Humor Santri: Sumber Berita Terpercaya

Beragam pemberitaan ditulis media massa dari hasil pelaksanaan Muktamar Ke-33 NU di Jombang, belum lama ini. Tentu saja, yang namanya berita, ditulis dari berbagai sudut, negatif maupun positif.Namun, setelah membaca headline dan artikel pada salah satu surat kabar, hati Joko tidak tenang. Ia kemudian menemui Udin, yang kebetulan sedang ada di angkringan. Joko : Kang,…

Humor Santri: Licik versus Cerdik

Udin adalah anak yang cukup cerdas dan bertanggung jawab meski baru berusia lima tahun dan masih duduk di bangku TK.Suatu hari ia disuruh pergi belanja. Seperti biasa emaknya selalu memberi uang pas setiap kali menyuruhnya belanja. Maka sambil menggenggam uang receh, ia berlari-lari kecil ke warung terdekat. “Permisi, mau beli gula sekilo!” Teriaknya begitu tiba…

Humor Santri: Naik Bus Haram

Salah satu jamaah haji asal Kabupaten Subang, Kang Ujang, memang terkenal tekun dan getol mencari pahala. Saat ditanya kenapa rajin banget, Kang? “Mumpung di dieu (di sini),” ujar Kang Ujang dengan senyum penuh harapan. Jumat pagi  ia keluar sendirian dari tempat pemondokannya untuk berangkat ke Masjidil Haram. Kang Ujang menunggu bus lewat di pinggir jalan…

Humor Santri: Melamar Anak Gadis Kiai

Malam itu tiga pemuda datang bertamu ke rumah seorang kiai. Mereka mempunyai hajat yang sama, yaitu hendak melamar anak gadis Pak Kiai.”Siapa namamu?” tanya si kiai kepada pemuda pertama. “Anas, Kiai.” “Namamu bagus itu. Maksud kedatangan?” “Mau melamar putri njenengan, Kiai” “Oh iya? Kalau gitu saya tes dulu ya.. Coba kamu baca surat an-Nas sesuai…

Humor Santri: Waktu Indonesia NU

Suatu kali Prof Machasin yang saat itu jadi Rais Syuriyah mendapat undangan rapat PBNU. Sesuai jadwal, dosen yang birokrat ini datang tepat waktu: 14.00 waktu Indonesia Barat (WIB).Begitu masuk ruang rapat, ia celingukan. Toleh sana, toleh sini. Setengah kaget, karena hampir seluruh kursi masih kosong. Prof Machasin pun menunggu cukup lama. “Ini bagaimana. Katanya jam…

Humor Santri: Jurus Shalawat Pengusir

Ada suasana yang lucu ketika Kongres Fatayat XV yang digelar di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya kemarin. Yaitu ketika penjual kaos dan pembeli menawar harga. Sebut saja nama penjual itu Udin. Seorang ibu-ibu yang hendak beli menawar harga kaos seharga Rp 70.000 itu menjadi Rp 60.000. Karena harga pas, Udin tidak menurunkan harganya. Tapi naluri belanja…

Humor Santri: Haji Wakil Rakyat

Untuk menunaikan ibadah haji, warga Indonesia kini harus antre puluhan tahun. Ini juga yang membuat Kang Otong berkeluh kesah kepada temannya, Udin.“Kang, kenapa ya kita sebagai rakyat harus nunggu puluhan tahun untuk berangkat ke Tanah Suci?” kata Otong. “Iya Tong, padahal tuh anggota DPR berangkat haji tidak pakai antre-antrean. Kenapa ya?” jawab Udin. “Ya karena…

Humor Santri: Ketika Polisi Hentikan Mobil Gus Dur

Suatu hari, Gus Dur mendapat undangan menjadi pembicara di luar kota. Dari rumah Ciganjur, Gus Dur menaiki mobil pribadinya yang dikemudikan Nurudin Hidayat. Tidak seperti biasanya, kali ini Gus Dur tanpa pengawalan mobil pratoli. Agar cepat sampai lokasi acara, Nuruddin pun menyetir dengan kecepatan tinggi. Tak peduli jalanan ramai, banyak lalu lalang kendaraan lainnya. Baru…

Humor Santri: Tahajud Siang Malam

Suatu ketika salah satu pejabat negara yang konon rutin puasa Senin-Kamis menyampaikan kata sambutan  dalam sebuah acara. “Saudara-saudara sekalian yang terhormat, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh!”Para tamu udangan pun yang dihadiri sebagian para kiai kampung dan santri-santrinya menjawab dengan serentak, “Walaikumsalam warahmatullohi wabarokatuh!” Ia lantas berpidato seakan-akan memojokkan para kiai. “Meskipun bapak-bapak kiai yang ada di sini…

Humor Santri: Yang Bawa HP Dibunuh

Udin sebenarnya sudah berada di masjid dan siap menunaikan shalat Jum’at. Tapi tiba-tiba pulang setelah ada pengumuman pengurus ta’mir masjid perihal jamaah yang bawa telepon genggam.Sesampai di rumah, ibunya bertanya: “Gak Jum’atan, Din?” “Mboten, Buk (Tidak, Bu)!” “Kenapa?” “Karena saya bawa HP,” jawab Udin polos. “Lah! Kenapa membawa HP kok tidak Jum’atan?” Sang ibu heran.…

Humor Santri: Sepak Bola Mujahadah

Kalau dulu ada istilah “sepak bola gajah” untuk menyebut pada sebuah pertandingan yang sudah “diatur” hasilnya. Selain itu, mungkin perlu ditambahkan istilah baru “sepak bola mujahadah”, merujuk pada kisah perjalanan tim sepakbola Pondok Pesantren Al-Manshur pada Kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) U-17 tahun 2015.Betapa tidak, kesebelasan asal Popongan Klaten Jawa Tengah tersebut lolos sebagai juara…

Humor Santri: Tiga Hasanah

Karena saking sibuknya, seorang santri sudah lama sekali tidak bisa sowan ke kiainya. Maklum dia  sudah menjadi orang sukses. Suatu ketika santri ini berkesempatan sowan ke gurunya, dan seperti biasa setelah bersalaman dengan kiai, para tamu dipersilakan duduk lesehan di pendopo,  sang kiai pun duduk di depan para tamu. Setelah agak lama hening, sang kiai…

Humor Santri: Santri dan BMKG

Alangkah bangganya hati Pak Hasan ketika melihat buku rapor anaknya yang duduk di bangku Tsanawiyah sebuah pondok pesantren. Bagaimana tidak, nilai rapor putra kesayangannya dinominasi oleh angka 8 dan 9, BMKG salah satu mata pelajaran yang mendapat nilai 9. Setahu Pak Hasan BMKG adalah hal hal yang berkenaan dengan cuaca seperti hujan, angin dan lain-lain…

Humor Santri: Android NU yang Sensitif

PCNU di sebuah Kota menetapkan bahwa seluruh pengurus diwajibkan memiliki HP Andorid. Hal ini dimaksudkan agar komunikasi antar-pengurus lebih efektif dan efisien. Karena dengan HP Android, pengurus tidak hanya bisa telepon atau SMS saja, tetapi juga bisa posting gambar, mengirim file hingga broadcast hal-hal penting yang harus segera diketahui bersama.Karena sudah menjadi suatu keharusan dan…

Humor Santri: Merampok Anggota DPR

Sekawanan perampok suatu sore memergoki seorang pria berdasi yang menenteng tas sedang berjalan sendirian di kawasan Senayan. Mangsa empuk telah datang, jangan sampai disia-siakan, pikir mereka.Sang pria dicegat, dan moncong senjata pun ditodongkan. “Berhenti! Serahkan semua uangmu! Cepat!!!” Pria klimis itu gemetar, tapi masih berusaha membela diri, “Kalian jangan macam-macam. Kalian tidak tahu sedang berhadapan…

Humor Santri: Jomblo dan Sunah Rasul

Joko dan Kamto adalah dua santri yang sudah bersahabat lama sejak keduanya nyantri di Solo. Setiap hari mereka biasa runtang-runtung bersama. Namun, setelah Joko menikah, ia semakin jarang pergi keluar. Setiap ditanya Kamto, ada saja alasan dari Joko untuk menolak ajakan keluar. “Jok, ayo wedangan di HIK samping pondok,” ajak Kamto melalui pesan singkatnya kepada…

Humor Santri: Ketika Gus Dur Masak Sop Ceker

Di tengah aku bicara itu, tiba-tiba, pikiranku kembali melayang-layang dan menemukan cerita seorang kawan tentang kisah Gus Dur masak sop ceker dan jeroan ayam. Aku tak tahu apakah ini benar atau humor saja. Tetapi aku mencoba membayangkan sendiri, aku menanyakan hal itu kepada Gus Mus.”Gus Mus, saya dengar dari cerita seorang teman, saat di Kairo,…

Humor Santri: Poligami dan Berburu Kebaikan

Ubaid dan Umar merupakan alumni pondok pesantren. Semenjak di pondok keduanya selalu berburu dan bersaing dalam hal kebaikan, terutama di shalat lima waktu. Tapi pada kenyataannya Ubaid selalu kalah dari Umar.Suatu ketika Ubaid bertanya sama temannya itu. “Kang, kenapa sampean kok datang ke masjid selalu lebih cepat dari saya?” “Soalnya istri saya dua. Istri yang…