Tradisi dan Pengalaman Selama Bulan Ramadan sebagai Khodim di Pesantren

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Hikmah Lailatul Kamalia

Pada bulan suci Ramadan kali ini, tentunya sudah menjadi hal rutin untuk mengisi waktu sebagai khodim (pelayan) di Pesantren. Bagiku khodim adalah pekerjaan yang mulia, karena dalam praktek nya melayani orang lain, untuk menjadi pribadi bermanfaat.  

Jarene santri nek diutus opo wae angger manut“. Istilah-nya santri harus manut kepada kyai. Beberapa tanggung jawab dan kewajiban yang saya emban sungguh berat rasanya jika saya bayangkan, seperti untung ruginya pedagang. Namun bukan itu tujuan saya, melainkan untuk mengharap keberkahan dan ridlo guru.

Apa yang saya lakukan sampai saat ini, tidak akan pernah bisa membayar semua yang telah beliau (kyai dan bu nyai) berikan. Mulai dari ilmu, pengalaman, dan petunjuk/nasihat.

Ketika mulai jenuh dan malas. Keteledoran pun hadir menjadi bumbu yang  merusak sebuah amanah.  Saya terdiam sejenak, merenung, berfikir untuk memperbaiki niat awal. Seperti halnya sebuah program kerja yang harus dievaluasi. Hidup juga perlu muhasabah diri untuk lebih mengenal eksistensi. Mungkin, apa yang saya lakukan saat ini tak sesempurna ekspektasi. Namun saya akan terus  memperbaiki  ditengah derasnya asumsi.

Eh malah jadi curhat. Langsung saja tradisi selama bulan Ramadan selain sebagai khodim adalah mengaji, tadarus, puasa , taraweh berjamaah, dll.
Baca juga:  Ilmuwan Besar dalam Dunia Islam (9): Ilmu-ilmu Keislaman yang Menggunakan Sains
Di pondok, kami mengaji beberapa kitab yang sangat familiar yaitu kitab Irsyadul Ibad dan Syamail Muhammadiyah. Dua kitab tersebut mempunyai fokus dalam bidangnya masing-masing sebagaimana jurusan di perkuliahan.

Berkenaan dengan upaya seorang muslim menapaki jalan lurus, seorang ulama asal malabar, India, bernama Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin al-Malibari menyusun sebuah kitab Irsyadul Ibad sebagai tuntunan menuju jalan yang lurus. Kitab ini berisi masalah fikih, nasehat juga hikayat.

Pengajian kitab Irsyadul Ibad ini dilaksanakan setiap bakda jamaah ashar oleh Bapak pengasuh dan diikuti oleh santri di mushola. Tepatnya waktu sore hari sampai menjelang waktu berbuka, jika diteliti tak jarang ada ekspresi semangat, lesu, campur aduk mewarnai suasana pengajian kitab.

Adapun kitab Syamail Muhammadiyah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw merupakan sosok suri tauladan bagi seluruh umat Islam. Beberapa penjelasan mengenai fisik, kepribadian dan  interaksi sosial Nabi Muhammad terhadap sesama manusia. Pengajian Syamail Muhammadiyah dilaksanakan secara rutin setelah solat Subuh berjamaah sampai sekitar terbitnya matahari jam 07.00.

Dengan beberapa padatnya rutinitas mengaji, kalau boleh jujur hitunganya saya jarang mengikuti pengajian kitab. Karena waktu itu bersamaan dengan jadwal belajar mengajar Anak-anak  tingkat MI dan Diniyah.

Pada pagi hari kami belajar fikih, karena proses edit dan materi belum saya selesaikan. Maka saya tetap menyampaikan Pembelajaran sesuai dengan materi dalam kitab Safinatun Najah. Begitu juga pada waktu sore yaitu materi Akhlak lil Banin dan Akhlak lil Banat.

Suasana kelas tiap sore penuh  dengan keceriaan dan tawa riang anak-anak. Sungguh menentramkan hati. Ya seperti itulah anak usia MI, sebagian hobi bertanya, jail, brisik, kadang juga nurut nurut saja.
Baca juga:  Buku-Buku Imam al-Ghazali dan Logika
Belajar fikih dan akhlak bersama anak anak menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Untuk bagaimana menyajikan model pembelajaran, Setidaknya saya dapat mengaktualisasikan materi perkuliahan yang telah dipelajari.  Tidak hanya ilmu pedagogik, tetapi juga profesional, individu dan sosial.

Sungguh nikmatnya belajar di Pesantren. Semoga di bulan Ramadan kali ini kita dapat mendapat banyak limpahan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT tentunya dengan memperbanyak amal soleh dan ibadah sosial. Melakukan setiap tanggung jawab yang kita emban dengan sebaik-baiknya liridloillah. Amin

 

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.