Mozilla dan Opera menantang Google terkait Open-codec HTML5

Satu minggu setelah Google mengopensourcekan video codec VP8 senilai US$ 124.6 Miliar itu, Mozilla dan Opera dikabarkan telah menghubungi pihak Google untuk dimasukkan dalam spesifikasi rerancang dari HTML5.

Saat ini, HTML5 tidak secara spesifik menyebutkan video codec. Para pengembang Browser sangat bebas untuk memakai codec apapun yang mereka suka. Banyak diantara mereka terpecah antara yang lebih suka codec berpaten seperti H.264 dan codec opensource seperi Ogg Theora.

Dengan mengopensourcekan VP8 dan meluncurkannya ke format media yang lebih besar yang disebut WebM, Google berharap dapat membuat standar tunggal kompresi video di Web yang terbuka dan bebas royalti. Dengan demikian, Mozilla dan Opera tak perlu menunggu lama lagi untuk memakai VP8 codec kedalam browser mereka.

Kamis lalu, CEO Mozilla John Lily mengatakan kepada CNet bahwa Mozilla berharap bisa melembagakan VP8 ke dalam HTML5 dan Opera pun mengatakan kepada TheRegister Inggris bahwa Opera segera akan memasukkan WebM kedalam HTML5-nya.

Wah, kita tunggu saja perkembangan Browser-browser besar ini. Google Chrome 6, Opera 11, dan Firefox 4!

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

2 Responses

  1. Bahrul says:

    Ass.
    Wuiihhh…. US$ 124.6 Miliar ..!!! cuma buat video codec aja yah? gimana harga browsernya yahhh?

    o ya..Met kenal Mas Lutfi Emka…senang rasanya bisa berkenalan dengan sesama nahdliyin,terutama yang jago programming,biar nular nih elmunya kesaya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: