Rais ‘Aam PBNU Imbau Umat Islam Ikuti Vaksinasi Booster Sebelum Mudik

Jakarta, Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengimbau dan mengajak umat Islam untuk mengikuti vaksinasi booster, menjelang Hari Raya Idul Fitri dan sebelum melangsungkan mudik Lebaran ke kampung halaman.

Pasalnya, PBNU bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar agenda vaksinasi booster kepada 1 juta orang dalam rangka menjelang mudik Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Agenda vaksinasi ini dilangsungkan secara serentak di Gedung PBNU, kantor-kantor PWNU, PCNU, serta pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan NU yang ditunjuk di seluruh Indonesia, pada Kamis (21/4/2022) hari ini.

Kiai Miftachul Akhyar mengatakan bahwa kesempatan mudik yang diberikan oleh pemerintah Indonesia pada tahun ini merupakan sebuah anugerah. Meski begitu, masyarakat juga perlu menjaga dan meningkatkan kesehatan.

“Kami harapkan semua para dai, khatib, imam, mursyidin, asatidz, ustadzat, saya mengajak dan mendorong mari kita bersama-sama vaksinasi booster yang diselenggarakan PBNU bekerja sama dengan Kemenag dan Polri mencanangkan khusus PBNU minimal 1 juta (peserta vaksin) dan secara keseluruhan pemerintah berkomitmen untuk bisa memvaksin booster 1 hari 2 juta. Ini sebuah upaya besar sebagai bentuk tanggung jawab,” ungkap Kiai Miftah dalam sebuah video yang diunggah di TVNU, hari ini.

Kiai Miftah menegaskan, menyukseskan agenda vaksinasi booster merupakan bagian dari upaya menjadi bangsa yang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Ia berharap, Allah dapat memberikan tambahan anugerah bagi seluruh masyarakat yang hendak mudik.

“Semoga Allah memberikan tambahan kenikmatan bagi kita semuanya dan mudik kita betul-betul menjadi mudik yang bermaslahat, yang melahirkan keceriaan, sebagaimana yang kita harapkan bersama-sama,” ungkapnya.

Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, ini juga menjelaskan bahwa PBNU melalui Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) telah mengadakan pembahasan masalah (bahtsul masail) terkait hukum vaksinasi pada siang Ramadhan bagi orang yang sedang berpuasa.

LBM kemudian berketetapan bahwa vaksinasi pada siang hari bulan Ramadhan tidak membatalkan puasa. Meski demikian, LBM merekomendasikan vaksinasi dilaksanakan pada malam hari. Sebab, jika vaksinasi dilakukan pada siang hari dan dikhawatirkan akan semakin memperlemah tubuh maka hal tersebut dihukumi makruh.

Bangsa yang kuat Kiai Miftah mengingatkan tentang pentingnya menjaga sebuah kesehatan sebagai sebuah anugerah dari Allah yang luar biasa. Umat Islam, oleh Rasulullah, telah diperintahkan untuk menjadi bangsa yang kuat.

Di dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad saw bersabda bahwa seorang mukmin yang kuat itu lebih dicintai oleh Allah daripada seorang mukmin yang lemah. Ia lantas mengutip firman Allah dalam QS Al-Baqarah 195.

“Jangan kau timpakan dirimu, jangan kau melakukan hal-hal yang menjadi penyebab kalian menuju kehancuran, malapetaka, maka berbuat baiklah kalian. Bahwa sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang selalu berbuat kebaikan,” jelas Kiai Miftah.

Kiai Miftah juga menyampaikan sebuah hadits Rasulullah untuk mengingatkan umat Islam mengenai bahaya yang harus dihindari oleh umat Islam, baik kepada orang lain maupun bagi diri sendiri. Karenanya, ia tetap meminta warga NU untuk tetap menjaga diri dengan memakai masker.

“Seseorang tidak boleh membahayakan dan tidak boleh menerima bahaya dari orang lain. Tidak boleh membahayakan orang lain. Bagi mereka yang merasa dirinya kurang sehat agar menjaga diri, menjaga jarak, dan bermasker. Juga tidak boleh menerima bahaya dari orang lain, juga berhati-hati, tetap bermasker walaupun sehat,” pungkas Kiai Miftah.

Sebagai informasi, panitia vaksinasi booster PBNU-Polri-Kemenag telah menyiapkan door prize kepada para peserta vaksinasi. Di antaranya telepon seluler (3 buah), televisi (2 buah), voucher belanja (Rp500 ribu), kulkas (2 buah), kompor gas (2 buah), kipas angin (5 buah), laptop (1 buah), dan penanak nasi (5 buah). Panitia juga telah menyiapkan 1000 bingkisan untuk 1000 peserta pertama.

Pewarta: Aru Lego Triono Editor: Musthofa Asrori

Artikel ini di kliping dari www.nu.or.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.