Ribuan Kiai Bertekad Kembalikan PKB Seperti 1999

Kendal – Sekitar 2000-an kiai dan ulama berkumpul mengikuti Halaqoh Ahlusunnah Wal Jamaah di Pondok Pesantren AlFadlu Wal Fadhilah Kaliwungu Kendal, Minggu (15/4). Acara yang digelar oleh Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa itu mendiskusikan bagaimana Nahdlatul Ulama (NU) yang berideologi Ahlusunnah wal Jamaah selalu memerankan peran kebangsaan dan kenegaraan.

Tampil sebagai pembicara halaqoh, Rois Syuriah KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Pengasuh Ponpes Alfadlu Walfadhilah KH Dimyati Rois, dan Pengasuh Ponpes Roudlatut Thalibin Gus Yahya C Staguf.
Muhaimin Iskandar menegaskan, pihaknya sengaja menggelar pertemuan tersebut dalam kerangka untuk selalu merefleksikan kiprah NU dalam berbangsa dan bernegara. Cukup panjang sejarah NU ikut membangun negeri ini.

Kekuatan basis massa NU yang hampir 40 persen di negara ini menjadi tonggak kuat tegaknya NKRI. Tetapi yang patut disadari adalah arah pembangunan belum sepenuhnya menjangkau basis NU yang tersebar di berbagai pelosok desa. “Kondisi ini harus disadari untuk diperjuangkan oleh NU yang basis mayoritasnya ulama,” tandas pria yang kerap di sapa Cak Imin ini.

Pengalaman selama ini, ujar Menakertrans ini, perjuangan tidak bisa dilakukan sendiri. Persatuan dan kekeluargaan harus menjadi harga mati bagi seluruh kader ahlusunnah wal jamaah.

“Sejarah yang selalu membuktikan kalau NU mudah dipecah belah, itu menjadi pelajaran yang berharga untuk menata masa depan kelak. Sejarah pula yang menunjukkan kalau peran NU selalu dipinggirkan. Masa lalu inilah yang harus diakhiri dengan mewujudkan rasa kekeluargaan dan persaudaraan seluruh masyarakat NU,” tandasnya.

Dia menambahkan, forum tersebut memang menjadi sarana mengumpulkan kembali balung pisah. Semangat rekonsiliasi dan perubahan untuk menuju yang lebih baik menjadi landasan berpikir membangun PKB.

“Kami berterima kasih, para kiai hadir memenuhi undangan kami. Rasa terima kasih kami akan kami tunjukkan dengan kerja keras membangun PKB. Kami menjadi percaya diri untuk menghadapi Pemilu 2014 yang akan datang. Kehadiran para kiai adalah semangat kita semua untuk mengembalikan PKB seperti tahun 1999,” paparnya.

sumber: SuaraMerdeka