KH Yusuf Chudlori: Pesantren Adalah Pendidikan Utama, Jangan Alternatif

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

DEMAK – Dalam menentukan pilihan untuk kelanjutan pendidikan anak, sebagai orang tua seharusnya dapat memilihkan dengan arif dan bijaksana. Kelangsungsan perilaku anak adalah hal utama dalam kehidupan mereka, karenanya membentuk perilaku dan jiwa agamis dalam karakter anak adalah menjadi kebutuhan yang utama.

Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren API Tegal Rejo Magelang KH Yusuf Khudlori saat memberikan tausiyah pada acara Haflah Akhirussanah di Pesantren Sabilul Huda Kalikondang Demak, Kamis (27/6) malam. Menurut Gus Yusuf -sapaan akrabnya, mestinya orang tua menjadikan pesantren sebagai tujuan utama dalam mendidik anak, bukan alternatif.

“Pesantren adalah tujuan utama dan bukan alternatif untuk pendidikan anak anak kita. Alhamdulillah sekarang banyak pesantren yang sudah maju hingga perguruan tinggi. Sehingga tak perlu khawatir anak-anak akan ketinggalan zaman kalo masuk pesantren,” tuturnya. (more…)

Continue ReadingKH Yusuf Chudlori: Pesantren Adalah Pendidikan Utama, Jangan Alternatif

KH Yusuf Chudlori: PKB Jateng Lebih Memilih Mahfud MD daripada Rhoma Irama!

  • Post author:
  • Post category:PKB

Semarang – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa tengah menyatakan mengapresiasi pencalonan Rhoma Irama. Akan tetapi, warga PKB Jateng menegaskan telah memiliki pilihan sendiri untuk calon presiden, yakni Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfudz MD.

“Berdasarkan dari pendapat cabang – cabang dan para kyai, Pak Mahfud sosok yang layak untuk di dukung,” kata Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chuldori, Senin (3/12/2012). (more…)

Continue ReadingKH Yusuf Chudlori: PKB Jateng Lebih Memilih Mahfud MD daripada Rhoma Irama!

PKB Jateng Perjuangkan Cawagub dari NU

  • Post author:
  • Post category:PKB

SEMARANG – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng kekeh menginginkan kader partainya untuk bisa diusung menjadi calon wakil gubernur(cawagub) dalam Pilgub Jateng 26 Mei 2013. PKB tidak akan mempersoalkan siapa pun calon gubernur yang hendak diusungnya, namun partai tersebut meyakini memiliki kans untuk mengusung cawagub karena memiliki sembilan kursi di DPRD Jateng.

Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori menyatakan, cawagub yang diusung tentu merupakan kader terbaik partainya.

“Kalau memang ada, kader perempuan juga bisa dicawagubkan. Kini, kami sedang ngelist siapa saja yang layak untuk diusung menjadi cawagub,” kata pria yang akrab disebut Gus Yusuf saat memberikan sambutan dalam Rakorwil DPW dan DPC Perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PPKB) di Ruang Banggar, DPRD Jateng, Sabtu (24/11). (more…)

Continue ReadingPKB Jateng Perjuangkan Cawagub dari NU

Kyai Sepuh NU Tidak Tega PKB Sendirian

  • Post author:
  • Post category:PKB

JAKARTA–Para kyai sepuh Nahdlatul Ulama berkomitmen tidak akan membiarkan Pemilu 2014 menjadi momentum perpisahan bagi PKB.

Karena itu, para ulama mendorong PKB menjadi partai besar. Caranya dengan tidak membiarkan PKB sendirian menghadapi tantangan dan dinamika politik dewasa ini.

Penegasan di atas disampaikan Pengasuh Ponpes Futuhiyah Mranggen KH Hanif Muslich, dalam silaturrahim antara Ulama PKNU dan DPW PKB Jateng di Ponpes Futuhiyah.

“Bagi saya berat sekali untuk tidak memikirkan PKB atau partai lain yang pengurusnya kader-kader NU. Apalagi kalau sampai meninggalkan PKB atau PKNU. Rasane ora tegel (tidak tega, Red) kalau akhirnya pemilu 2014 menjadi pemilu wada’ (perpisahan, Red) bagi PKB,” kata kyai sepuh NU ini. (more…)

Continue ReadingKyai Sepuh NU Tidak Tega PKB Sendirian

KH Yusuf Chudlori Pimpin Taaruf DPW PKB Jateng di Ponpes Girikusumo Demak

  • Post author:
  • Post category:PKB

Demak – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Jawa Tengah yang dinahkodai KH Yusuf Chudlori berkomitmen mengembalikan wibawa dan martabat partai. Meski berat, namun tidak ada yang mustahil di dunia ini.

“PKB punya tugas berat mengembalikan wibawa dan martabatnya di Jawa Tengah, karena belum sedikit pun kader NU tercermin pada pucuk-pucuk pimpinan Jawa Tengah,” papar pria yang akrab dipanggil Gus Yus itu di acara Ta’aruf Pengurus DPW PKB Jawa Tengah di Pondok Pesantren Girikusumo, Banyumeneng, Mranggen, Demak, akhir pekan lalu. (more…)

Continue ReadingKH Yusuf Chudlori Pimpin Taaruf DPW PKB Jateng di Ponpes Girikusumo Demak

Shalawat Habib Syech untuk Negeri Damai

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

Magelang, NU Online
Ketika syair “Sholatun bi salamil mubin” didendangkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, sekitar 20 ribur orang lebih serentak mengikuti alunan syairnya. Halaman Masjid Agung, Alun-alun Kota Magelang menjadi lautan manusia yang berbaju putih, Sabtu (28/5).

Habib Syeh mengangkat tangannya, tanpa dikomando para Syechkres (pecinta shalawat Habib Syech) dan para jamaah majelis ta’alim Magelang Bershalawat menirukan syairnya, “Sholatun bi salamil mubini linuqhotit ta’yii ni ya ghoroomii. Nabiyyuna kaana ashlattak wiini min ahdi kun fayakuunu yaa ghoroomii.”

Yang maknanya kurang lebihnya begini, “Shalawat serta salam kupersembahkan kepadamu wahai kekasihku. Sebagai bukti keteguhanku, wahai Nabi Muhammad SAW (kekasihku).”

Seraya melantunkan syair itu, bendera warna-warna dikibarkan. Bendera yang dikibarkan para jamaah antara lain bendera merah putih, NU, Syechkres, OI (orang Indonesia), Muhammadiyah, kelompok pengajian, bendera bertuliskan Allah dan Muhammad. Merah, biru, putih, kuning, ungu bendera yang mereka kibarkan tak menjadi sebuah perbedaan. Semua larut dalam kebersamaan, satu hati mendendangkan syair-syair kecintaan dan kerinduan umat manusia kepada Rasulullah.

Sepanjang acara, bendera-bendera itu tak pernah berhenti, terus bergerak dikibarkan seperti menjadi sebuah semangat untuk mencintai Rasulullah, Indonesia dan sesama manusia. Anak-anak, remaja dan orang tua mendendangkan shalawat untuk keselamatan dunia dan akhirat. Sesuai dengan tema malam itu yakni, Magelang Bershalawat Doa untuk Kedamaian dan Keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Disela-sela bershalawat Habib Syech juga memberikan uraian hikmah. Dia mengajak seluruh umat manusia untuk intropeksi diri, jadilah seperti akar. Karena akar adalah unsur pohon yang memiliki ketulusan dalam menjalani mata rantainya. Meski akhirnya yang mendapatkan sanjungan adalah buah dari pohon itu.

“Menirulah Rasulullah meski berbeda keyakinan dan agama beliau menghormati mereka. Bahkan Beliau mendoakan mereka yang bersebrangan dan memusuhinya,” katanya.

Menurutnya, hal yang paling sederhana mudah dilakukan adalah senyum dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan sembari mengucapkan salam. Jangan sampai kalah dengan semut, setiap kali berpapasan dengan temannya selalu bersalamanan. (more…)

Continue ReadingShalawat Habib Syech untuk Negeri Damai