PKB Surabaya Gelar Jalan Sehat

Jakarta – Jawa Timur, khususnya Surabaya merupakan barometer kejayaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Karena itu, diperlukan atensi khusus untuk terus menjaga kejayaan PKB di sana.

Demikian diungkapkan Ketua Caretaker Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kota Surabaya Lukmanul Khakim kepada redaksi www.dpp.pkb.or.id , Kamis (05/07/12). “PKB sempat mengalami kejayaannya menjadi partai nomor urut ke 3 dengan perolehan 11, 9 juta suara, terutama di Surabaya dengan 13 kursi. Terkait hal itu, maka kejayaan ini harus dapat dikembalikan lagi pada Pemilu 2014 mendatang,” terangnya. Lukman menambahkan, guna membangkitkan kembali ghiroh PKB di Surabaya, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi secara massif. Tujuannya, guna menunjukan kekuatan riil dan barometer kesiapan PKB Surabaya menghadapi Pemilu 2014.

Salah satunya dengan menggelar acara Jalan Sehat Bareng Cak Imin pada 15 Juli mendatang. “Acara ini dimaksudkan untuk menyatukan seluruh elemen masayarakat dan kader PKB Surabaya yang terserak, juga untuk menunjukkan bahwa kekuatan PKB Surabaya masih sangat besar,” tegasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. “Selain sebagai ajang konsolidasi, acara ini juga bertujuan menyiapkan fisik secara lahir dan batin agar kondisi tubuh warga Surabaya prima saat memasuki bulan suci Ramadhan,” ujarnya. Menurut Lukman, Acara Jalan Sehat Bareng Cak Imin ini merupakan miqat konsolidasi PKB Surabaya guna mempersiapkan diri dalam menghadapi pemilu dengan menggerakkan seluruh elemen kekuatan dari tingkat kecamatan dan desa guna menjadi pelayan masyarakat.

Diyakini oleh Lukman, dengan konsolidasi secara simultan, maka ruh perjuangan PKB Surabaya akan muncul dan membara. “Sudah terlalu lama PKB Surabaya tak menunjukkan kekuatannya. Karena itu saya menyebut bulan ini sebagai bulan konsolidasi,” ujarnya.

Lukman menjelaskan, tantangan PKB Surabaya ke depan akan semakin besar mengingat semakin terpolarisasinya kekuatan politik pada ruang pragmatis dan transaksional yang kian menjadi mainstream dewasa ini. Oleh karena itu, kekuatan kultural PKB yang berbasiskan Nahdlatul Ulama sebisa mungkin harus diperkuat guna menghadapi semua tantangan tersebut.

Lukman menyadari, PKB beberapa tahun terakhir diterpa ujian secara bertubi-tubi. Namun, kini badai telah berlalu. Kekuatan PKB secara nasional masih sangat signifikan. Hal ini dibuktikan dengan survei terakhir dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan PKB di posisi 5 besar dengan perolehan 5,3 persen suara nasional.

“Artinya, dengan sisa dua tahun ke depan kita melakukan konsolidasi yang massif akan membuat perolehan suara PKB semakin signifikan. Ini modal kuat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, karena PKB memang bekerja dan berbagi untuk rakyat,” tutupnya. (lie)