Inilah Profil Calon Menkominfo versi JokowiCenter

Jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di kabinet yang akan dibentuk oleh Presiden Terpilih 2014-2019, Joko Widodo menjadi salah satu jabatan yang menjadi perhatian khalayak ramai. Terlebih bagi mereka para penggiat dan pemerhati perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Tanah Air.

Selain itu, pengguna internet di Indonesia pun menaruh harapan yang besar kepada sosok Menkominfo yang baru nanti di Kabinet Jokowi. Aspirasi mereka banyak dijumpai di dunia maya melalui akun jejaring sosial. Kebanyakan mendambakan koneksi internet yang cepat dan merata.

Tim relawan Joko Widodo melalui situs web Jokowi Center juga telah membuat polling Menteri Kabinet Usulan Rakyat, termasuk di dalamnya adalah jabatan Menkominfo. Untuk jabatan itu, tim Jokowi Center memunculkan tiga kandidat yang dianggap layak menempati posisi tersebut, ketiganya adalah Ferry Mursyidan Baldan, Nezar Patria, dan Onno W. Purbo.

Sebagian dari nama-nama tersebut sudah tidak asing lagi di telinga penggiat dan pemerhati TIK Tanah Air, namun ada juga yang belum tahu siapa sebenarnya ketiga kandidat tersebut.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang siapa ketiga kandidat Menkominfo dalam Kabinet Usulan Rakyat itu, KompasTekno menampilkan profil singkat ketiganya.

Ferry Mursyidan Baldan

Ferry saat ini adalah anggota Komisi II DPR RI periode 2004-2009. Pria kelahiran Jakarta, 16 Juni 1961 ini adalah lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjajaran, Bandung pada tahun 1988.
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha Ferry Mursyidan Baldan

Semasa mudanya, Ferry aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, seperti Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI). Ferry pun pernah menjadi Ketua Umum PB HMI periode 1990-1992.

Semenjak itu, karir politik Ferry terus meningkat setelah bergabung dengan Partai Golongan Karya (Golkar) dan menjadi anggota MPR RI periode 1992-1997 mewakili organisasi pemuda/mahasiswa.

Selama karirnya di DPR, Ferry pernah menjadi anggota, Wakil Ketua Komisi II, dan Ketua Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara, dan agraria.

Dalam halaman Wikipedia, Ferry disebut pernah terlibat penyusunan UU yang dinilai banyak pengamat sebagai landasan menuju Indonesia yang demokratis, yakni UU No 22/1999 tentang Otonomi Daerah, UU No 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, dan Pansus tiga UU Bidang Politik, khususnya UU Parpol dengan Ferry sebagai Ketua Pansus-nya.

Nezar Patria

Nezar Patria memiliki latar belakang dunia pers. Pria kelahiran Siglie, Kabupaten Pidie, 5 Oktober 1970 ini merupakan salah satu aktivitis yang ikut diculik pada masa reformasi 1998.
kompas.com/dani prabowo Anggota Dewan Pers Nezar Patria

Nezar yang merupakan lulusan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada pada 1997 ini juga aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan, seperti Jemaah Shalahuddin UGM (1990-1991), Biro Pers Mahasiswa Fakultas Filsafat UGM, Pijar (1992-1996), dan Sekretaris Umum Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) tahun 1996.

Karir Nezar di dunia pers dimulai saat bergabung dengan Majalah D&R (Detektif & Romantika) pada tahun 1999 hingga 2000. Setelah itu, Nezar bergabung dengan majalah Tempo hingga tahun 2008.

Di tahun 2007, Nezar meraih gelar Master of Science (MSc) dari London School of Economics (LSE), Universitas London, Inggris di bidang Politik dan Sejarah Internasional.

Nezar pun sempat menjabat sebagai ketua umum Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) pada 2008 – 2011. Saat ini, Nezar menjadi anggota Dewan Pers periode 2013 – 2016.

Onno W. Purbo

Kandidat selanjutnya muncul dari kalangan praktisi TI. Namanya sudah banyak dikenal oleh penggiat dunia teknologi informasi di Indonesia. Ya, Onno Widodo Purbo, pakar TI Indonesia ini masuk dalam kandidat Kabinet Usulan Rakyat Jokowi.

Kiprah Onno W. Purbo di dunia teknologi informasi sudah banyak dikenal. Ia menjadi penggagas jaringan internet murah swadaya masyarakat yang dikenal dengan sebutan RT/RW-Net.

Aditya Panji/KompasTekno Onno W. Purbo (paling kanan) sedang menjelaskan cara mengoperasikan OpenBTS kepada pengunjung Internet Governance Forum (IGF) 2013 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Selasa (22/10/2013).

Onno yang giat memasyarakatkan teknologi open source ini merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan Teknik Elektro tahun 1981.

Onno kemudian melanjutkan studinya ke Waterloo University, Kanada, dan mendapatkan gelar PhD di bidang Silicon Device dan Integrated Circuit.

Selain itu, Onno juga mendapat gelar M.Eng dari McMaster University dalam bidang laser semikonduktor dan fiber optik.

Berbagai penghargaan terkait dengan inovasia maupun pemikirannya untuk dunia TI Indonesia telah didapat Onno.

Beberapa di antaranya adalah anugerah Adhicipta Rekayasa,” dari Persatuan Insinyur Indonesia di tahun 1996, ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award di tahun 1997, serta IGOS Summit 2 Award di tahun 2008 dari Menkominfo atas semangat dan perjuangannya menyebarluaskan pemanfaatan Open Source di Indonesia.

Itulah sekelumit profil dari ketiga kandidat Menkominfo dalam Kabinet Usulan Rakyat yang digagas oleh Jokowi Center. Sayangnya, dalam situs tersebut tidak disebutkan secara jelas pertimbangan apa yang dipakai dalam menentukan ketiga kandidat Menkominfo itu.

Walau demikian, peserta survei tetap bisa mengusulkan nama kandidat Menkominfo lain yang dirasa tepat saat mengikuti polling. Ingin memilih tiga nama di atas atau mengusulkan nama lainnya? Silakan kunjungi tautan berikut ini.

via KompasTEKNO

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: