Mengenal Kitab Pesantren (75): Kitab Sihir Arab Klasik, The Picatrix

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Kholili Kholil

Dalam surat Al-Baqarah, Allah swt secara eksplisit melarang menggunakan ilmu sihir. Sihir itu berbahaya dan tidak bermanfaat, kurang lebih demikian firman Allah ketika menjelaskan kisah Harut dan Marut.

Namun meskipun demikian, beberapa ulama – seperti Al-Razi – membolehkan mempelajari sihir karena seluruh ilmu pada hakikatnya diturunkan oleh Allah. Apapun yang diturunkan oleh Allah adalah hal yang mulia. Namun tetap, ini hanya soal belajar. Untuk mengamalkan sihir, maka hukumnya tetap haram.

Karena sihir termasuk ilmu. Dan ilmu itu mulia. Maka tak heran jika banyak buku-buku mantra sihir dalam dunia Islam. Buku demikian ini biasa disebut dengan wifq, huruf, dan lain-lain. Di antara buku yang demikian itu adalah buku berjudul Ghayat al-Hakim. Beberapa kalangan menyebut bahwa buku ini ditulis oleh Maslamah Al-Majrithi (w. 1005 M), seorang ilmuwan dari Andalusia.

Buku ini sangat masyhur di Eropa pada abad pertengahan. Pada abad 13, Alfonso si Bijak, seorang Raja dari Kastila, memerintahkan agar buku ini diterjemah ke dalam Bahasa Spanyol. Lalu dari Bahasa Spanyol, buku ini diterjemah ke dalam Bahasa Latin. Maka jadilah buku ini menyebar ke seluruh penjuru Eropa dan dikenal dengan nama The Picatrix.

Buku ini berisi tentang mantra-mantra dalam berbagai hal. Selain itu, buku ini juga menjelaskan tentang hubungan benda angkasa dengan kejadian di bumi. Tak jarang pula buku ini menyebutkan benda-benda talismanik (طلسمية) alias benda yang diyakini memiliki daya magis.
Baca juga:  Generasi Z dan Literasi Kafe
Mantra dari buku ini mayoritas – sejauh pembacaan penulis atas beberapa bagian buku ini – tidak berasal dari Alquran atau pun hadis. Justru beberapa di antaranya berasal dari literatur Yunani atau pun Babilonia kuno. Maka tak heran jika beberapa ulama banyak mengharamkan membaca kitab ini.

Misalnya, untuk memikat hati seorang kekasih, maka, ujar Al-Majrithi, ia harus menggambar gambar tertentu di jam-jam tertentu. Jika ia melakukannya, maka gadis yang ingin ia pikat pasti akan tergila-gila padanya. Tentu saja, buku semacam ini laris di Eropa. Ilmu astrologi pun menjadi cukup populer berkat kitab ini.

Demikianlah sekilas tentang kitab Ghayat al-Hakim.

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.