PKB Komitmen Perangi Makna Jihad yang Legitimasi Kekerasan

DEPOK – Sebanyak 40 pengurus Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Kebangsaan (DPC PKB) Kota Depok dilantik oleh Wakil Sekjen DPP PKB Helmy Faishal Zaini yang kini juga menjabat sebagai Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT). Dalam sambutannya, Helmy banyak menyinggung soal peran ulama, makna jihad, hingga nasionalisme.

Dia menegaskan bahwa tidak bisa dibenarkan jihad yang hanya menjadikan bangsa bercerai berai dan membuat kekacuan. Makna jihad yang sesungguhnya adalah membangun persatuan dalam wadah NKRI. Selain itu, menjunjung tinggi upaya perdamaian antar sesama dalam kehidupan berbangsa. ”Kita memerangi makna jihad selama ini yang dibelokkan untuk melegitimasi kekerasan,” ujarnya kepada wartawan usai Pelantikan DPC PKB Depok, Minggu (27/11/11).

Helmy menuturkan, saat ini terdapat kelompok yang sengaja meniupkan makna jihad. Untuk itu, pihaknya juga berupaya melakukan pencegahan agar kader bangsa tidak ikut arus dalam gerakan kekerasan.

“Tidak bisa dibenarkan kekerasan seperti penganiayaan, pembakaran atas nama agama. Justru semua harus dilindungi dan memiliki hak yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Dia mencontohkan, resolusi jihad merupakan sebuah momentum bersejarah sebelum pecahnya perang 10 November 1945 di Surabaya. Resolusi ini bertujuan untuk menjaga NKRI dari pendudukan kembali Belanda yang datang melalui NICA.

“Dari resolusi itu, atau fatwa Rais Akbar NU, KH Hasyim Asy’ari, bersama para kiai NU lainnya menyerukan jihad fi sabilillah untuk mempertahankan NKRI.”

Dia menambahkan, setelah resolusi itu, munculah Sutomo atau Bung Tomo sebagai pemimpin dalam perjuangan 10 Nopember yang menewaskan ribuan korban jiwa. “Kirab resolusi jihad NU yang dilakukan dari Jawa Timur adalah bagian dari meningkatkan upaya semangat kebangsaan di antara sesama,” paparnya.

Sumber: OkeZone

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: