Tantangan Pengembangan TIK Indonesia

JAKARTA – Industri Teknologi Informasi yang mengalami perkembangan yang pesat di Indonesia. Sayangnya anggaran perusahaan TI justru lebih banyak dimanfaatkan untuk menjalankan operasional harian, sementara untuk inovasi justru sangat kecil.

“Anggaran kebanyakan perusahaan saat ini menggunakan 75 persen anggaran TI mereka untuk menjalankan operasional harian, dan sisanya dialokasikan untuk mendukung inovasi,” ungkap Country Manager EMC Indonesia Adi Rusli dalam Media Briefing di Paulaner Brauhaus, Grand Indonesia, Jakarta.kepada wartawan belum lama ini.

Minimnya biaya inovasi menjadi tantangan industri TI, di samping juga pertumbuhan data tidak terkendali. Ia memprediksi dalam dasawarsa mendatang pertumbuhan volume informasi diharapkan tumbuh 20 kali lipat, dengan pertumbuhan tenaga kerja di bidang TI 1.5 kali lebih banyak

“Pertumbuhan data yang pesat dan dapat diakses secara online oleh kriminal dunia cyber, akan menimbulkan masalah keamanan,” ungkapnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, munculah yang namanya komputasi Awan. Komputansi Awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Mampu memecahkan tantangan tersebut dan secara fundamental mentransformasi TI. Ini membantu TI untuk dapat mengalokasikan biaya lebih untuk inovasi hingga 50 persen.

“Saat orang mengarah ke Awan, tahapan pertama yang akan mereka jalankan adalah Awan Privat dan dasar dari transisi ini adalah Virtualisas. Salah satunya infrastruktur penyimpanan yang terintegrasi dengan lingkungan virtual,” katanya.

Untuk meningkatkan efisiensi biaya, orang akan memvirtualisasi aplikasi lapis ke-3 dan ke-2 mereka terlebih dahulu. Kemudian untuk meningkatkan pelayanan, mereka akan memindahkan aplikasi utama mereka.

Setelah membangun Awan Privat, orang akan berkeinginan untuk beralih ke Awan Hibrida. Awan Hibrida adalah kombinasi sumber daya Awan Privat dan sumber daya Awan Publik.

EMC adalah perusahaan jasa yang membangun infrastruktur Awan Publik menggunakan arsitektur yang sama seperti yang EMC rekomendasikan untuk Awan Privat, sehingga mereka dapat memberikan pelayanan TI dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.

Sumber: TribunNews

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: