PKB: Kemenristek Harusnya Bantu Riset Mobil Esemka Berbahan Bakar Gas

JAKARTA – Fenomena mobil nasional merek Kiat Esemka menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Hal ini terkait angan-angan bangsa Indonesia bisa memiliki mobil nasional hasil karya anak bangsa yang diproduksi secara massal.

Menurut Anggota DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Nur Yasin, mobil nasional Kiat Esemka hasil karya anak bangsa layak diapresiasi karena mempunyai nilai bagi kebangkitan ekonomi nasional.

“Kita harus bangga bisa bikin mobil sendiri. Apalagi bahan bakunya juga dari negara sendiri, maka akan banyak membuka lapangan kerja baru,” kata Nur Yasin sebagai anggota Komisi VII DPR membidangi ESDM, ristek, dan lingkungan hidup di Jakarta, Rabu (11/1/2012).

Meskipun layak diapresiasi, menurut Nur Yasin, mobil Esemka akan lebih bernilai strategis secara ekonomi nasional jika didesain berbahan bakar gas (BBG) karena juga membantu upaya pemerintah dalam hal membatasi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

“Saya kira akan lebih pantas kita dukung bersama jika mobil Esemka didesain pakai gas. Soalnya tren sekarang di DPR Komisi VII selalu membahas tentang upaya pembatasan konsumsi BBM kita. Menurut hemat saya solusinya ya beralih ke gas,” katanya.

Dikatakan, konsumsi BBM secara nasional cukup membebani APBN karena menggunakan dana subsidi mencapai lebih dari Rp60 triliun. Untuk itu mobil Kiat Esemka akan lebih irit dan efisien jika menggunakan BBG. Harganya pun lebih murah berkisar 0,3 sampai 0,5 dari harga setara minyak premium.

“Karena itu, jika Mobil Esemka pakai BBG lebih tepat. Apalagi BBG sangat support untuk kebutuhan transportasi kita,” tutur anggota FPKB dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IV, Jember ini.

Untuk mengoptimalkan mobil nasional Esemka hingga benar-benar layak diproduksi masal, Nur Yasin menghimbau agar Kementerian Ristek dan Teknologi untuk membantu dalam hal risetnya.

Dikatakan, konsumsi BBM secara nasional cukup membebani APBN karena menggunakan dana subsidi mencapai lebih dari 60 triliyun rupiah. Untuk itu mobil “Kiat Esemka” akan lebih irit dan efisien jika menggunakan BBG. Harganya pun lebih murah berkisar 0,3 sampai 0,5 dari harga setara minyak premium.

“Karena itu, jika Mobil Esemka pakai BBG lebih tepat. Apalagi BBG sangat support untuk kebutuhan transportasi kita,” tutur anggota FPKB dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IV (Jember-Lumajang) ini.

Untuk mengoptimalkan mobil nasional Esemka hingga benar-benar layak diproduksi massal, Nur Yasin menghimbau agar Kementerian Ristek dan Teknologi untuk membantu dalam hal risetnya.

“Karena mobil Esemka masih pakai BBM, ya Kemenristek bantu risetnya lah. Jangan cuma diam. Biar saat diproduksi masal desainnya sudah pakai gas. Cadangan gas kita banyak, kok,” pungkasnya.
Sumber: OkeZone

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: