Grand X, Ponsel Jelly Bean ZTE yang Terinspirasi Mobil Sport


ZTE Grand X (sha/inet)

Jakarta – Kerampingan bodi yang dipadu dengan layar yang lega, inilah kesan pertama saat menjajal smartphone ZTE terbaru yang sudah mengusung sistem operasi Jelly Bean ini.

Adalah seri Grand X yang baru saja diluncurkan ZTE di Indonesia. Meski tipis, namun kesan kokoh terasa dari smartphone dual core ini.

Wajar saja, sebab dalam pembuatan desainnya, ZTE mengaku terinspirasi dari desain mobil-mobil sport lewat tampilan, feel yang aerodinamis, material lebih awet serta eksklusif.

Pada bagian tertipis, ketipisannya hanya 9,9 mm dengan bobot hanya 130 gram, terasa ringan saat digenggam.

Bertempat di Mezza9 Restaurant, Prive Club, kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2012), ZTE mengatakan bahwa desain ini dikembangkan dan dipatenkan sendiri oleh ZTE. “Jadi tak perlu takut kena perang paten,” tukas salah satu perwakilan ZTE Indonesia di hadapan media.

Tak hanya bodi tipisnya yang menawan, smartphone dengan kode V970M ini juga memiliki layar yang kinclong. Maklum, pihak pembesut memakai kerapatan piksel hingga 256ppi. Diklaim, layar ini mampu memunculkan warna yang lebih alami dibanding layar AMOLED.

Layar IPS-nya sendiri cukup lega dengan ukuran 4:3 inch yang mengusung resolusi QHD (960×540 piksel). ZTE mengatakan layar IPS ini tidak akan terlalu menguras daya baterai dibandingkan jika memakai layar OLED.

“Kita memakai layar dengan kerapatan piksel yang cukup tinggi, warnanya lebih natural dan jernih dan tidak melelahkan mata,” imbuh Natalie Susanto dari ZTE Indonesia.

Dengan berbekal OS Jelly Bean atau Android 4.1.1, maka ini berarti smartphone dual core 1GHz tersebut sudah memiliki Project Butter, hasil peningkatan performa yang dilakukan Google.

Hasilnya? Berselancar di atas menu dan memilih aplikasi tidak diganggu oleh adanya lag. Layar sentuhnya juga terasa responsif.

Kamera menjadi salah satu yang diunggulkan oleh produsen asal China tersebut. Meski pasar smartphone dibanjiri dengan pembekalan kamera beresolusi tinggi, yakni 8 megapixel ke atas, ZTE memilih resolusi 5 megapixel. Namun di sini, ZTE memperkaya fitur di dalamnya.

Banyak fitur menarik yang bisa dijumpai antara lain HDR photo, burst shot, face detect, smile detect, panorama hingga multi angle. Ketika dicoba di tempat low light, hasilnya fotonya tidak terlalu mengecewakan.

ZTE mengaku mereka meniadakan kamera depan agar harganya tetap affordable. Ponsel yang dirancang dengan GPU Power VR SGX 531, ROM 4GB dan RAM 512MB ini dibanderol Rp 2.299.000 dan sudah mulai tersedia di pasaran.

Sumber: detikINET

%d bloggers like this: