Umrah Ramadhan, Jamaah Indonesia: Suasana seperti Musim Haji

Makkah,    Pada Ramadhan 1443 H, suasana di Masjidil Haram Kota Makkah seperti dalam kondisi normal tanpa ada pandemi Covid-19. Jamaah terus mengalir tiada henti memenuhi masjid suci umat Islam seperti suasana musim haji. Terlihat jamaah masuk keluar masjid dengan leluasa tanpa menggunakan aplikasi yang sebelumnya dipakai untuk mengakses Masjidil Haram seperti aplikasi Tawakkalna dan Etamarna.

“Suasana seperti musim haji. Jamaah sangat ramai. Ada sebagian yang tetap menggunakan masker, tapi banyak juga yang sudah tidak lagi memakai masker di dalam maupun di luar masjid,” kata Triyanto, salah satu jamaah umrah Indonesia asal Lampung yang saat ini sedang melaksanakan ibadah umrah, Rabu (13/4/2022).

Menurutnya, perjalanan menuju tanah suci dari tanah air juga berjalan normal seperti biasa. Sesampainya di Bandar Udara Jeddah, ia bersama rombongan langsung mengenakan pakaian Ihram dan berniat untuk melakukan umrah. Dari Jeddah rombongan langsung menuju Kota Makkah dan langsung melaksanakan ibadah Umrah.

“Rombongan tidak karantina. Bisa langsung masuk Masjidil Haram untuk umrah berupa tawaf, sai dan ibadah-ibadah lainnya. Yang terpenting jamaah dari Indonesia sudah vaksin lengkap. Saat tiba, para petugas hanya melihat pasport dan data kelengkapan jamaah,” jelasnya kepada NUOnline melalui sambungan panggilan video.

Ia bersama rombongan saat ini sudah melakukan umrah satu kali. Dalam suasana pandemi sebelumnya pelaksanaan umrah dibatasi. Namun menurutnya ia akan mematuhi panduan dari pembimbingnya dan dengan kondisi sudah seperti normal saat ini, ia optimis bisa melaksanakan umrah lebih dari satu kali.

“Saya akan berada di Arab Saudi selama 9 hari. Rencananya di Makkah 5 hari dan kemudian kita menuju Masjid Nabawi di Madinah untuk berziarah ke makam Rasulullah,” kata pria yang berangkat umrah bersama ibu kandungnya tersebut.

Terkait dengan biaya yang harus dikeluarkannya, Triyanto menyebut bahwa umrah di tengah pandemi di bulan Ramadhan cenderung lebih mahal dibanding biasanya. Jika dalam kondisi normal biaya umrah ada pada angka 25 juta rupiah, pada umrah kali ini, ia mengeluarkan biaya di kisaran 33,5 juta rupiah. Ia pun memaklumi hal tersebut karena berbagai fasilitas tambahan yang diperlukan di masa pandemi Covid-19.

Pewarta: Muhammad Faizin Editor: Syamsul Arifin 

Artikel ini di kliping dari www.nu.or.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.