Rusia Mulai Gelar Operasi Pembersihan Sisa Ledakan Meteor

Moskow – Sebuah tim dengan jumlah 20 ribu orang dikirim ke pegunungan Ural sebagai bagian dari tim penyelamat dan operasi pembersihan serangan meteor, Jumat kemarin.

Presiden Vladimir Putin memerintahkan langsung operasi ini untuk membantu sekitar 1.100 orang yang terluka, termasuk 200 anak-anak, kebanyakan akibat pecahan kaca.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Jumat (15/2) kemarin, sebuah bola api raksasa melintas di langit pagi yang cerah, dan kemudian diikuti dengan ledakan keras.

Getaran yang ditimbulkan hujan meteor ini menghancurkan kaca jendela dan menghantam sejumlah bangunan di sekitar Chelyabinsk.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dia berterimakasih kepada Tuhan karena tidak ada pecahan besar dari meteor seberat 10 ton dengan kecepatan sekitar 30km per detik, saat mendarat di area padat pemukiman.

Meteor itu memasuki atmosfir Bumi dan pecah 30-50 km di atas permukaan tanah, demikian menurut Akademi Sains Rusia seraya menambahkan bahwa meteor itu melepaskan beberapa kilo ton energi yang sama dengan senjata atom kecil.

Pasca kejadian, Kementerian Keadaan Darurat Rusia meminta warga untuk tenang dengan menyebut tingkat radiasi dalam keadaan norma dengan menggambarkannya sebagai sebuah ‘hujan meteor dalam bentuk bola api’.

“Ledakan sangat kuat sehingga jendela di bangunan kami dan bangunan sekitar kota secara umum pecah,” kata Polina Zolotarevskaya, seorang warga Chelyabinsk kepada BBC News.

Chelyabinsk, terletak sekitar 1.500 km timur Moskow, merupakan kawasan pabrik dan menjadi lokasi pembangkit nuklir dan penyimpanan limbah atom Mayak.

Sejauh ini para ilkuwan membantah sejumlah laporan bahwa meteor ini terkait dengan asteroid 2012 DA14, yang melintasi Bumi pada hari Sabtu (16/2) waktu Indonesia, dengan jarak sekitar 28 ribu km dari Bumi, yang merupakan jarak terdekat bagi sebuah obyek ruang angkasa dengan ukuran yang besar.

Hujan meteor di Rusia sangat jarang terjadi tetapi satu peristiwa meteor jatuh yang diyakini menghancurkan sebuah kawasan seluas 2.000 km persegi pernah terjadi di Siberia tahun 1908.

Sumber: Inilah.com

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: