VIDEO: Bumi, 100 Juta Tahun dari Sekarang

  • Post author:
  • Post category:Sains

VIVAnews – Daratan di bumi tidaklah seperti yang seperti kita lihat saat ini. Benua-benua yang ada di dalamnya terbentuk saat pelat lempeng Bumi bergerak. Mereka saling memecahkan diri dan juga saling bertabrakan selama periode waktu yang sangat panjang.

Menurut para paleogeograf, sekitar 3,1 miliar tahun lalu, di Bumi dulunya ada satu supercontinent atau benua raksasa yang disebut Vaalbara. Benua ini terpecah sekitar 2,8 miliar tahun lalu dan membentuk Kenorland, benua raksasa lain. (more…)

Continue ReadingVIDEO: Bumi, 100 Juta Tahun dari Sekarang

Pendaftaran Online Beasiswa S2 Kemenag Berakhir 31 Mei

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

Pendaftaran Online beasiswa Pascasarjana (S2) Kementerian Agama (Kemenag) untuk para kader pesantren dibuka pada 25 April 2011 lalu dan berakhir hingga 31 Mei 2011 besok.

Berkas dan print out formulir diajukan kepada panitia penerimaan calon peserta beasiswa S.2 selambat-lambatnya hari Rabu, 8 Juni 2011 Cap Pos. Namun para calon peserta tetap harus menyetorkan formulir pendaftaran (tanpa berkas) melalui fax ke 021-3850244 dan dikirim via email panitia subdit_diniyah@yahoo.com paling lambat 31 Mei 2011.

Program ini bertajuk “Beasiswa S2 Kader Ulama” Kementerian Agama (Kemenag) RI yang dilaksanakan oleh Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. Pada 2011 ini program dikonsentrasikan pada kajian Aqidah Filsafat.

Calon peserta yang merupakan para kader pesantren harus mendapatkan rekomendasi dari salah satu pondok pesantren serta hafal al-Qur’an minimal 3 juz. Para peserta beasiswa yang lolos seleksi akan memperoleh biaya pendidikan penuh hingga lulus S2 ditambah biaya hidup selama proses pendidikan berlangsung.

Program ini akan dilaksanakan di Kampus yang menyelenggarakan Ma’had Aly. Namun lokasi pastinya sampai saat ini belum dipastikan. (more…)

Continue ReadingPendaftaran Online Beasiswa S2 Kemenag Berakhir 31 Mei

Belajar CSS: Membuat sebuah teks Rata Kanan-Kiri (Justify)

Untuk membuat sebuah teks tampil rata kanan-kiri (justify) silakan gunakan property text-align, contoh:

[sourcecode]
div { text-align: justify; text-justify: newspaper }
<div style=”text-align: justify; text-justify: newspaper”>This is “Newspaper” justified content</div>
[/sourcecode]

Contoh mode justify yang lain: (more…)

Continue ReadingBelajar CSS: Membuat sebuah teks Rata Kanan-Kiri (Justify)

Bahtsul Masail Santri Haramkan Ijazah Hasil Contekan

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

Jombang, NU Online
Bagaimana hukum penggunaan ijazah yang dihasilkan dari UN (Ujian Nasional) yang sarat dengan kecurangan untuk mendapatkan pekerjaan? Bahtsul Mas’il FMPP (Forum Musyawarah Pondok Pesantren) se-Jawa Madura yang bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Tambakberas Jombang, memutuskan hal itu haram.

Masalah ijazah tersebut dibahas di komisi B. Pembahasan itu, terbilang alot. Pasalnya, masih-masing perwakilan pondok pesantren ada yang sepakat dan ada juga yang sebaliknya. Sejumlah kitab kuning pun dimunculkan sebagai referensi.

