fokus pada doa dan dzikir sebagai bentuk rasa syukur kami dari keluarga kepada Tuhan. Sekaligus mendoakan almarhum Jenderal Soedirman dan semoga masyarakat bisa meniru kegigihan perjuangan beliau,” tutur Bugiakso.

Sementara itu, KH Marzuki Mustamar dari Malang-Jawa Timur dalam tausiahnya di hadapan puluhan ribu jama’ah mengingatkan, bahwa pentingnya mensyukuri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lahir dari keikhlasan berjuang para pahlawan bangsa. Pihaknya juga berpesan, keimanan dan keyakinan yang dimiliki Jenderal Soedirman patut dicontoh oleh siapapun, termasuk umat muslim, agar sebagai seorang muslim bisa terus bergerak dan berjuang tanpa mengeluh, meskipun dalam kondisi sakit.

“Selama NKRI tegak berdiri, negara kita akan utuh dan umat Islam pun dapat beribadah dengan lancar. Jangan mudah terprovokasi dengan orang-orang yang mempolitisasi Islam dengan tujuan menggantikan NKRI,” papar Marzuki, diamini para jama’ah.

Dzikir pun berlangsung khidmat dan tertib hingga akhir acara. Dipimpin oleh KH Najib Zamzami, pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlahiyyah Kemayan, Kediri, Jawa Timur dilanjut KH Abdurrauf Lathif Gresik, Jawa Timur, dan ditutup dengan doa manaqib dan maulid oleh KH Munir Abdullah, pengasuh Pondok Pesantren Ngroto, Gubug, Grobogan, Jawa Tengah.

Turut hadir dalam majlis tersebut antara lain Habib Abdullah Alatas, Habib Abu Bakar, Habib Hasan bin Salim, Habib Umar bin Alwi, Habib Ahmad bin Husen, Habib Muh bin Sagap, Habib Zaki bin Abdul Rahman, Habib Ja’far Munawarah Qoyi bin Sahap, Habib Sayyidi Baraqbah, Romo KH Sirodjan Muniro, Romo KH Asy’ari Abta, Romo KH Roy Mohammad, Romo KH Ruri Krapyak dan tak ketinggalan H Hasanuddin, Ketua Pengurus Pusat Jama’ah Al-Khidmah.

Sumber: NU Online

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: