Ketum PBNU Terima Kunjungan Dubes Selandia Baru, Ini yang Dibahas

Jakarta, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, HE Kevin Burnett, di Kantor PBNU, pada Senin (18/4/22).
 
Dalam pertemuan itu baik Gus Yahya atau Dubes Burnett sama-sama saling mengucapkan selamat atas penugasan baru yang diemban keduanya, Gus Yahya sebagai Ketum PBNU, dan juga Burnett yang diketahui baru bertugas di Indonesia.
 
“Siang ini, saya menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Selandia Baru Kevin Burnett. Saya ucapkan selamat atas penugasan Duta Besar Burnett di Indonesia,” kata Gus Yahya.
 
“Terima kasih, saya juga ucapkan selamat kepada KH Yahya Cholil Staquf yang telah terpilih sebagai Ketua Umum Nahdlatul Ulama,” jawab Dubes Burnett hormat.
 
Tokoh yang pernah menjabat sebagai juru bicara (Jubir) Presiden Gus Dur itu menuturkan bahwa ada beberapa isu yang dibahas dan menjadi perhatian bersama. Sayangnya, Gus Yahya tak secara detail menyebut apa yang dibahas pada pertemuan itu.
 
“Kami berdiskusi cukup lama dan banyak sekali yang kami bahas bersama semata-mata soal kerja sama NU dan Selandia Baru ke depan,” tuturnya.
 
Pada intinya, terang dia, kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan bilateral antara NU dengan Selandia Baru, karena keduanya sama-sama memiliki potensi peningkatan kerja sama di beberapa bidang.
 
“Hubungan baik antara NU dan Selandia Baru menjadi modal untuk menjalin kerja sama. Harapannya ke depan umat Muslim Indonesia bisa terhubung langsung dengan umat Muslim di sana,” ucap Gus Yahya.  

Serba-serbi kunjungan Dubes ke PBNU Sebagai informasi, sejak terbentuknya kepengurusan baru PBNU hasil Muktamar Ke-34 NU di Lampung sampai saat ini, duta besar yang sudah datang ke PBNU di antaranya dari Saudi Arabia, Mesir, Bosnia-Herzegovina, Iran, Uni Eropa, Prancis, Amerika, dan Jepang.
 
Para duta besar yang telah datang ke PBNU ini memberikan apresiasi positif kepada PBNU dan juga menyampaikan harapan-harapan besar kepada PBNU. 
 
Teranyar, pada Maret 22, Gus Yahya menerima kunjungan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva. Keduanya sama-sama membahas siatuasi terkini yang terjadi di Ukraina pasca operasi militer yang dilakukan Rusia.
 
Hal ini, menjadi bukti bahwa NU berperan strategis dalam percaturan dunia dan menjadi tanggung jawab keluarga besar NU untuk merawat bukti bahwa NU bisa diandalkan oleh seluruh umat manusia.
 
Pewarta: Syifa Arrahmah Editor: Kendi Setiawan

Artikel ini di kliping dari www.nu.or.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.