Belajar SEO: Batasan Scraped Content

Dalam seri belajar SEO kali ini kita akan membahas batasan-batasan dari Scraped Content yang dibuat oleh Google. Semua sebenarnya sudah diulas di halaman ini oleh Google. Bagi yang belum tahu scraped content, secara sederhana adalah teknik untuk memulung konten dari tempat lain dan dipublikasikan ulang.

yang termasuk scraped content antara lain:

  • konten yang menyalin (copy-paste) dari web lain tanpa menambahkan pendapat atau nilai tambah yang signifikan,
  • konten yang menyalin (copy-paste) dari web lain dengan melakukan modifikasi seperti penggunaan sinonim, antonim dan teknik lainnya,
  • konten yang menulis ulang konten dari situs lain yang dipulung lewat fasilitas RSS,
  • konten yang melakukan embedding konten video, gambar, atau media lain yang tidak menambahkan nilai substansial bagi pembacanya selain hanya mengembed video/gambar saja

nah, dari keempat batasan diatas, apakah situs yang kita kelola sudah masuk ke salah satu kriteria atau belum. secara sederhana keempat kriteria itu hanya ingin bilang “buatlah konten yang tidak mirip dengan konten orang lain”. bagaimana cek kemiripan (similarity) ini? silakan cek menggunakan “copyscape.com”.

CopyScape.com dalam dunia SEO bahkan menjadi salah satu standar kriteria jual beli penulisan konten, “Lolos CopyScape” begitu ujar pemilik jasa.

Membuat Konten Scrap yang Lolos

Ya, mengakali mesin yang lebih pintar (Google Search Bot) ini memang sangat sulit sebenarnya, tapi sedikit-sedikit bisa dikejar lah. Untuk saat ini yang biasa saya lakukan adalah:

  • mencari sumber konten, misal dari Situs luar negeri berbahasa Inggris atau bahasa lain
  • mencari RSS Feed dari situs tersebut
  • mengambil konten dari situs tersebut dan menyimpannya di database
  • menerjemahkan konten tersimpan tersebut dari bahasa asing ke bahasa Indonesia dengan Google Translate API
  • menyimpan hasil terjemahan tersebut ke database
  • melakukan review hasil terjemahan tersebut
  • melakukan proses penyaduran dan pengecekan keterbacaan, kewajaran gaya bahasa dll dari konten tersebut
  • mempublikasikan ke platform blog

yang paling penting adalah langkah yang diberi highlight warna hijau. DI SADUR DULU, DI REVIEW DULU.

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: