Prof Mukri Ungkap Mobilitas Vertikal Kader NU di Bidang Pendidikan

Jakarta, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof H Moh Mukri mengungkap bahwa saat ini kader-kader NU tengah mengalami mobilitas vertikal di bidang pendidikan. Berbagai satuan pendidikan di lingkungan NU sudah mulai tumbuh, tidak hanya pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga satuan pendidikan umum.

Hal itu diungkapkan dalam agenda Serah Terima Jabatan (Sertijab) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PBNU masa khidmah 2015-2021 kepada Pengurus LP Ma’arif PBNU 2022-2027 di Lantai 5 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, pada Kamis (7/4/2022).

Ia juga mengapresiasi LP Ma’arif NU yang saat ini sudah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Saat ini, terdapat 21 ribu jumlah satuan pendidikan, baik sekolah maupun madrasah di bawah LP Ma’arif NU.

“Hari ini ada mobilitas vertikal Nahdliyin, itu luar biasa. Kita bisa saksikan bukan hanya di Jawa, tapi juga seperti di Lampung. Bukan hanya pesantren, tapi lembaga-lembaga pendidikan formal yang ada di bawah NU itu luar biasa tumbuh,” jelas Prof Mukri.

Capaian yang sangat luar biasa dilakukan oleh LP Ma’arif NU itu sudah sangat dirasakan oleh Nahdliyin. Dulu, kata Prof Mukri, warga NU hanya akan menempuh pendidikan di pesantren. Akan tetapi saat ini, sudah banyak Nahdliyin yang berpendidikan di sekolah-sekolah formal.

“Saya sekolah di Pesantren Langitan, tidak ada ijazah formalnya. Kemudian Pindah ke Yogyakarta. Saya ikut ujian di sekolah-sekolah yang ada ijazahnya,” ujar Prof Mukri.

Kini, pendidikan di bawah NU sudah banyak berubah, termasuk juga paradigmanya. Jika dulu anak-anak NU hanya didesain menjadi santri, tetapi hari ini sudah ada banyak kader NU yang menempati jabatan strategis di perguruan tinggi.

“Kader-kader kita yang menjadi dekan, rektor itu kita sudah sangat dominan. Kalau dulu perguruan tinggi, apalagi alumni madrasah NU bisa dihitung jari. Tapi saya bisa merasakan, sebagai rektor di UIN Lampung, hampir semua wakil rektor, dekan, kaprodi, hampir semuanya NU,” katanya.
 
Dengan kondisi yang positif ini, Prof Mukri berharap kepada kepengurusan LP Ma`arif yang baru untuk lebih menguatkan kembali kelembagaan pendidikan dasar dan menengah sampai dengan perguruan tinggi yang unggul untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
 
“Terima kasih kepada kepengurusan lama dan selamat bekerja kepada pengurus baru,” pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua LP Ma’arif PBNU Prof H Ali Ramdhani beserta jajaran pengurus masa khidmah 2022-2027 serta Ketua LP Ma’arif PBNU H Arifin Junaidi beserta jajaran pengurus masa khidmah 2015-2022.

Berikut Susunan Kepengurusan Lembaga Pendidikan Ma`arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LP Ma`arif PBNU) masa khidmah 2022-2027:

Ketua: Prof Dr Muhammad Ali Ramdhani Wakil Ketua: Mujiburrohman SS MPd Wakil Ketua: Anita Hayatunnufus Wahid Sekretaris: Drs Harianto Oghie MA Wakil Sekretaris: Dr Drs Agus Fatoni, MSi

Anggota: Prof Dr H Moh Isom Yusqi MAg Prof Dr Hj Nyayu Khodijah SAg MSi Prof Dr Alamsyah SAg MAg Dr H Rohmat Mulyana Sapdi MPd Dr Irfan Nabhani MT SE H Muhammad Al Khadziq Dr Muhammad Hasan Chabibie ST MSi Abdullah Hanif MPd Abdul Rouf SFilI MKSos Dr Basnang Said SAg MAg Khumaedi Evi Ghazali Imam Ma`ruf Lukman Khakim Puji Raharjo SAg SS MHum Muhammad Idris MA Camelia Pujiastuti MA Syahril Siddik Esti Purwaningsih Yanto Bashri

Pewarta: Aru Lego Triono Editor: Muhammad Faizin

Artikel ini di kliping dari www.nu.or.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.