Diprotes, Instagram Kembali Pakai Aturan Lawas

INSTAGRAM
<

emka.web.id — Setelah mengubah Kebijakan Privasi dan Syarat Layanan yang membuat geram pengguna, Instagram akhirnya merevisi kebijakan ketentuan layanannya. Mereka pun berjanji tak akan menjual foto pengguna untuk keperluan komersial, termasuk iklan.

Revisi ini muncul setelah banyak kritik atas kebijakan baru Instagram yang rencananya berlaku mulai Januari 2013. Beragam protes dan aksi boikot ditujukan kepada Instagram karena layanan ini mengklaim punya hak untuk menjual foto pengguna tanpa ada pemberitahuan dan bayaran. Namun pada akhirnya, Instagram mencabut pernyataan itu.

Pendiri sekaligus CEO Instagram, Kevin Systrom, mengatakan, ada kesalahan penggunaan bahasa dalam kebijakan baru. “Jelas saja, bukan niat kami untuk menjual foto Anda. Kami sedang bekerja memperbaiki bahasa agar semuanya menjadi jelas.”

Instagram mendengar protes penggunanya, dengan mengembalikan kebijakan ke versi awal sejak layanan diluncurkan pada Oktober 2010.

Instagram diakuisisi oleh Facebook pada Mei 2012 senilai 1 miliar dollar AS dalam bentuk tunai dan saham. Facebook menyelesaikan transaksi akuisisi pada September 2012 senilai 715 juta dollar AS. Jumlah tersebut turun seiring anjloknya nilai saham Facebook di bursa Nasdaq, New York, Amerika Serikat.

Sejak saat itu, Facebook berusaha menghasilkan uang dari layanan Instagram. Sebagai strategi iklan untuk mendapatkan uang, Instagram akan membuka ruang iklan dengan menampilkan akun pengguna lain dan informasi tentang siapa saja yang mem-follow akun tersebut. Teknik ini mirip seperti iklan sponsored stories di Facebook.

Systrom pun berjanji tidak akan menampilkan foto iklan dalam lini masa (timeline) pengguna karena Instagram menghindari “spanduk” iklan.

 

Sumber: KOMPAS Tekno

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

%d bloggers like this: