Jokowi ke Silicon Valley, Jangan Lagi Omong Potensi

                            SAN FRANCISCO,  Melihat Indonesia tak melulu soal potensi. Sekarang, seiring dengan tindakan nyata pemerintah menumbuhkan ekonomi digital, sudah saatnya Bangsa kita berkarya di kancah global.Pendapat tersebut disampaikan Chief Executive Kibar Kreasi Yansen Kamto, yang turut menemani rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan ke Silicon Valley, Amerika Serikat (AS).

Yansen yang selama ini aktif dalam dunia inkubasi startup itu mengamini visi Jokowi. Indonesia mau dan bisa meningkatkan daya saingnya di kancah global.

“Saya muak dengan istilah potensi yang terus-terusan dicekokin di Indonesia, kini saatnya kita berkarya di global dan merah putih akan berkibar,” tegasnya saat bincang bersama KompasTekno, Rabu (17/2/2016) waktu setempat.

Namun mewujudkan cita-cita tersebut juga tak bisa sembarangan. Jangan sampai yang tumbuh startup dengan mindset hanya mencari investasi.

Mindset sebuah startup mestinya menemukan sebuah solusi terhadap permasalahan yang ada.

Selain itu masih ada masalah dalam hal sumber daya manusia dan ketersediaan inkubator yang berperan membimbing perkembangan sebuah usaha rintisan digital.

Dengan kondisi seperti ini, menurut Yansen Indonesia lebih dulu membangun ekosistem yang dibutuhkan untuk mengarah ke ekonomi digital.

“Indonesia harus fokus di pembinaan talenta mudanya dulu, makanya harus ada lebih banyak inkubator yang beneran punya hati untuk bangsa ini,” ujarnya.

“Kita juga harus mengembangkan jaringan mentor yang kompeten. Mentor itu bukan orang pinter dan hebat, tapi yang mau membuka jalan dan membantu mengarahkan. Mentor harusnya bukan memberikan jawaban, apalagi solusi,” pungkasnya.

Di Silicon Valley, Jokowi memiliki agenda utama mengunjungi Plug and Play yang merupakan komunitas startup sekaligus inkubator terbesar di AS.

Presiden mengajak mereka bekerja sama dalam upaya Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Pemerintah sendiri memiliki sejumlah kebijakan dan rencana, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Antara lain berupa kemudahan memperoleh kredit usaha rakyat, likuiditas pasar untuk startup, hingga program 1.000 technopreneur dengan tenggat waktu 2020.

Sumber: KOMPAS Tekno

Mahasiswa NU Jepara Perbaiki Rumah Tak Layak Huni Seorang Janda



Jepara,
Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara bekerja sama dengan masyarakat menggelar kegiatan karya bakti bedah rumah tidak layak huni milik Muslihah (70), warga Desa Surodadi RT.05 RW.02 Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah Jumat (12/2).

Bu Mus (sapaan akrab) tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bahagia ketika rumahnya diperbaiki. Rumah hampir roboh tersebut hanya berdinding bambu serta atap jerami kerap bocor saat musim hujan.

Jangankan merehab atau membangun rumah, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah mengalami kesulitan. Karenanya Tim KKN UNISNU beserta masyarakat desa Surodadi menargetkan rumah tidak layak huni yang didiami Bu Mus menjadi salah satu target yang perlu diperbaiki.

Janda yang sehari-hari berprofesi sebagai pekerja serabutan berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada tim KKN UNISNU dan masyarakat Desa Surodadi yang peduli dengan rumahnya.

Kordinator Desa (kordes) KKN UNISNU Desa Surodadi Ahmad Nurul Hidayat berterima kasih kepada warga masyarakat yang telah ikut serta bergotong royong dalam bedah rumah ini. “Dana bedah rumah ini murni swadaya warga masyarakat desa yang dimotori Ketua RT dibantu tim KKN UNISNU untuk menggalang dana dalam memperbaiki rumah tersebut,” katanya.

Muhammad Ilman selaku ketua RT, yang ikut andil dalam gotong royong rumah tersebut menyampaikan rasa hormat dan berterima kasih kepada elemen masyarakat yang peduli dengan warganya yang kurang mampu, terlebih kepada tim KKN UNISNU yang telah mendorong kami beserta masyarakat untuk kegiatan bedah rumah tersebut.

“Harapan kami semoga kegiatan sosial kemasyarakatan semacam ini bisa berlangsung dengan kesadaran warga yang tinggi dan bisa memberikan manfaat bagi warganya,” ujar Ilman. (Khifni/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan



Waykanan,
Mendiang Hans Bague Jassin atau dikenal dengan HB Jassin menjuluki sastrawan Isbedy Stiawan ZS sebagai Paus Sastra Lampung. Isbedy mendukung gerakan aksi amal nasional bertajuk “Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020” dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016.

“Kesadaran masyarakat kita akan pengelolaan sampah perlu ditingkatkan, termasuk upaya pemerintah. Di Belanda, pemerintah menyediakan tempat sampah organik dan anorganik, dan masyarakat pun terbiasa menempatkan sampah sesuai jenisnya di tempat sampah itu,” ujar Isbedy di Way Kanan, Jumat (12/2).

Kendati ditempatkan di ruang publik, tempat sampah di Belanda itu menurut Isbedy tidak dirusak oleh tangan-tangan jahil. Ia mengaku penasaran dan mencoba menggoyang-nggoyangkan tempat sampah itu.

“Tidak bisa bergoyang saat saya mencoba mengguncangkannya, kuat sekali, namun ternyata saat ada petugas kebersihan datang, saya baru tahu itu bisa dilepas dan selanjutnya sampah diambil dan dimasukkan ke bak truk sesuai jenisnya, tidak dicampur,” ujarnya pria kelahiran Tanjungkarang, Bandar Lampung, 5 Juni 1958 itu menjelaskan.

PC GP Ansor Way Kanan Provinsi Lampung mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016 yang akan dilakukan di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia secara serentak.

Sejumlah pihak yang menyatakan siap berpartisipasi pada aksi “Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020” dari Way Kanan ialah Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gusdurian, alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN), Saka Wira Kartika binaan Koramil Blambangan Umpu, Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Raden Djambat Shooting Club (RDSC), Pondok Pesantren Al-Falakhus Sa’adah.

Lalu Pemuda Muhammadiyah, Sekolah Beladiri Karate Indonesia (SKBI), Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Forum Anak Daerah (FAD), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Palang Merah Indonesia (PMI), PC Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Forum Karate Indonesia (Forki), Kodim 0427 dan Pondok Pesantren Assiddiqiyah 11.

“Kegiatan semacam itu perlu sekali karena lingkungan hidup harus selalu dijaga bersama-sama,” ujar Isbedy.

Di Way Kanan, aksi akan dimulai dari berbagai titik sekitar pukul 06.00 WIB, di Baradatu, aksi akan dilakukan oleh PC Fatayat NU, Forki, IPSI, IPNU dan IPPNU dan bermuara di Gedung PCNU Way Kanan. Lalu di Kecamatan Way Tuba, PAC GP Ansor setempat menggandeng masyarakat akan gotong royong membersihkan sampah di Kampung Bukit Gemuruh. Kemudian di Blambangan Umpu akan bermuara di Monumen Mayjend Ryacudu, ditutup dengan deklarasi bersama “Way Kanan Berani Bersih”. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Nyai Hj Makkiyah As’ad Sebut Kompak Ibadah sebagai Kunci Harmonis Berkeluarga



Pamekasan,
Pengasuh tiga pesantren Nyai Hj Makkiyah As’ad mengajak umat untuk menjaga keharmonisan dalam berkeluarga. Salah satu caranya, kata istri Almarhum KH Asad As’ad Syamsul Arifin ini, ialah dengan menjaga kekompakan suami-istri dalam beribadah. Muara dari kekompakan ini diharapkan dapat mewujudkan kelanggengan suami-istri hingga akhirat kelak.

Demikian disampaikan Nyai Makkiyah pada pengajian rutin Ikatan Hajjah Muslimat (IHM NU) Larangan di kediaman Kiai Nasib Berruh, Desa Blumbungan Timur, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Selasa (9/2) siang.

Di hadapan sekitar 150 Muslimat NU itu, ia menyatakan bangga atas keistiqamahan kegiatan IHM NU yang ia dirikan khususnya di Muslimat NU Larangan. Ia mengajak hadirin untuk selalu istiqamah menjaga kemabruran haji agar menjadi teladan bagi keluarga, utamanya masyarakat yang ibadahnya masih belum istiqamah.

“Agar juga tidak hanya Islam dan bertitel haji di KTP,” terangnya.

Nyai Makkiyah merupakan Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo, Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Duko Timur, Larangan Pamekasan, dan Pesantren As-Shidqiyah Perum Batu Kencana, Kabupaten Sumenep.

Sementara khodim Pesantren Al-Huda Nyai Hj Aisyatul As’adiyah Shidqie menambahkan, acara ini merupakan kegiatan silaturami yang dikemas dalam pengajian rutin. Teknisnya, digilir dari satu rumah anggota ke rumah anggota lainnya.

“Yang ikut pengajian ini tidak harus yang sudah haji. Yang belum haji pun juga kami ajak bersama mengaji. Tujuannya, supaya bisa menyinergikan hal positif dalam ibadah haji pada yang masih belum ditakdir ke Baitullah,” pungkasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

Pemkab Lelet Tangani Banjir, GP Ansor Turun Tangan



Pamekasan,
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan menilai aneh dengan leletnya Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam menangani bencana banjir. Sebab, sudah bertahun-tahun pusat perkotaan dilanda banjir tanpa adanya upaya serius menanganinya.

Mengatasi kondisi tersebut, organisasi yang dipimpin Fathorrahman tersebut turun tangan tiap kali banjir menerjang kota Pamekasan dan menimpa rumah-rumah penduduk setempat. Sampah-sampah yang menutupi gorong-gorong dibersihkan.

“Tiap kali disoal, Pemkab selalu beralasan kekurangan anggaran untuk mengatasi banjir perkotaan. Aneh! Mereka menerima gaji dari pajak rakyat, tetapi tidak mau bekerja. Pengennya selalu bermanis ria di kantornya,” kritik Ketua GP Ansor Pamekasan, Fathorrahman, Rabu (10/2).

Menurut Dosen Universitas Madura tersebut, sejauh ini Pemkab beralasan masih butuh anggaran Rp23 miliar untuk menanggulangi banjir wilayah kota. Selain itu, masih butuh 5 tahun lamanya.

“Masalahnya kan di pembersihan gorong-gorong. Bersihkan gorong-gorong itu, maka air hujan tidak akan meluap hingga ke jalan raya dan menyulitkan para pengendara,” tekannya.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Pemkab Pamekasan Achmad Sjaifudin menyatakan, pihaknya tidak bisa menyelesaikan pananggulangan bencana banjir tahun ini. Menurutnya, penyelesaian bencana musiman itu diprediksi akan selesai pada tahun 2021. Alasannya, anggaran yang tersedia tiap tahunnya sangatlah terbatas.

Dia menyatakan, meski telah mnyelesaikan masterplan penanggulangan bencana banjir wilayah perkotaan Pamekasan, atas kerjasama dengan Institut Tehknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, tapi dari hasil masterplan tersebut, masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengentaskan wilayah perkotaan dari bencana banjir.

Pada tahun ini, PU Pengairan akan memulai melakukan rehabilitasi dan normalisasi Kali Semajid. Namun, pelaksanaannya masih cukup rumit mengingat anggaran terbatas. Menurutnya, instansinya masih akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mencari dana rehabilitasi dan normalisasi Kali Semajid tersebut. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Jadi Pengabdi Umat, Fatayat NU Songgom Perkuat Kapasitas Pengurus



Brebes,
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar upgrading dalam rangka menguatkan kapasitas pengurus. Hal itu dilakukan agar organisasi menjadi pengabdi umat.

Hal tersebut disampaikan Ketua PAC Fatayat NU Songgom Hj Sumiyati, di sela acara di aula Kecamatan Songgom, Senin (8/2).

Menurut Sumiyati, kegiatan upgrading dalam rangka orientasi dan penguatan kapasitas pengurus Fatayat NU Songgom masa khidmat 2016-2021.

Diharapkan, para pengurus Fatayat NU periode ini mampu memahami secara komprehensif mengenai visi misi Fatayat NU. Dia menyadari kalau anggota dan pengurusnya belum paham tentang Fatayat NU. “Banyak yang menganggap kalau kegiatan fatayat hanyalah pengajian saja,” kata Sumiyati.

Padahal, banyak banyak hal yang bisa diperbuat Fatayat termasuk peningkatan ekonomi keluarga, ketahanan keluarga, peningkatan pendidikan dan kesehatan keluarga. “Lewat upgrading, diharapkan ada pemahaman yang konfrehensip,” terangnya.

Disamping itu, lewat upgrading diupayakan para pengurus mampu mengemban amanah yang diberikan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Kegiatan ini juga menitikberatkan pada konsistensi pengurus untuk bisa membangun Fatayat NU di Songgom menjadi lebih baik.

Kewaspadaan terhadap narkoba dan aliran sesat juga menjadi tugas para pengurus Fatayat. Peran Fatayat, antara lain melakukan pembinaan dan pembentukan moral anak-anak bangsa melalui pengajian-pengajian khusus para remaja.

Anggota DPRD Brebes Imam Royani mengaku bangga dengan aktivitas yang telah dilakukan Fatayat dalam kegiatannya. Dia berpesan, agar anggota Fatayat bisa menjadi kader bangsa yang berkualitas. Berbagai keterampilan perlu dimiliki ibu-ibu Fatayat dengan matang. Apalagi, kini memasuki era MEA, yang tentunya wanita Indonesia harus memiliki kualitas terhadap persaingan global.

“Fatayat harus siap menghadapi MEA, karena akan membawa keuntungan bila masyarakat Indonesia siap menghadapi era pasar bebas,” kata Imam Royani.

Ketua Jurusan PGMI Universitas Wahid Hasyim Semarang Sari Hernawati selaku narasumber dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya peran wanita dalam menegakan bangsa. Perempuan, sangat strategis dalam memajukan daerah, yang diawali dari kehidupan keluarganya. “Bila di dalam keluarga sudah kokoh, maka tidak akan sulit menjadi pilar penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Sri Hernawati.

Sari menegaskan, keluarga Fatayat harus memasang strategi yang jitu dalam mengemban amanat organisasi yang bisa meningkatkan keharmonisan keluarga.

Acara diikuti 65 peserta dari 18 ranting se Kecamatan Songgom juga dihadiri Camat Songgom Edy Yusuf. Selaku pimpinan wilayah, dirinya memberikan keleluasaan penggunaan fasilitas yang dimiliki kecamatan untuk dipergunakan ormas seperti Fatayat. Dia melihat, Fatayat sangat membantu mensosialisasikan maupun mengaktualisasikan program pemerintah. “Ada sinergi yang bisa dibangun dalam mewujudkan pembangunan daerah,” tegasnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Sumber: NU Online

Google Bakal Tiru Cara Apple Bikin iPhone

                             Google berencana memperketat proses pembuatan ponsel Nexus, mirip dengan cara yang dipakai oleh Apple saat membuat iPhone.Selama ini ponsel Nexus merupakan buah kerja sama antara tim Android milik Google dengan vendor ponsel. Namun dalam kerja sama ini vendor masih memiliki peran untuk menentukan sejumlah hal.

Bila produksi Nexus terbaru nanti mengikuti cara Apple, maka posisi vendor dalam kerja sama akan berubah. Google menjadi lebih ketat mengatur desain ponsel dan vendor bakal bekerja seolah penerima pesanan saja.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Ars Technica, Selasa (2/2/2016), bagian-bagian yang mungkin bakal dirancang oleh Google antara lain desain ponsel, System on Chip (SoC) yang dipakai, hingga komponen lain mulai dari yang besar hingga yang kecil.

Di dalam Google sendiri sudah ada contoh produk yang dibuat berdasarkan skema kerja sama baru tersebut, yaitu Pixel C. Dengan catatan produk ini merupakan hasil garapan tim Chrome.

Meskipun ada rencana seperti ini, pemilik sistem operasi Android itu sebenarnya sedang gamang. Mereka khawatir keputusan menerapkan rencana tersebut justru memicu kemarahan para vendor.

Di sisi lain, para bos di dalam Google mulai khawatir melihat Apple terus memonopoli pasar ponsel high end. Sementara mereka juga tidak gagal memengaruhi para produsen gadget untuk menciptakan pengalaman baru.

Ponsel Nexus sendiri hingga saat ini hanya sanggup memikat antusiasme sekelompok kecil pengguna Android.

Tapi tak berarti raksasa mesin pencari tersebut akan menunda keputusan hanya karena takut memicu kemarahan vendor. Kenyataannya toh, para produsen gadget tak punya banyak pilihan di luar Android.

Selain itu, desas-desus yang beredar mengatakan bahwa vendor memang sudah tak suka dengan proyek Nexus. Alasannya adalah margin keuntungan yang kecil karena Google meminta jatah 15 persen dari harga penjualan produk.

Kondisi ini mengakibatkan vendor lemah dan yang berniat mendongkrak citra saja yang mengikuti program Nexus. Samsung, yang merupakan vendor terbesar bagi mereka pun sudah sejak 2011 tak terlibat dengan program Nexus.

Ada kemungkinan Nexus berikutnya diproduksi oleh HTC. Google memang sudah menaruh minat untuk meminta perusahaan Taiwan ini membuat perangkat genggam baru.

Sumber: KOMPAS Tekno

Kunjungi NU Jatim, Konjen Amerika Sepakati Kerja Sama



Surabaya,
Konjen atau Konsulat Jendral Amerika Serikat (AS) untuk Jawa Timur, Heather Variava berkunjung ke kantor PWNU Jawa Timur di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya, Kamis (28/1) siang. Dari kunjungan ini disepakati sejumlah kerja sama yang dapat dilakukan kedua belah pihak.

“Amerika Serikat itu negara besar, dan Nahdlatul Ulama juga sebagai organisasi sosial keagamaan yang besar,” kata KH Anwar Iskandar. Wakil Rais PWNU Jatim saat menerima Konjen AS. Dengan kebesaran yang dimiliki, sudah saatnya masing-masing saling bersinergi dalam banyak peran sebagai tanggung jawab, lanjutnya,

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Kota Kediri ini kemudian menyampaikan bahwa NU sangat kaya dengan sudut pandang keagamaan, terutama dalam masalah toleransi dan menolak segala jenis kekerasan. “Ajaran agama Islam seperti inilah yang dikenal sebagai rahmatan lil’alamin, yakni mampu menjadi rahmat bagi seluruh alam,” katanya.

Pemahaman seperti inilah yang  diajarkan oleh para pendiri NU, bahkan sebelum organisasi didirikan. “Para wali songo yang dilanjutkan kiai pesantren mengajarkan Islam wasathan yang memberikan ruang kepada perbedaan agama, suku, ras dan antar golongan,” terang Gus War, sapaan akrabnya.

Pada saat yang sama, AS merupakan negera besar yang bisa memberikan perhatian kepada Indonesia melalui sejumlah kerja sama dalam pendidikan serta kesehatan. “Bagi NU, dua sektor inilah yang bisa dikerja samakan,” kata KH Agus Ali Masyhuri. Gus Ali, sapaan akrabnya sangat mengapresiasi bila AS lewat Konjen memberikan perhatian terhadap hal tersebut.

Wakil Rais PWNU Jatim ini bahkan mengajak Konjen AS untuk berkunjung ke sejumlah pesantren sekalgus melihat dari dekat bagaimana proses pemahaman dan pengamalan agama Islam dalam keseharian. “Kalau di pesantren saya, Ibu Konjen bisa menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar, dan tidak perlu berbicara dengan bahasa Indonesia,” kata pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo sembari tertawa.

Heather Variava sangat berterima kasih sekaligus mengapresiasi sejumlah peluang kerja sama dengan NU ini. Ia bahkan akan sering melakukan kunjungan ke sejumlah pesantren untuk bisa mengenal Islam yang sebenarnya. “Banyak kerja sama yang bisa dilakukan antara AS dengan NU,” katanya. Termasuk pengiriman para pimpinan pesantren dan santri ke negaranya.

Ia kemudian mengingatkan makna kunjungan Presiden RI, Joko Widodo ke AS beberapa waktu berselang. “Itu sebagai kemitraan strategis antara kedua belah pihak,” ungkapnya.

Tampak mendampingi Konjen AS disamping KH Anwar Iskandar dan KH Agus Ali Masyhuri (wakil rais), juga H Shonhaji Sholeh dan H Ali Mas’ud, KH Abdurrahman Navis (wakil ketua), Akh Muzakki (sekretaris), serta Riadi Ngasiran dari Majalah Aula. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

 

Sumber: NU Online

SMK Ma’arif NU 03 Larangan Raih Emas di MAPSI Jateng



Brebes,
Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif NU 03 Larangan, Kabupaten Brebes atas nama Nurul Isnaeni Putri berhasil meraih emas pada lomba Pidato Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Seni Islam (MAPSI) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Nurul menumbangkan 35 peserta, utusan dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Pada lomba di kampus Universitas Wahid Hasyim Semarang, pada Sabtu (23/1/16) lalu, medali perak diraih utusan Kabupaten Pemalang dan perunggu dari Kota Surakarta.

“Alhamdulillah, Allah SWT mengabulkan doa saya, sehingga juara,” tutur Nurul ketika di temui di SMK Maarif NU 03 Larangan, Rabu (27/1).

Siswa kelas XII Akuntasi tersebut mengaku pada awalnya kurang percaya diri karena dirinya berasal dari dusun dan baru kali pertama mengikuti lomba tingkat Jawa Tengah. Namun dengan kemantapan hati yang kukuh dan dorongan dari Pembina Ahmad Rifai, akhirnya tampil memukau di hadapan dewan juri.

Dara manis kelahiran Brebes 21 Desember 1998 itu saat berpidato membawakan tema tentang shalat. Antara lain menguatkan tentang pentingnya shalat fardlu ain, sebagai alat komunikasi antara hamba dengan Sang Khaliq. Disamping itu, sholat menjadi tiang agama yang apabila shalatnya tidak diperkuat dengan jamaah, maka agama Islam akan runtuh.

Untuk meraih juara, aktivis IPPNU ini sangat getol berlatih tanpa mengenal lelah. Teman-teman di kelasnya dijadikan penonton, hingga melebar di hadapan 905 siswa SMK favorit di Larangan tersebut. “Saya tidak lagi grogi setelah digladi terus menerus,” ucap penyuka bakso tersebut.

 

Selain pidato, Anak pasangan Bapak Sohirun dan Ibu Musriah ini juga mahir membaca puisi. Terbukti pernah menjadi juara 3 baca puisi tingkat Kabupaten Brebes. Di sekolahnya, juga pernah meraih juara 1 drama, baca puisi, fashion show.

Meski hidup dalam kesederhanaan, namun tidak menghalangi semangatnya untuk belajar dan selalu belajar. Nurul rutin setiap bada maghrib dan bada subuh di rumahnya jalan A Yani Dukuh Penjalin Banyu, Desa Siandong, Kecamatan Larangan, Brebes membaca buku pelajaran dan bahan bacaan lainnya yang dipinjam di perpustakaan sekolahnya.

Baginya, segala halangan tidak masalah asalkan mau berusaha dengan sekuat tenaga dan tidak melupakan berdoa kepada Allah SWT. Sebagaimana motto hidupnya, kesuksesan berawal dari kemauan yang kuat. “Tidak bermaksud membusungkan dada, dengan ikhtiar yang kuat dan iringan doa segalanya bisa diraih dengan sukses,” pungkasnya bersyukur.

Menurut Kepala SMK Maarif NU 03 Larangan H Harun MAg menerangkan, Nurul tergolong siswi yang rajin dan penuh dedikasi yang tinggi. Sehingga di kelas maupun di sekolahnya selalu menorehkan prestasi baik akademik maupun nonakademik. Atas prestasi tersebut, dirinya berjanji akan memberikan reward sepantasnya, karena telah mengharumkan nama sekolah dan juga Kabupaten Brebes serta sekolah di bawah naungan MWCNU Larangan dan LP Maarif Brebes. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Humor Santri: Maulid Nabi dan Haul Gus Dur Juga Bergaung di Arab Saudi



Makassar,
Pelatihan Penanggulangan HIV AIDS yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dibuka Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Sanusi Baco di Hotel Makassar Golden, ini akan berlangsung 30 Juni-3 Juli.

Gurutta Sanusi Baco dalam arahannya, sangat mengapresiasiasi kegiatan ini. Menurut dia, setidaknya ada dua manfaat; pertama, semua yang hadir akan mendapatkan pahala dikarenakan kedatangannya diniatkan sebagai menuntut ilmu.

Kedua, tambah dia, terdapat manfaat dari aspek kemasyarakatan, yakni menjalin silaturrahim satu sama lain.

Menurut Gurutta Sanusi dua hal yang mengancam manusia yakni makanan dan seks. Makanan bisa menjadi ancaman bagi manusia dari segi kesehatan dan moral. “Seseorang koruptor hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang disimbolkan sumber makanan,” katanya.

Sedangkan seks, kata Gurutta, dalam Al Qur’an sangat jelas larangan bagi manusia untuk menjauhi zina. Dengan demikian, seks menjadi ancaman bagi manusia ketika disalahgunakan, sebagai contoh penularan virus HIV & AIDS yang salah satunya disebabkan adanya seks bebas.

“Maka di sinilah peran NU secara kelembagaan dan jamaah dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS untuk berperan serta untuk sama-sama mencegahnya,” tegasnya.

Sementara penaggung jawab kegiatan tersebut, Sri Rahayu Kegiatan yang diikuti utusan Pengurus NU dan Badan Otonom se-Sulawesi Selatan tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral NU kepada masyarakat serta sosialisasi hasil Bahtsul Masail tentang penanggulangan HIV dan AIDS. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Humor Santri: Sampaikan Ajaran Rasulullah dengan Gerakan Humanis



Makassar,
Pelatihan Penanggulangan HIV AIDS yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dibuka Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Sanusi Baco di Hotel Makassar Golden, ini akan berlangsung 30 Juni-3 Juli.

Gurutta Sanusi Baco dalam arahannya, sangat mengapresiasiasi kegiatan ini. Menurut dia, setidaknya ada dua manfaat; pertama, semua yang hadir akan mendapatkan pahala dikarenakan kedatangannya diniatkan sebagai menuntut ilmu.

Kedua, tambah dia, terdapat manfaat dari aspek kemasyarakatan, yakni menjalin silaturrahim satu sama lain.

Menurut Gurutta Sanusi dua hal yang mengancam manusia yakni makanan dan seks. Makanan bisa menjadi ancaman bagi manusia dari segi kesehatan dan moral. “Seseorang koruptor hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang disimbolkan sumber makanan,” katanya.

Sedangkan seks, kata Gurutta, dalam Al Qur’an sangat jelas larangan bagi manusia untuk menjauhi zina. Dengan demikian, seks menjadi ancaman bagi manusia ketika disalahgunakan, sebagai contoh penularan virus HIV & AIDS yang salah satunya disebabkan adanya seks bebas.

“Maka di sinilah peran NU secara kelembagaan dan jamaah dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS untuk berperan serta untuk sama-sama mencegahnya,” tegasnya.

Sementara penaggung jawab kegiatan tersebut, Sri Rahayu Kegiatan yang diikuti utusan Pengurus NU dan Badan Otonom se-Sulawesi Selatan tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral NU kepada masyarakat serta sosialisasi hasil Bahtsul Masail tentang penanggulangan HIV dan AIDS. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Humor Santri: Muslim Selamatkan Yahudi dalam Serangan Paris



Makassar,
Pelatihan Penanggulangan HIV AIDS yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dibuka Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Sanusi Baco di Hotel Makassar Golden, ini akan berlangsung 30 Juni-3 Juli.

Gurutta Sanusi Baco dalam arahannya, sangat mengapresiasiasi kegiatan ini. Menurut dia, setidaknya ada dua manfaat; pertama, semua yang hadir akan mendapatkan pahala dikarenakan kedatangannya diniatkan sebagai menuntut ilmu.

Kedua, tambah dia, terdapat manfaat dari aspek kemasyarakatan, yakni menjalin silaturrahim satu sama lain.

Menurut Gurutta Sanusi dua hal yang mengancam manusia yakni makanan dan seks. Makanan bisa menjadi ancaman bagi manusia dari segi kesehatan dan moral. “Seseorang koruptor hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang disimbolkan sumber makanan,” katanya.

Sedangkan seks, kata Gurutta, dalam Al Qur’an sangat jelas larangan bagi manusia untuk menjauhi zina. Dengan demikian, seks menjadi ancaman bagi manusia ketika disalahgunakan, sebagai contoh penularan virus HIV & AIDS yang salah satunya disebabkan adanya seks bebas.

“Maka di sinilah peran NU secara kelembagaan dan jamaah dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS untuk berperan serta untuk sama-sama mencegahnya,” tegasnya.

Sementara penaggung jawab kegiatan tersebut, Sri Rahayu Kegiatan yang diikuti utusan Pengurus NU dan Badan Otonom se-Sulawesi Selatan tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral NU kepada masyarakat serta sosialisasi hasil Bahtsul Masail tentang penanggulangan HIV dan AIDS. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Humor Santri: Trump Kembali Tegaskan Larangan Muslim ke AS Lewat Iklan



Makassar,
Pelatihan Penanggulangan HIV AIDS yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dibuka Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Sanusi Baco di Hotel Makassar Golden, ini akan berlangsung 30 Juni-3 Juli.

Gurutta Sanusi Baco dalam arahannya, sangat mengapresiasiasi kegiatan ini. Menurut dia, setidaknya ada dua manfaat; pertama, semua yang hadir akan mendapatkan pahala dikarenakan kedatangannya diniatkan sebagai menuntut ilmu.

Kedua, tambah dia, terdapat manfaat dari aspek kemasyarakatan, yakni menjalin silaturrahim satu sama lain.

Menurut Gurutta Sanusi dua hal yang mengancam manusia yakni makanan dan seks. Makanan bisa menjadi ancaman bagi manusia dari segi kesehatan dan moral. “Seseorang koruptor hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang disimbolkan sumber makanan,” katanya.

Sedangkan seks, kata Gurutta, dalam Al Qur’an sangat jelas larangan bagi manusia untuk menjauhi zina. Dengan demikian, seks menjadi ancaman bagi manusia ketika disalahgunakan, sebagai contoh penularan virus HIV & AIDS yang salah satunya disebabkan adanya seks bebas.

“Maka di sinilah peran NU secara kelembagaan dan jamaah dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS untuk berperan serta untuk sama-sama mencegahnya,” tegasnya.

Sementara penaggung jawab kegiatan tersebut, Sri Rahayu Kegiatan yang diikuti utusan Pengurus NU dan Badan Otonom se-Sulawesi Selatan tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral NU kepada masyarakat serta sosialisasi hasil Bahtsul Masail tentang penanggulangan HIV dan AIDS. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Humor Santri: Pengakuan Vatikan Atas Palestina Mulai Berlaku



Makassar,
Pelatihan Penanggulangan HIV AIDS yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dibuka Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Sanusi Baco di Hotel Makassar Golden, ini akan berlangsung 30 Juni-3 Juli.

Gurutta Sanusi Baco dalam arahannya, sangat mengapresiasiasi kegiatan ini. Menurut dia, setidaknya ada dua manfaat; pertama, semua yang hadir akan mendapatkan pahala dikarenakan kedatangannya diniatkan sebagai menuntut ilmu.

Kedua, tambah dia, terdapat manfaat dari aspek kemasyarakatan, yakni menjalin silaturrahim satu sama lain.

Menurut Gurutta Sanusi dua hal yang mengancam manusia yakni makanan dan seks. Makanan bisa menjadi ancaman bagi manusia dari segi kesehatan dan moral. “Seseorang koruptor hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang disimbolkan sumber makanan,” katanya.

Sedangkan seks, kata Gurutta, dalam Al Qur’an sangat jelas larangan bagi manusia untuk menjauhi zina. Dengan demikian, seks menjadi ancaman bagi manusia ketika disalahgunakan, sebagai contoh penularan virus HIV & AIDS yang salah satunya disebabkan adanya seks bebas.

“Maka di sinilah peran NU secara kelembagaan dan jamaah dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS untuk berperan serta untuk sama-sama mencegahnya,” tegasnya.

Sementara penaggung jawab kegiatan tersebut, Sri Rahayu Kegiatan yang diikuti utusan Pengurus NU dan Badan Otonom se-Sulawesi Selatan tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral NU kepada masyarakat serta sosialisasi hasil Bahtsul Masail tentang penanggulangan HIV dan AIDS. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Humor Santri: Habiskan 54 Milyar, Asrama Mahasiswa Al Azhar Belum Difungsikan



Makassar,
Pelatihan Penanggulangan HIV AIDS yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dibuka Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Sanusi Baco di Hotel Makassar Golden, ini akan berlangsung 30 Juni-3 Juli.

Gurutta Sanusi Baco dalam arahannya, sangat mengapresiasiasi kegiatan ini. Menurut dia, setidaknya ada dua manfaat; pertama, semua yang hadir akan mendapatkan pahala dikarenakan kedatangannya diniatkan sebagai menuntut ilmu.

Kedua, tambah dia, terdapat manfaat dari aspek kemasyarakatan, yakni menjalin silaturrahim satu sama lain.

Menurut Gurutta Sanusi dua hal yang mengancam manusia yakni makanan dan seks. Makanan bisa menjadi ancaman bagi manusia dari segi kesehatan dan moral. “Seseorang koruptor hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang disimbolkan sumber makanan,” katanya.

Sedangkan seks, kata Gurutta, dalam Al Qur’an sangat jelas larangan bagi manusia untuk menjauhi zina. Dengan demikian, seks menjadi ancaman bagi manusia ketika disalahgunakan, sebagai contoh penularan virus HIV & AIDS yang salah satunya disebabkan adanya seks bebas.

“Maka di sinilah peran NU secara kelembagaan dan jamaah dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS untuk berperan serta untuk sama-sama mencegahnya,” tegasnya.

Sementara penaggung jawab kegiatan tersebut, Sri Rahayu Kegiatan yang diikuti utusan Pengurus NU dan Badan Otonom se-Sulawesi Selatan tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral NU kepada masyarakat serta sosialisasi hasil Bahtsul Masail tentang penanggulangan HIV dan AIDS. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Humor Santri: Pemuka Muslim Sampaikan Salam Natal pada Kristen Koptik



Makassar,
Pelatihan Penanggulangan HIV AIDS yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dibuka Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Sanusi Baco di Hotel Makassar Golden, ini akan berlangsung 30 Juni-3 Juli.

Gurutta Sanusi Baco dalam arahannya, sangat mengapresiasiasi kegiatan ini. Menurut dia, setidaknya ada dua manfaat; pertama, semua yang hadir akan mendapatkan pahala dikarenakan kedatangannya diniatkan sebagai menuntut ilmu.

Kedua, tambah dia, terdapat manfaat dari aspek kemasyarakatan, yakni menjalin silaturrahim satu sama lain.

Menurut Gurutta Sanusi dua hal yang mengancam manusia yakni makanan dan seks. Makanan bisa menjadi ancaman bagi manusia dari segi kesehatan dan moral. “Seseorang koruptor hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang disimbolkan sumber makanan,” katanya.

Sedangkan seks, kata Gurutta, dalam Al Qur’an sangat jelas larangan bagi manusia untuk menjauhi zina. Dengan demikian, seks menjadi ancaman bagi manusia ketika disalahgunakan, sebagai contoh penularan virus HIV & AIDS yang salah satunya disebabkan adanya seks bebas.

“Maka di sinilah peran NU secara kelembagaan dan jamaah dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS untuk berperan serta untuk sama-sama mencegahnya,” tegasnya.

Sementara penaggung jawab kegiatan tersebut, Sri Rahayu Kegiatan yang diikuti utusan Pengurus NU dan Badan Otonom se-Sulawesi Selatan tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral NU kepada masyarakat serta sosialisasi hasil Bahtsul Masail tentang penanggulangan HIV dan AIDS. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Humor Santri: Saudi Jamin Tak Akan Ada Perang dengan Iran



Makassar,
Pelatihan Penanggulangan HIV AIDS yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dibuka Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Sanusi Baco di Hotel Makassar Golden, ini akan berlangsung 30 Juni-3 Juli.

Gurutta Sanusi Baco dalam arahannya, sangat mengapresiasiasi kegiatan ini. Menurut dia, setidaknya ada dua manfaat; pertama, semua yang hadir akan mendapatkan pahala dikarenakan kedatangannya diniatkan sebagai menuntut ilmu.

Kedua, tambah dia, terdapat manfaat dari aspek kemasyarakatan, yakni menjalin silaturrahim satu sama lain.

Menurut Gurutta Sanusi dua hal yang mengancam manusia yakni makanan dan seks. Makanan bisa menjadi ancaman bagi manusia dari segi kesehatan dan moral. “Seseorang koruptor hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang disimbolkan sumber makanan,” katanya.

Sedangkan seks, kata Gurutta, dalam Al Qur’an sangat jelas larangan bagi manusia untuk menjauhi zina. Dengan demikian, seks menjadi ancaman bagi manusia ketika disalahgunakan, sebagai contoh penularan virus HIV & AIDS yang salah satunya disebabkan adanya seks bebas.

“Maka di sinilah peran NU secara kelembagaan dan jamaah dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS untuk berperan serta untuk sama-sama mencegahnya,” tegasnya.

Sementara penaggung jawab kegiatan tersebut, Sri Rahayu Kegiatan yang diikuti utusan Pengurus NU dan Badan Otonom se-Sulawesi Selatan tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral NU kepada masyarakat serta sosialisasi hasil Bahtsul Masail tentang penanggulangan HIV dan AIDS. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online