Situs Gunung Padang Bisa Geser Sejarah Peradaban Dunia

BANDUNG — Situs Gunung Padang tidak hanya satu lapisan budaya atau bangunan, tapi multi lapisan. Lapisan pertama tidak hanya di atas bukit tapi juga sampai ke lereng bukit. Kesimpulan ini didapat dari penelitian Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang sejak tahun 2012. Apa yang ada di Gunung Padang diperkirakan dapat mengubah peta peradaban dunia.

Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana yang juga inisiator dari riset Gunung Padang, Andi Arif mengatakan, penemuan ini dapat dikatakan riset terbaik di dunia karena hasilnya dapat mengubah peta peradaban dunia.
“Situs ini bukan sembarang situs, sehingga, seluruh ahli di bidangnya masing-masing yang sebagian besar dari Jabar ini terlibat dalam meneliti,” kata dia  saat ekspos Gunung Padang di Gedung Sate, Bandung, Kamis (3/10).

Menurut dia, melihat hasil penelitian ini sangat istimewa sehingga bukan hanya Jabar yang berkepentingan untuk menjaga dan melestarikan situs ini, tetapi juga pemerintah pusat.

“Tadi saya berbicara dengan Pak Wagub dan beliau bilang akan mempertimbangkan ke pemerintah pusat pusat,” kata dia.

Ekspos Gunung Padang juga menjelaskan mengenai Gunung Padang yang struktur buatan manusia tidak hanya dipermukaan tapi paling tidak sampai kedalaman 15 meter teridentifikasi dengan baik bahwa ada dinding dan ruang-ruang.

Kemudian, TTRM yang diwakili Dani Hilman mengatakan, hasil karbon //dating// menunjukkan bahwa, layer 1 (situs menhir) berumur 500 sampai dengan 1.000 SM, layer 2 (satu kolom bersemen disusun horisontal) berumur l4.500-5.000 tahun SM.
Sementara layer 3 berumur lebih dari 7.700 SM (umur tanah penutup), umur karbon dari material diantara susunan batu kolomdari kedalaman 5-15 meter berumur belasan ribu tahun.

Situs yang terletak  di atas kawah purba ini diperkirakan memiliki luas 15 hektare dengan puncak setinggi 110 cm. Gunung Padang memiliki luas sepuluh kali lebih luas dari pada Candi Borobudur yang hanya 1,5 hektar dengan puncak candi 35 cm. Sumber: Republika

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: