Tutorial Pembuatan Infrastruktur dengan Terraform (Part I)

Pada kesempatan seri tutorial kali ini, kita akan membangun dan mengelola infrastuktur datacenter sederhana dengan tool bernama Terraform. Terraform dibuat oleh perusahaan yang sama dengan yang membuat Vagrant yaitu HashiCorp.

Terraform sendiri memperkenalkan diri sebagai pelopor konsep Infrastucture as Code, infrastuktur sebagai sebuah kode. Dimana kode tersebut berfungsi untuk membangun, mengubah, dan mengelola infrastuktur secara aman dan mudah diulangi kembali (repeatable). Kode ini sebenarnya adalah sebuah file konfigurasi yang dikenal sebagai HashiCorp Configuration Language (HCL).

Terraform sendiri mulai dikembangkan sejak tahun 2014 yang lalu dan saat ini mencapai versi 0.12.24 19 Maret 2020 (pada saat tulisan ini terbit). Dilepas sebagai project opensource dan ditulis dalam bahasa Go (golang). Terraform dapat berjalan di Linux, FreeBSD, macOS, OpenBSD, Solaris, dan Microsoft Windows tentunya.

dan berikut adalah logo dari Terraform:

dengan cukup banyak pengguna dan komunitas pendukungnya, Terraform kini bisa mengelola infrastuktur dari mulai mesin fisik, VM, switch network, container dll. Terraform mengelola infrastuktur tersebut yang dikumpulkan secara apik dalam satu wadah dengan nama provider. Provider ini sudah sangat lengkap, mulai dari AWS, Microsoft Azure, OpenStack, Alibaba Cloud, Google Cloud Platform (GCP), Heroku, Cloudflare dll. Lebih lengkapnya:

dan lebih banyak lagi karena provider platform ini juga bisa disumbang dari komunitas, silakan baca lebih lengkap disini: https://www.terraform.io/docs/providers/type/community-index.html

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: