Fedora 19 Juga Bersiap Berpindah dari MySQL ke MariaDB

Satu lagi kejutan dari Fedora selain rilis Fedora 18 yang terlambat 2 bulan, tim pengembang Fedora 19 memastikan akan melakukan perpindahan basis database dari MySQL ke MariaDB (MariaDB adalah fork MySQL yang dikembangkan karena kekecewaan terhadap proteksi berlebihan Oracle terhadap proyek opensource ini).

Langkah Fedora 19 ini berarti mengikuti beberapa distro besar lainnya seperti Mageia 2 yang telah resmi menggunakan MariaDB sejak tahun lalu, dan senada dengan rencana OpenSUSE yang juga akan berpindah ke MariaDB pada versi 12.3 nanti (rilis Maret).

Langkah Fedora 19 ini menurut saya menarik. Seperti kita tahu, Fedora adalah metadistro dari Red Hat. Dengan demikian, apa yang diujicobakan tim Fedora dan Red Hat di Fedora 19 tentunya akan dipertimbangkan dan biasanya masuk menjadi fitur umum di Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Apakah RHEL 7 akan menggunakan MariaDB dibanding MySQL? Mungkin tidak semudah itu, walaupun MySQL dan MariaDB saat ini masih 100% kompatibel.

Selain perpindahan MySQL ke MariaDB, beberapa fitur yang disetujui dan direncanakan untuk Fedora 19 antara lain: UI baru untuk Installer Anaconda, penggunaan Apache OpenOffice, penggunaan Cinnamon menggantikan GNOME Shell, KDE 4.10, MATE 1.6, dan menggunakan Yesod Web Framework.

Oh ya, schedule rilis Fedora 19 diubah total dan tidak jadi dirilis pada Mei 2013.

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: