Kisah Hikmah Klasik (10): Umar bin Khattab dan Silsilah Setan Beserta Tugasnya

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Nur Ramadhani

Umar bin Khattab merupakan salah satu sahabat Nabi yang utama dan juga termasuk dari sepuluh sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Umar bin Khattab memiliki julukan Al-Faruq yang memiliki arti pembeda antara yang benar dan salah. Umar adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Pada masa kekhalifahannya, Umar diberi gelar Amirul Mukminin yang memiliki arti Pemimpin orang-orang beriman.

Nama lengkap Umar bin Khattab adalah Umar Ibn Khattab Ibn Nufail Ibn Abd al-‘Uzza Ibn Riyah Ibn Qurth Ibn Razah Ibn ‘Adiy Ibn Lu’aiy Ibn Al-Qurasyiy al-‘adawiy. Umar berasal dari kalangan keluarga terpandang Bani ‘Adiy yang berada dalam satu rumpun Suku Quraisy.

Sebelum masuk Islam, Umar dikenal sebagai pemuda gagah perkasa yang penuh amarah. Wataknya yang keras membuat kaum muslimin ketakutan saat mendengar namanya. Bahkan, Umar juga kerap menyiksa pengikut Rasulullah dan para budak. Umar juga memiliki gaya hidup yang senang foya-foya dan minum khamr. Walaupun begitu, Umar tetap bersikap bijaksana dan lemah lembut terhadap sanak keluarganya.

Umar adalah orang yang paling menentang Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam dari kalangan suku Quraisy. Sampai-sampai ia ingin membunuh Nabi Muhammad SAW. Namun, semua itu berubah total ketika Umar memeluk agama Islam. Umar menjadi pribadi yang sederhana. Kebenciannya berubah menjadi kecintaan terhadap Nabi. Ia juga menjadi orang terdepan dalam mendukung dan membela Nabi saat sedang berdakwah. Bahkan, Umar dijuluki dua Singa Pelindung Nabi Muhammad SAW bersama dengan Hamzah bin Abdul Muthalib.
Baca juga:  Saat Iblis Sowan kepada Nabi Muhammad Saw
Diketahui Umar masuk Islam pada tahun ke-enam kenabian. Umar masuk Islam saat ia hendak membunuh Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan dari Anas bin Malik:

Pada suatu hari, Umar bin Khattab mendapat kabar dari Nu’aim bin Abdullah. Bahwa adiknya, Fatimah dan suaminya telah memeluk Islam. Mendengar berita tersebut Umar menjadi sangat marah. Umar pun segera pergi ke rumah adiknya saat itu juga. Sesampainya disana, Umar bin Khattab langsung meluapkan amarahnya dengan menampar wajah Fatimah dan suaminya yang sedang membaca Quran Surah Thahaa [20].

Disaat amarahnya sedang memuncak Umar bin Khattab melihat lembaran yang bertuliskan ayat Al-Quran. Singkat cerita, setelah ia membaca Surah Thahaa [20]: 1-14. Umar bin Khattab pun langsung beranjak menemui Nabi untuk masuk Islam.

Tentang Sembilan Anak Keturunan Setan

Dengan ketegasan dan keberanian yang melekat pada diri Umar bin Khattab, menjadikannya sebagai manusia yang paling ditakuti oleh setan. Diriwayatkan dari Sa’ad ibn Abi Waqash: Rasulullah SAW pernah berkata kepada Umar, ”Demi Dzat yang diriku berada dalam genggaman-Nya, tidaklah setan berpapasan denganmu dalam satu jalan, kecuali ia akan memilih jalan lain selain jalan yang dilaluimu”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadist lainnya, Rasulullah SAW bersabda, ”Sungguh aku melihat setan dari kalangan manusia dan jin lari dari Umar”. (HR. Tirmidzi).
Baca juga:  Rahasia Beberapa Ilmu dalam Ibadah Haji
Bicara mengenai setan, dalam kitabnya (Nashaihul‘Ibad, h.253), Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan;

Umar bin Khattab ra. Berkata: “Anak keturunan setan itu ada sembilan”.

  1. Zallaitun, bertugas untuk menggoda penghuni pasar agar pedagang curang dalam transaksi. Ia juga bertugas memisahkan seseorang dengan keluarganya dan menampakkan aib keluarganya sendiri.
  2. Watsin, ia menggoda seseorang agar tidak sabar saat menghadapi musibah.
  3. Laqus, setan kaum majusi yang tugasnya menggoda manusia agar merasa waswas saat bersuci dan shalat.
  4. A’wan, tugasnya menggoda para penguasa agar berbuat zalim.
  5. Haffaf, bertugas menggoda manusia untuk meminum
  6. Murrah, bertugas menggoda manusia untuk bermain seruling (musik).
  7. Masuth, tugasnya menggoda manusia agar menyampaikan berita bohong sehingga berita menyebar dari mulut ke mulut.
  8. Dasim, bertugas menggoda manusia agar tidak mengucap salam saat masuk rumah, yang karenanya terjadi pertengkaran hingga talak, Khulu’ (gugat cerai oleh istri), atau kekerasan dalam rumah tangga. Dasim juga selalu menyertai orang yang makan dan yang hendak tidur tidak menyebut nama Allah SWT.
  9. Walhan, bertugas menggoda manusia disaat wudhu dan shalat, serta ibadah-ibadah lainnya. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di saat berwudhu ada setan bernama walhan”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim).

Banyak diriwayatkan bahwa janji setan sejak zaman Nabi Adam As adalah mengganggu seluruh keturunan anak cucu Adam agar berada di jalan kesesatan. Oleh karena itu, manusia senantiasa harus selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT berfirman, “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu”. QS. Al-Baqarah [2]: 168.
Baca juga:  Kisah Aisyah yang Selalu di Hati Nabi
Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Wallahu A’lam.

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.