Targetkan Satu Juta Penerima, PBNU Mulai Suntikkan Vaksin Booster

Jakarta,

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) mulai memberikan layanan satu juta vaksinasi booster gratis jelang lebaran. Vaksinasi kali ini diberikan kepada ratusan warga Kota Semarang.
 
Program vaksinasi tersebut bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag), Kepolisian RI (Polri), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang, serta sejumlah pihak terkait.
 
Vaksinasi booster massal berlangsung di aula 2 kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, dimulai pukul 08.00 pagi sampai dengan 15.30 petang. 
 
Pengurus LKNU Fahmi Arif Tsani mengatakan bahwa sebanyak 754 dosis vaksin booster telah disuntikkan kepada warga di lingkungan kampus UIN Walisongo. Para penerima vaksin booster terdiri dari mahasiswa, civitas akademika, dan masyarakat sekitar.
 
“Vaksinasi booster massal tadi sangat lancar, bahkan kita atur sedemikian rupa sehingga tidak ada antrean panjang,” kata Fahmi saat dihubungi , Selasa (19/4/2022).
 
Penyuntikan vaksin dilakukan oleh tenaga kesehatan gabungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kota Semarang, serta LKNU.
 
“Sementara yang terkait administratif, seperti pencatatan dan pencetakan sertifikat vaksin, dibantu oleh teman-teman UIN Walisongo,” ujar Pria yang juga merupakan dosen di Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro itu.
 
Fahmi mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi booster massal di lingkungan UIN Walisongo merupakan bagian dari rangkaian program satu juta vaksinasi booster yang digelar PBNU jelang lebaran.
 
“Vaksinasi ini adalah mengawali program vaksinasi booster 1 juta, alhamdulillah berjalan sukses,” terangnya.
 
Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi booster ini merupakan ikhtiar untuk menghindari lonjakan adanya kasus Covid-19 menjelang lebaran.
 
“Kita harus lebih sungguh-sungguh dalam menjaga agar momentum lebaran ini tidak menimbulkan ledakan kasus Covid-19. Makanya kita adakan ini (program vaksinasi booster),” kata Gus Yahya.
 
Adapun syarat bagi peserta adalah minimal telah berusia 18 tahun. Peserta diutamakan adalah kaum lansia dan telah mendapatkan dua kali vaksinasi Covid-19. Bagi yang belum pernah vaksin juga bisa ikut untuk mendapatkan vaksin dosis pertama dalam program ini.
 
Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa Editor: Aiz Luthfi

Artikel ini di kliping dari www.nu.or.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.