Inilah Sepeda Listrik Roda Tiga Buatan Anak SMK

Meski sudah purna dari jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan pun gagal menjadi Wakil Wali Kota Yogyakarta dalam pemilukada Kota Yogyakarta lalu berpasangan dengan calon Walikota Hanafi Rais tak membuat Ir. Tri Herjun Ismadji, M.Sc patah arang dalam mengabdi untuk kepentingan masyarakat.

Bersama dengan sejumlah alumni teknik sipil Universitas Gadjah Mada yang sama-sama memiliki kegemaran mengendarai sepeda santai, Tri Herjun menciptakan Sepeda Listrik Roda Tiga (SLRT) yang dapat gunakan oleh para penyandang dan para lansia. Ide mereka ini selanjutnya diterjemahkan oleh siswa-siswa SMK yang tengah mengikuti pelatihan di Balai Latihan dan Pendidikan Teknik (BLPT) DIY. Lalu terciptalah sepeda yang dapat digunakan untuk lansia dan para difabel.

“Kami dari komunitas Sepeda Sehat Sipil (S3) UGM, coba membuat sepeda elektrik. Akhirnya dalam 21 hari bisa menghasilkan sepeda roda tiga yang dikerjakan oleh siswa-siswa SMK,” kata Tri Herjun, Kamis 3 Mei 2012.

Tri Herjun pun memaparkan berbagai keunggulan sepeda elektrik tersebut. Selain harganya memang relatif murah, SLRT dapat dipakai sebagai sarana olahraga, rekreasi dan niaga.

“Dibanding dengan sepeda roda dua, SLRT lebih stabil dan bisa membawa beban 150 kg. Dilengkapi dinamo listrik, jika difabel tidak bisa mengayuh maka pakai dinamo,” katanya. Untuk menghidupkan dinamo listrik 350 watt, sepeda tersebut dilengkapi aki kering 12 ampere yang sebelumnya harus dicas selama 6-7 jam agar bisa menempuh jarak 60 kilometer dengan kecepatan 30-35 km/jam.

Untuk harga setiap unit sepeda eletrik, Tri Harjun menyatakan dipastikan lebih murah dibuat oleh bengkel lokal dan masyarakat bisa memesannya. “Jika dari luar negeri satu unit sepeda eletrik bisa mencapai harga antara 1.000 hingga 1,500 dolar, tentunya sepeda elektrik lokal ini jauh lebih murah,” katanya.

Lebih lanjut, Tri Herjun menyatakan sepeda listrik roda tiga ini untuk pertama kali dibuat di Indonesia. Sepanjang yang ia ketahui, belum pernah ada sepeda sejenis yang sudah diproduksi di dalam negeri. Kalau pun ada, jelas barang impor dan itu pun khusus sepeda lisrik roda tiga untuk para difabel sehingga tidak disertai alat pengayuh.

“Sepeda elektrik yang kita produksi juga dilengkapi dengan alat pengayuh,” katanya.

Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., dalam mencoba mengendarai sepeda tersebut seraya memberi apresiasi kepada Tri Herjun Ismadji. “Apa yang dihasilkan ini bisa bermanfaat. Kita harus bangga dengan produk sendiri. Meski ini barus produk rintisan, tapi di masa mendatang bisa semakin lebih baik,” ujarnya singkat. Sumber: Vivanews

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: