Buka PTQ di Aceh Utara, Wapres Ingatkan Umat Islam Pahami Isi Al-Qur’an

Jakarta,

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) KH Ma’ruf Amin secara resmi membuka Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) Ke-52 Tingkat Nasional di Takengon, Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu (13/4/2022). 

PTQ ke-52 Tingkat Nasional dengan tema Rahmat Semesta, Pulih Bersama, Bangkit Perkasa ini digelar secara rutin oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) dan akan berlangsung hingga Ahad (17/4/2022). 

Pada kesempatan itu, Wapres mengingatkan umat Islam bahwa Al-Qur’an adalah buku panduan dalam menghadapi segala persoalan dan tantangan. Karena menjadi buku panduan, Kiai Ma’ruf berharap agar umat Islam tidak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai jargon yang hilang makna. 

“Al-Qur’an jangan hanya menjadi jargon yang kehilangan makna dan umat Islam harus memahami isi Al-Qur’an secara utuh dan untuk memahaminya dibutuhkan bimbingan dan tuntunan dari para ulama, karena para ulama-lah yang memiliki kemampuan,” ucap Wapres. 

Kiai Ma’ruf menjelaskan, Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Karenanya, umat Islam sangat dianjurkan untuk membacanya meskipun belum memahami kandungan arti dari Al-Qur’an itu sendiri. Walau belum tahu artinya, si pembaca akan tetap mendapat ganjaran pahala dari Allah. 

“Namun demikian membaca dengan memahami isinya, justru lebih utama dan menjadi keharusan bagi umat Islam. Karena Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia, hudan linnas,” katanya.

Selain merupakan buku panduan, Al-Qur’an mengajarkan tentang tatanan kehidupan manusia. Wapres kemudian menjelaskan tentang dua tatanan dari Allah. Pertama, nizham kauni yakni aturan hukum alam. Seluruh manusia harus mematuhi hukum ini, tidak boleh tidak patuh. 

Kedua, nizham tasyri’i yaitu hukum syariat yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Hanya saja, di dalam hukum syariat ini boleh memilih, patuh atau tidak patuh, itu tergantung dari manusianya sendiri. Kalau di dalam aturan hukum alam, nizham kauni, tidak ada pilihan, tapi untuk tasyri’i boleh memilih. Siapa yang beriman silakan, siapa yang tidak beriman silakan,” ujar Wapres.

Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo menjelaskan bahwa gelaran PTQ tingkat nasional ini sudah diselenggarakan sejak 1968. Kepala RRI Makassar saat itu Muhammad Sani menjadi sosok yang memprakarsai kegiatan itu. 

“Penyelenggaraan PTQ LPP RRI diawali babak penyisihan secara serentak kepada seluruh satuan kerja (satker) LPP RRI di daerah pada 1 Ramadhan, dilanjutkan tingkat nasional dengan lokasi berpindah-pindah tiap tahunnya,” katanya. 

PTQ ini diselenggarakan atas kerja sama LPP RRI dengan berbagai pihak. Di antaranya Kementerian Agama (Kemenag) RI, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) RI, Bank Syariat Islam, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). 

Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad

Artikel ini di kliping dari www.nu.or.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.