“Akhirnya kita memutuskan penggunaan ijazah tersebut tidak diperbolehkan. Karena tindakan tersebut termasuk kebohongan,” kata Ketua FMPP, H Iffatul Latoif Zainudin, saat mempresentasikan hasil Bahtsul Masa’il, Kamis (26/5//2011) malam. (more…)

Continue ReadingBahtsul Masail Santri Haramkan Ijazah Hasil Contekan

GP Ansor Pemalang, dari Barzanji hingga Ternak Sapi

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

Pemalang, NU Online
Struktur keorganisasi boleh paling bawah. Wilayah geografis boleh di pucuk gunung. Tapi, cita-cita harus tinggi. Visi harus jauh ke depan. Dan gerakan harus berfaedah sebesar mungkin.

Demikianlah kredo yang tertanam di benak para aktivis GP Ansor Ranting Desa Mejagong, Kecamatan Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah. Belajar dari kelesuan berorganisasi akibat konflik dan urbanisasi kaum muda ke Jakarta, aktivis GP Ansor Mejagong berikhtiar bangkit, melalui diskusi, tahlilan, Barzanji hingga ternak sapi.

Nah, soal ternak sapi itulah yang membuat GP Ansor Mejagong istimewa. Dengan nama Paguyuban Makmur Jaya, kini para pemuda yang tinggal di bawah kaki gunung Slamet memiliki 15 ekor sapi dengan luas kandang 500 m2. Hamparan sawah, bendungan tua, sungai-sungai serta tradisi keagamaan yang kental menjadi lebih indah lagi dengan anak-anak muda yang mandiri secara ekonomi, melalui ternak sapi tadi.

Suatu saat, di Jumat siang, saya berkesempatan datang ke gubuk 3×2 meter, tempet nongkrong para aktivis Ansor yang bersebelahan dengan kandang sapi. Syair sholawat, surat Yasin, dan tahlil yang dilantunkan ibu-ibu terdengar sayup-sayup dari speaker mushola, penduduk setempat menyebutnya langgar.

Bersama empat aktivis, di gubuk berukuran 3×2 itu kami ngobrol ihwal pergerakan Ansor dan Paguyuban Makmur Jaya. Kusnanto (33 tahun) bergabung seusai memberi makan sapi-sapi.

Mulanya Keprihatinan
”Paguyuban Makmur Jaya berawal dari kegiatan-kegiatan rutin teman-teman Ansor Mejagong. Ansor di sini pertama berdiri sekitar tahun 1970-an. Mayoritas anggotanya waktu itu adalah alumni Pondok Pesantren di Pemalang dan beberapa daerah lain di Jawa Tengah,” ujar Kusnanto mulai bercerita.

”Aktivis yang santri itulah yang menyebabkan sejarah berdirinya Paguyuban Makmur Jaya barangkali berbeda dengan paguyuban tani lain di Pemalang,” sambungnya.

Latar belakang pesantren memang mewarnai hampir seluruh kegiatan Ansor. Sepertinya, mereka tidak bisa melakukan hal lain kecuali tahlilan, ratiban, barzanji dan rutinitas Nahdliyin pada umumnya menjadi. Tapi, kebersamaan dan kerjasama anggota terjalin kuat dalam tiap kegiatan. Itulah modal menjalankan roda organisasi, hingga kemudia GP Ansor Desa Mejagong memiliki grup marching band.

“Duit dikumpulkan dari seluruh anggota, swadaya, Kang,” ungkap Kusnanto.

Pada masa generasi awal, hampir seluruh pemuda desa bergabung ke dalam organisasi kepemudaan di bawah naungan NU tersebut. Namun, pada periode 1980-an, denyut GP Ansor melemah karena banyak anak muda mulai merantau ke Jakarta untuk mencari pengalaman. Bukan hanya Ansor, desa pun sepi dari anak muda.

Kondisinya bertambah parah saat memasuki periode tahun 1990-an, ketika semangat merantau untuk mencari pengalaman bergeser menjadi semangat memenuhi kebutuhan hidup.

Desa semakin sepi ditinggalkan sebagian besar pemuda. GP Ansor terkena imbasnya. Pengajian semakin berkurang intensitasnya. Dan alat-alat marching band yang susah payah diusahakan terbengkalai.

Puncaknya tahun 1999. Anggota Ansor Mejagong hanya tinggal 20 orang. Penyebab utamanya adalah perpecahan elit-elit partai politik di Jakarta, utamanya antara PPP dan PKB. Selain itu, perhatian PC NU kabupaten Pemalang terhadap politik praktis lebih besar ketimbang organisasi. Akibatnya kaderisasi organisasi, terutama kaum muda, menjadi terbengkalai. Imbasnya sangat terasa di Mejagung, kepengurusan GP Ansor terbelah dua. Satu makmum PPP. Satunya dukung PKB.

Rutinitas Tingkatkan Kualitas
Tahun 2005, kegelisahan anggota GP Ansor Mejagong pada perpecahan warga Nahdliyin memunculkan gagasan untuk menyatukan kembali visi dan gerakan warga, terutama pemuda Nahdliyin.

Berbagai agenda rutin keagamaan yang menjadi ikon Nahdliyin digalakkan kembali. Kegitan rutin keagamaan selanjutnya diberi nuansa baru yang lebih kritis, semacam diskusi. Kegiatan ini diprakarsai Abdul Hakim (33 tahun), anak muda lulusan STAIN Pekalongan dan alumni Pesantren Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah.

Diskusi dilakukan pada akhir kegiatan rutin, misalnya setelah Manaqiban (membaca Manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani, red.). Isu yang dibahas dalam diskusi biasanya terkait cara pandang agama terhadap masalah kemanusiaan, keorganisasian dan kondisi sosial masyarakat lokal. Diskusi yang dilakukan sebulan sekali tersebut, sesekali mendatangkan pemateri dari luar desa. Intelektual muda NU, Ellyasa KH Darwis beberapa kali menyempatkan waktu berdiskusi di sana.

Kegiatan diskusi itu menarik minat pemuda di luar aktivis Ansor, dan anggota pun mulai bertambah lagi. “Anggota baru bukan saja berasal dari simpatisan PPP dan PKB, termasuk dari PAN,” jelas Zaenal Abidin sambil tersenyum.

Rasa persatuan, kerjasama dan cara pandang terhadap agama yang lebih kritis mulai tumbuh kembali di kalangan muda Nahdliyin. Aktivitas-aktivitas sosial bangkit.

”Kami pernah berjama’ah pembangunan rumah salah seorang janda tua yang menghabiskan anggaran Rp. 6.000.000 pada tahun 2006. Agenda santunan anak yatim, dilaksanakan setahun sekali dan masih bertahan hingga sekarang,” ujar Zaenal.

Seluruh biaya kegiatan sosial pembangunan adalah hasil patungan anggota dan bantuan pemuda desa yang bekerja di Jakarta. Respon positif berdatangan dari seluruh warga desa. Yang Nahdliyin atau bukan, semua tertarik berpartisipasi.

Saat itulah, GP Ansor mengemukakan pemikiran membangun basis ekonomi desa. ”Basis ekonomi penting disiapkan, mengingat ketergantungan pada bantuan warga desa yang merantau ke Jakarta cukup tinggi. Dan sebagian anggota tidak masih kerja serabutan,” kata Zaenal.

Usaha sablon sempat menjadi pilihan, namun tidak bertahan lama. Usaha yang dimulai tahun 2006 hanya mampu bertahan setahun. Kendalanya pemasaran dan persaingan dengan pengusaha lain yang jauh lebih mapan.

Tahun 2009 dimulai bisnis baru berupa peternakan sapi. Modal didapat dari hasil patungan anggota. Waktu itu terkumpul dana sekitar Rp. 9.000.000. Jumlah tersebut ternyata sanggup mendatangkan 3 ekor sapi untuk dijadikan peliharaan.

Kandang sapi dibuat di atas sebidang tanah milik salah satu anggota, Ahmad Zubaidi (40). Namun hasil yang diharapkan dari penjualan sapi, yang dipelihara selama satu tahun, tidak memuaskan. Faktor pengetahuan dan pengalaman menjadi penyebab utamanya. (more…)

Continue ReadingGP Ansor Pemalang, dari Barzanji hingga Ternak Sapi

NII Menyusup ke PP Muslimat

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

Surabaya, NU Online
Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyatakan, Pimpinan Pusat Muslimat telah disusupi faham Negara Islam Indonesia (NII).

“Di pengurus (muslimat) juga ada. Saya sendiri juga kaget. Dia salah satu pengurus harian, wakil sekretaris yang juga seorang dosen dan doktor,” kata Khofifah saat Harlah ke-65 Cabang Muslimat NU Surabaya di Taman Bungkul Jalan Raya Darmo, Surabaya, Selasa (24/5).

Menurut dia, salah satu pengurus harian Muslimat itu menyampaikannya sendiri pengakuannya itu. Dia juga baru menyadari ternyata anak dan keponakannya juga mengikuti faham NII.

Khofifah tidak lantas memberikan sanksi kepada sang pengurus karena semuanya melalui proses di luar kesadarannya atau sepertinya ada yang mengajak mereka melalui alam bawah sadar.

“Kami juga tidak melakukan rehabilitasi karena itu pengalamannya dulu,” katanya. (more…)

Continue ReadingNII Menyusup ke PP Muslimat

Kemenakertrans Beri Bantuan NU Jabar Rp20,3 Miliar

  • Post author:
  • Post category:PKB

JAKARTA (Pos Kota) – Warga Nadliyin harus dapat menjadi agent of change dengan menjadikan dirinya wirausaha mandiri dan menjadikan dirinya sebagai pencipta lapangan kerja.
Hal tersebut diungkapkan Menakertrans A. Muhaimin Iskandar yang Rabu (11/5) menandatangani kesepakatan bersama dengan Pengurus Wilayah Nadlatul Ulama di Kantor Pengurus Wilayah Nadlatul Ulama Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat.
Terkait kerjasama dengan NU ini, Muhaimin menjelaskan Kemenakertrans akan menyediakan berbagai sarana dan prasarana untuk menciptakan usaha mandiri bagi masyarakat khususnya warga nahdliyin. (more…)

Continue ReadingKemenakertrans Beri Bantuan NU Jabar Rp20,3 Miliar

Belajar WordPress: Menampilkan daftar Tags

  • Post author:
  • Post category:Wordpress

Sampai saat ini belum ada fungsi wp_list_tags, yang saya perkirakan telah ada untuk mendapatkan daftar atau list tags yang pernah dibuat pada blog berbasis WordPress. Kalau belum ada, kita buat.. 😀

Berikut solusi menampilkan daftar tags yang saya tawarkan:
[sourcecode language=”php”]
<?php
$tags = get_tags( array(‘orderby’ => ‘count’, ‘order’ => ‘DESC’,’number’=>’25’) );
echo ‘<ul>’;
foreach ( (array) $tags as $tag ) {
echo ‘<li><a href="’ . get_tag_link ($tag->term_id) . ‘" rel="tag">’ . $tag->name . ‘ (‘ . $tag->count . ‘) </a></li>’;
}
echo ‘</ul>’;
?>
[/sourcecode] (more…)

Continue ReadingBelajar WordPress: Menampilkan daftar Tags

Belajar PHP: Membuat layanan Short URL

URL Shortening atau layanan pemendek URL (link) adalah layanan yang memberikan sebuah link pendek dari suatu halaman web atau aplikasi web. Pertama kali dipopulerkan pada tahun 2001, dan mulai tersedia ke publik luas pertama kali oleh TinyURL pada tahun 2002. Sekarang telah lebih dari 100 macam penyedia terekspos ke publik, dan kepopulerannya kembali terangkat dengan hadirnya bit.ly pada tahun 2009 dan segera menjadi pemain utama.

Layanan pemendek URL ini sangat populer digunakan sebagai penghemat jumlah karakter pada layanan SMS atau social networking yang membatasi jumlah karakter seperti Twitter.

Belajar Membuat URL Shortening dengan PHP

Untuk membuat URL Shortening, kita dapat memanfaatkan class PHP berikut: (more…)

Continue ReadingBelajar PHP: Membuat layanan Short URL