Kenapa 4G LTE Ditunggu-tunggu?

Jakarta – Bukan tanpa alasan jika teknologi Long Term Evolution (LTE) begitu ditunggu oleh operator seluler, termasuk Indosat yang baru saja memulai uji coba layanan pita lebar seluler 4G tersebut.

“Di masa depan kebutuhan trafik data kian tinggi dengan kondisi keinginan mendapatkan kecepatan yang tinggi dari pengguna, itu sebabnya kami menjajal LTE,” jelas Division Head Data Product Portfolio Indosat, Bernadus Erry Nugroho, di sela uji coba LTE di Surabaya, Senin (17/10/2011).

Ia memaparkan, pada tahun 2011 ini saja, ada lima hingga enam juta unit ponsel pintar (smartphone) yang terjual di Indonesia. Ponsel tipe ini memiliki kemampuan tidak hanya untuk teleponi dasar (suara dan SMS), tetapi juga menjalankan fungsi multimedia dengan dukungan akses internet.
“Secara global, diperkirakan ada 650 unit smartphone terkoneksi ke internet setiap jamnya dan sebanyak 290 aplikasi diunduh setiap detiknya. Jawaban atas kebutuhan itu ada di LTE,” kata Erry.

Menurutnya, secara teknologi LTE mampu menekan tingkat jeda pengiriman data (latency/delay) hingga 10 milidetik dengan performansi yang stabil. Selain itu LTE menawarkan efisiensi penggunaan bandwidth dan biaya mencapai 50% per bit.

“LTE juga ramah dengan smartphone karena ketika terkoneksi internet, akses LTE menjadi pilihan utama, setelah itu baru turun ke High Speed packet Access/HSPA, dan 3G,” jelasnya.

Diungkapkannya, kondisi yang terjadi saat ini walaupun trafik data melonjak tinggi, tetapi omset yang dihasilkan belum signifikan mengingat biaya operasional untuk menghadirkan data kecepatan tinggi masih mahal.

“Dalam uji coba kami menggunakan frekuensi refarming dengan lebar 10 MHz di pita 1800 MHz, akses maksimal yang bisa didapat dari LTE 73 Mbps. Idealnya, kecepatan akses bisa didapat 100 Mbps jika menggunakan 15 MHz,” jelas Erry.

Di Indosat sendiri, dari 50 juta pelanggannya saat ini ada 10 juta yang aktif menggunakan akses 3G. Menurut dia, pelanggan itu potensial untuk menjadi pelanggan LTE nantinya.

LTE sendiri, menurut Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika Muhammad Budi Setiawan, baru akan dikomersilkan dalam waktu 2-3 tahun lagi dengan frekuensi ideal 700 MHz.

Sumber: detikINET

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: