KH Said Aqil Siradj: Tasawuf Solusi di Era Globalisasi

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

Tripoli, NU Online. Ketua Umum PBNU yang juga Wakil Sekjen World Tasawuf Office (WTO) untuk Zona Asia, KH Said Aqil Siradj, mempresentasikan makalahnya pada Jum’at sore kemarin (11/1) di hadapan para pesreta Muktamar Tasawuf Internasional ke-2 yang berlangsung di komplek kampus Kuliyah Dakwah Islamiyah Tripoli Libya.

Pada Muktamar yang digagas oleh World Islamic People Leadership (WIPL) ini dan juga diliput oleh 50 media masa dari Afrika, Asia, Eropa dan Amerika, Kang Said -begitu sapaan akrab beliau- mengangkat tema Tasawuf dan Tantangan Globalisasi (At-tasawuf wa Tahaddiyat Al-Aulamah). (more…)

Continue ReadingKH Said Aqil Siradj: Tasawuf Solusi di Era Globalisasi

Tidak Dilakukan Nabi, Bukan Berarti Tidak Islami

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

JAKARTA – Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengatakan, banyak kegiatan yang tidak dipraktikkan Rasulullah SAW bernilai sunnah di zaman sekarang. Tak semua perkara baik sejak masa Nabi hingga kini secara langsung dilaksanakan oleh Nabi.

Kiai Ishom mencotohkan, model peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jamak ditemukan di Tanah Air tidak serta merta berstatus bid’ah. Maulid Nabi secara substansial memiliki landasan yang kuat, meski dalam detail pelaksanaannya belum ada di zaman Rasulullah.

Rasulullah sendiri, sambungnya, memperingati dan menyukuri hari lahirnya dengan cara berpuasa. Hal ini dapat dirujuk dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi. (more…)

Continue ReadingTidak Dilakukan Nabi, Bukan Berarti Tidak Islami

Umat Islam jangan Tanggapi Persoalan dengan Emosi

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi meminta agar umat Islam tidak menanggapi berbagai persoalan terkait umat atau kelompok lain secara emosional dan memusuhi, tetapi kemajuan dan keunggulan yang dicapai orang lain harus disikapi sebagai sarana untuk berkompetisi secara sehat.

“Kita tidak perlu memusuhi, tetapi mengungguli, melakukan kompetisi bukan menghancurkan,” katanya, Rabu (25/5). (more…)

Continue ReadingUmat Islam jangan Tanggapi Persoalan dengan Emosi

AS bela Hak Muslimah bercadar di Perancis

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

Amerika Serikat (AS) Selasa (12/4) mendukung hak orang untuk mengekspresikan “keyakinan agama melalui pakaian (menurut keyakinan) agama”-nya. Hal itu dikatakan terkait kepolisian Prancis yang mendenda seorang wanita karena memakai pakaian yang menutup seluruh wajah.

Juru bicara Deplu AS Mark Toner membela kebebasan beragama dan bereksprersi, tapi tak sampai mengkritik larangan Prancis pada pengenaan pakaian yang menutup penuh wajah, termasuk niqab atau cadar.

“Saya akan merujuk anda ke pemerintah Prancis untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai undang-undangnya, tapi kami mendukung kebebasan beragama dan berekspresi, dan itu mencakup hak untuk mengekspresikan keyakinan agama melalui pakaian keagamaan,” katanya. Ia menekankan bahwa Prancis adalah “sekutu sangat dekat” AS. (more…)

Continue ReadingAS bela Hak Muslimah bercadar di Perancis

Gus Dur: Islam Kaset dan Kebisingannya

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

Oleh: KH Abdurrahman Wahid

SUARA bising yang keluar dari kaset biasanya dihubungkan dengan musik kaum remaja. Rock ataupun soul, iringan musiknya dianggap tidak bonafide kalau tidak ramai.

Kalaupun ada unsur keagamaan dalam kaset, biasanya justru dalam bentuk yang lembut. Sekian buah baladanya Trio Bimbo, atau lagu-lagu rohani dari kalangan gereja. Sudah tentu tidak ada yang mau membeli kalau ada kaset berisikan musik agama yang berdentang-dentang, dengan teriakan yang tidak mudah dimengerti apa maksudnya.

Tetapi ternyata ada “persembahan” berirama, yang menampilkan suara lantang. Bukan musik keagamaan, tetapi justru bagian integral dari upacara keagamaan: berjenis-jenis seruan untuk beribadat, dilontarkan dari menara-menara masjid dan atap surau. (more…)

Continue ReadingGus Dur: Islam Kaset dan Kebisingannya

Ketentuan-ketentuan dalam Qurban

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

Oleh Kyai M. Sholihuddin Shofwan
* Katib Syuriyah MWCNU Bareng Jombang, dan Ketua LTN-NU Jombang

Istilah udlhiyyah adalah nama untuk hewan qurban yang disembelih pada hari raya qurban (10 Dzulhijjah) dan hari-hari tasyriq, dengan tujuan untuk taqarrub (mendekatkan diri pada Allah). Kata udlhiyyah juga terkadang digunakan untuk makna tadlhiyyah (berqurban atau melakukan qurban)

Udlhiyyah dengan menggunakan makna tadlhiyyah (melakukan ibadah qurban) hukumnya adalah sunah muakkad bagi setiap orang Islam, baligh, berakal dan mampu. Yang dimaksud mampu di sini adalah orang yang mampu melakukan ibadah qurban, dengan cara menyembelih hewan, bersamaan ia memiliki suatu kelebihan untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk dirinya dan orang yang wajib dinafkahinya, pada saat hari raya qurban dan pada hari tasyrik, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Namun berqurban hukumnya dapat menjadi wajib apabila dinadzari. Misalnya jika seseorang berjanji akan berqurban jika ia berhasil mendapatkan prestasi tertentu. (more…)

Continue ReadingKetentuan-ketentuan dalam Qurban