KH Ma’ruf Amin: Mari Kembali Besarkan PKB

  • Post author:
  • Post category:PKB

JAKARTA -Kiai kharismatikKH Ma’ruf Amin secara terang-terangan mengajak warga nahdliyinuntukkembali ke Partai Kebangkitan Bangsa,karena PKB merupakan satu-satunya partai politik yang secara institusionaldilahirkan oleh NahdatulUlama (NU).

“Kini tibalah saatnya bagi kita,kaum nahdliyyin, kaum Ahlussunnah wal Jama’ah,umat Islam dan rakyat Indonesia untuk kembali ke PKB demi mengutamakan kemaslahatan publik yang jauh lebih besar,” ujar KH Ma’ruf Amin dalam acara tasyakuran penganugerahan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa Hukum Ekonomi Syariah oleh UIN Syarif Hidayatullah beberapa waktu lalu.

Kemaslahatan publikyang jauh lebih besar, menurut Ketua Komisi Fatwa MUI itu,adalah bangsa dan negara sesuai kaidah ushulfiqh. Yakni, almashlahah al’ammah muqaddamatun ‘alalmashlahah alkhaashah (kemaslahatan umum harus lebih didahulukan daripada kemaslahatan individu).

KH Ma’ruf Amin menjelaskan,NU dan PKB memiliki hubungan yang tidak hanya bersifat idiologis,namun sekaligus biologis. Hubungan NU dan PKB telah terpatri kuat secara lahir-batin, layaknya seperti orangtua dan anak yang saling membutuhkan,saling menyayangi,dan saling menghargai.

Dalam kaitan ini,warga nahdliyinmembutuhkan PKB sebagai wadah penyaluran aspirasi politik dan PKB membutuhkan dukungan dan partisipasi warga nahdliyinuntukbersama-sama memperjuangkan dan mewujudkan aspirasi politikmereka demi tercapainya kemaslahatan publikdalam konteks bernegara,berbangsa dan bermasyarakat.

Secara sederhana,imbauan KH Ma’ruf Amin kepada nahdliyindan rakyat Indonesia untuk kembali membesarkan PKB dilandasi oleh beberapa alasan. Pertama,PKB merupakan satu-satunya partai yang dilahirkan dari rahim NU. Fakta sejarah ini tidak dapat dipungkiri sampai kapan pun, bahwa PKB merupakan satu-satunya “anakkandung” NU yangmemiliki idiologi yang sama dalam kontek keagamaan,kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan.Garis besar perjuangan partai ini tertuang secara jelas dalam visi,missi dan tujuan sebagaimana dapat dilihat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai.

Kedua,PKB merupakan partai yang diprakarsai dan dibentuk oleh ulama dan kiai NU yang mewariskan nilai-nilai keulamaan dan keutamaan bagi kepentingan umat dan bangsa. Partai ini merupakan perwujudandari semangat, perjuangan dan pengabdian dari para ulama dan kiai NU secara kongkrit dalam bidang politik untuk umat dan bangsa Indonesia.“Ini menjadi ma’suliyyah (tanggungjawab) ulama yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas mantan Ketua Dewan Musytasyar PKNU itu.

Ketiga,PKB merupakan partai yang didirikan dan dideklarasikan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama-sama para ulama dan para Kiai lainnya, yaitu: KH.Munasir Ali,KH.Ilyas Ruchyat,KH.A. Musthofa Bisri dan KH.A.Muhith Muzadi. Gus Dur bersama-sama para Kiai menghendaki PKB sejakawalkelahirannya menjadi partai yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan,keadilan dan kesejahteraan bagi kemaslahatan seluruh bangsa Indonesia.

“Seyogyanya kita bersama-sama para ulama,kiai dan deklarator partai bertekat bulat untuk kembali membesarkan PKB,sehingga menjadi partai yang benar-benar mampu mewujudkan kemaslahatan umum sesuai dengan cita-cita para pendiri partai dan sesuai denganvisi,missi dan tujuan utamanya,” terang anggota Dewan Pertimbangan PresidenBidang Hubungan Antar Agama ini.

