Pangkas Karyawan, Zynga Tutup Kantor di Jepang


Mark Pincus (NewYorkTimes)

Tokyo – Dalam beberapa bulan terakhir, Zynga dikabarkan tengah dalam masa sulit. Oktober silam, pembuat game FarmVille ini harus melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dalam skala cukup besar.

Otomatis, keputusan ini telah mengurangi jumlah karyawannya sebesar 5. Pemangkasan karyawan rupanya masih berlanjut. Pernyataan sang CEO Mark Pincus mengenai rencana penutupan kantor Zynga di beberapa negara, menjadi kenyataan.

Hanya sepekan menjelang akhir tahun 2012, Zynga kabarnya segera menutup kantor Zynga di Jepang. Operasional Zynga di negeri Sakura tersebut berakhir mulai 31 Januari 2013.

Informasi ini memang tidak datang langsung dari Mark Pincus, melainkan berasal dari CEO Zynga Jepang, Kenji Matsubara melalui akun Facebooknya. Pengumuman ini pertama kali diketahui konsultan teknologi asal Jepang Serkan Toto.

Ditulis dalam huruf tradisional Jepang, pada intinya Matsubara menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua customer dan mengumumkan bahwa kantor Zynga yang dipimpinnya akan resmi tutup pada akhir Januari tahun depan.

Sangat disayangkan, Zynga Jepang hanya mampu bertahan selama kurang lebih dua tahun. Diluncurkan pada 2010, Zynga Jepang dibangun dengan investasi USD 150 juta dari Softbank.

Zynga Jepang semula ditargetkan untuk merengkuh pasar social game di Asia. Namun sepertinya, Matsubara yang pernah bekerja di Hitachi, Oracle Jepang dan perusahaan game Tecmo Koei, gagal mengarungi pasar game Jepang yang sangat kompetitif.

Zynga pusat sendiri memang tengah dalam kondisi yang kurang baik. Saham pembuat social game populer di Facebook ini sudah merosot tajam sejak Oktober silam, menyusul pengumuman prediksi akhir tahunnya yang dipangkas.

Alhasil, perusahaan yang tengah berupaya melepas ketergantungannya terhadap Facebook ini juga berniat menunda beberapa judul game baru karena akan fokus kepada pembenahan internal.

Sumber: detikINET

%d bloggers like this: