Pesantren Kaliopak Jogja Ngaji Wayang dan Tafsir al-Ibriz

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

YOGYAKARTA – Berbeda dengan yang lain, Pondok Pesantren Kaliopak mengisi  Ramadhan dengan mengkaji lakon wayang tiap seminggu dua kali. Disamping itu diaji pula tafsir berbahasa Jawa karangan KH Bisri Musthofa, Al-Ibriz, tiap hari.

“Wayang adalah bayang-bayang kita sendiri. Dengan mengkaji lakon wayang kita dapat introspeksi dan mengukur diri kita dalam menjalankan perjalanan sebagai hamba Allah. Mengaji wayang juga mengaji kitab kuning. Itu merupakan tafsir sufisme Jawa,” ungkap M Jadul Maula, Pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak Yogyakarta, Rabu (17/7).

Selain mengaji atau diskusi lakon wayang, di Kaliopak juga mengkaji Tafsir Ibriz. “Al-Ibriz merupakan tafsir dalam bahasa Jawa. Itu merupakan bagian dari kontekstualisasi. Itu merupakan kekayaan khazanah Islam Nusantara,” tambahnya. (more…)

Continue ReadingPesantren Kaliopak Jogja Ngaji Wayang dan Tafsir al-Ibriz

M. Jadul Maula: Inikah Akhir Zaman Budaya Kita?

  • Post author:
  • Post category:Ke-NU-an

Pidato kebudayaan di atas disampaikan M. Jadul Maula, 28 Maret 2013, di PBNU.

“Tiadakah engkau lihat bagaimana Allah menciptakan metafora tentang ‘kalimat yang baik’ sebagaimana ‘pohon yang baik’, akarnya kuat (terhunjam) dan cabangnya ke langit (menjulang). Pohon itu menghasilkan buahnya setiap saat, atas izin Tuhannya.

Dan Allah mencipta metafora bagi manusia, supaya mereka ingat selalu. Juga, tentang metafora ‘kalimat yang buruk’ seperti ‘pohon yang buruk’, yang tercerabut dari akar bumi, jadilah ia tanpa kekuatan.” [Q.S. Ibrahim: 24-26]

Salah satu tema marjinal dalam kajian Islam dewasa ini adalah soal eksistensi dan transformasi budaya lokal. Padahal, kalau kita benar-benar memercayai bahwa untuk membangun keindonesiaan yang kokoh, antara lain, mesti dilakukan dengan mencintai dan mengembangkan sikap kreatif terhadap pluralitas, maka lokalitas merupakan titik pijak yang tidak bisa ditinggalkan. (more…)

Continue ReadingM. Jadul Maula: Inikah Akhir Zaman Budaya Kita?