Terkait dengan makna relevansi perjuangan ulama dalam pembangunanummat,Ketua Syuriah PBNU ini mengharapkan adanya revitalisasi tanggung jawab ulama secara luas, baik terkait dengan mas’uliyyah diniyyah (tanggungjawab keagamaan) ,mas’uliyyah ummatiyyah (tanggungjawab keumatan), taqwiyat ummat (pemberdayaan umat),tauhidul ummah,mas’uliyyah al-ishlah (tanggungjawab perbaikan),dan mas’uliyyah wathoniyyah (tanggungjawab kenegaraan).

“Tanggungjawab ulama yang begitu besar ini akan tercapai dengan baik manakala para ulama yang selama ini masih berada di wadah partai lain ber-ishlah menujuwadah yang sama,yakni melalui PKB,”harapnya.

Menyikapi halini,Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A. Muhaimin Iskandar menyatakan kesediaannya untuk mendukung ajakanKH Ma’ruf Amin.Cak Imin,panggilan akrab Menakertrans ini mengatakan, kesediaannya untuk mengabdikan diri bersama-sama seluruh jajaran fungsionaris PKB di seluruh Indonesia untukmembesarkan PKB sesuai dengan cita-cita para ulama dan kiai NU.

“Kita bertekad bersama-sama ulama,kiai NU, kaum nahdliyin,segenap simpatisan partai,umat Islam dan rakyat Indonesia untukmembesarkan dan mengembalikankejayaan PKB sehingga ke depan menjadi partai papan atas yang mampu meraih suara 10 persen pada 2014,” tegas Cicit salah satu pendiri NU,KH Bisri Syansuri ini.

Apalagi,lanjutnya,dengan adanya kesediaan dan dukungan ulama-ulama dan tokoh-tokoh yang dulunya berpindah ke partai lain,kini telah kembali memberikan dukungan kepada PKB, semakin memberikan adanya optimisme yang luar biasa bagi berkembangnya PKB di masa yang akan datang.“Ini adalah bentuk konkrit konsolidasi kekuatantokoh NU dan PKB,” ungkapnya.

Lebih lanjut,Cak Imin juga menyampaikan kilas balikperjalananPKB sejak awal pendirian yang mendapat dukungan penuh dari warga dan pengurus NU sehingga tampil sebagai tiga besar peraih suara tertinggi di Pemilu 1999, hingga persoalan adanya konflikyang melanda partai berlambang Bintang Sembilan ini.

Dikatakan,konflikinternalmerupakanbagian dari perjalanansejarah partai yang memberi hikmah yang cukup besar pula.Salah satunya, dapat membuka kesadaran akan pentingnya kebersamaan,ishlah (perbaikan) dan soliditas di antara fungsionaris partai untuk kembali bangkit dan membesarkan partai.

“Persoalan konflik di internalpartai merupakan masa lalu dan saat ini sudah selesai. Saatnya bagi kita mengambilhikmah tersebut,dan menggalang segenap potensi yang ada untuk bangkit kembali meraih kejayaan dan kemenangan di masa yang akan datang dengan semangat arruju’ ilal haq (kembali ke jalan yang benar),yakni jalan yang ditempuh dan diperjuangkan oleh PKB,” tegasnya.

Cak imin mengajak segenap kekuatan muda NU khususnya dan seluruh komponen pemuda Indonesia pada umumnya untuktidakragu-ragu lagi menjadi kader partai.Sebab,di pundak pemuda masa depan partai dan masa depan bangsa.

“Kita harapkan potensi pemuda NU khususnya dan pemuda Indonesia pada umumnya dapat lebih kita berdayakan lagi untuk bersama-sama mengembangkan dan membesarkan partai yang kita cintai ini,” tandas mantan Ketua Umum PB PMII itu. Sumber: dpp.pkb.or.id