Lily Wahid Tolak Minta Maaf ke Muhaimin

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lily Chotijah Wahid atau Lily Wahid menolak meminta maaf kepada Muhaimin Iskandar. Menurut Lily, dirinya tak pernah melakukan kesalahan apapun kepada Ketua Umum PKB itu.

“Saya dikatakan minta maaf karena mencemarkan nama baik. Saya tidak perlu minta maaf karena tidak melakukan kesalahan, saya tidak menuduh,”kata Lily Wahid di gedung DPR, Jakarta, Selasa 13 September 2011.

Sebelumnya, Lily Wahid meralat sejumlah pernyataannya mengenai aliran dana suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang dipimpin Muhaimin. Dia menyatakan menyesal dan meminta maaf kepada publik terkait pernyataan aliran dana yang tidak tepat.

Lily menyatakan, tidak cermat dalam mengelola informasi dari informan yang tidak valid dan tidak bisa diandalkan yang menyatakan istri Muhaimin menerima transfer dana haram. Informasi dari dalam lembaga PPATK di media dua hari lalu soal ini turut meyakinkan dia.

Lily Wahid mengatakan, permintaan maafnya hanya untuk kesalahan tersebut. Bukan ditujukan untuk Muhaimin Iskandar yang tak lain adalah keponakannya sendiri. “Adapun saya sempat menyatakan minta maaf itu terkait pernyataan saya di KPK pada tanggal 9 September yang kemudian langsung diklarifikasi oleh ketua PPATK Yunus Husein. Saya minta maaf soal itu,” kata Lily.

Sementara itu, pengacara Lily Wahid, Saleh mengatakan permintaan maaf yang dilakukan kliennya menunjukkan sebuah keberanian. “Karena ada kesalahan komunikasi, minta maaf bukan sebuah hal yang berat, karena sudah diralat ketua PPATK, minta maaf itu lumrah ketika terjadi polemik,” kata Saleh.

Namun, lanjut Saleh, yang menjadi persoalan adalah pelaporan Dewan Pengurus Pusat PKB ke Mabes Polri. Menurut Saleh, pelaporan Lily Wahid itu dilakukan DPP PKB setelah permintaan maaf dikeluarkan adik Abdurrahman Wahid itu. “Minggu pagi, jam 8 Bu Lily minta maaf. Namun, jam 1 DPP PKB melapor ke Mabes Polri terkait pencemaran nama baik. Ini yang kemudian jadi persoalan,” ujar Saleh.

Menurut dia, apa yang disampaikan kliennya di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi itu hanyalah desakan untuk mengusut tuntas dugaan kosupsi di Kemenakertrans. “Bu Lily berharap agar KPK menelususri kasus ini,” kata Saleh.

“Jadi pembuktian dipimpinan KPK. Tidak pas kalau dikait-kaitkan dengan pencemaran nama baik. Bu Lily tak pernah sebut Muhaimin, tak pernah sebut personal.”

Menurut Saleh, kliennya tak pernah menuding pembangunan gedung DPP PKB berasal dari hasil korupsi. Lily, kata dia, hanya mempertanyakan dari mana dana pembangunan gedung PKB itu. “Duit sebanyak itu untuk membangun DPP PKB dari mana. Bu Lily tidak pernah menuduh, tapi bertanya dari mana uangnya. Silakan DPP PKB menjelaskan karena posisinya,” kata dia

Sumber: VivaNews