Unnes Gelar Sosialisasi Proses Masuk Perguruan Tinggi Bagi Ponpes

Sebagai bukti komitmen mengakomodasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pondok pesantren (Ponpes), Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyosialiasikan seleksi masuk perguruan tinggi kepada 83 SMK berbasis Ponpes se eks Karesidenan Kedu, Banyumas, dan Daerah Istimewa Jogjakarta.

Sosialisasi disampaikan di sejumlah ponpes, antara lain Kabupaten Jepara, Rembang, Magelang, Semarang, Pekalongan, dan Pati. Di Kabupaten Magelang sosialisasi disampaikan di SMK Syubbanul Wathon ponpes Asrama Pelajar Islam Tegalrejo Magelang, Rabu (8/5). Kepala sekolah dan ratusan siswa SMK hadir untuk mendapatkan penjelasan tentang prosedur seleksi masuk perguruan tinggi.

“Lulusan pesantren dapat melanjutkan ke perguruan tinggi negeri mana pun yang diinginkan, termasuk Unnes,” ungkap Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (BAAKK) Unnes Heri Kismaryono MM.

Unnes tak hanya melakukan sosisalisasi seleksi masuk perguruan tinggi, namun juga memberikan motivasi kepada kepala sekolah untuk memilih kampus konservasi ini sebagai muara pendidikan bagi lulusan pesantren.

“Jika lulusan pesantren kami gandeng, lalu memilih prodi pendidikan, bangsa ini akan semakin berkualitas karena akan muncul calon guru yang cakap intelektual, emosional, dan spiritual,” lanjut Kepala BAAKK yang didampingi Kepala Bagian Kerjasama, Supaat MPd .

Bidik Misi

Dengan kemajuan informasi teknologi yang dimiliki Unnes ini, menurut Heri Kismaryono dapat mengakses segala informasi tentang Unnes dengan sangat mudah. Misalnya informasi program Bantuan Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidikmisi) Kementerian Pendidikan Nasional kepada keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.

Jumlah penerima bidikmisi tiap tahun selalu meningkat. Yakni tahun 2010 Unnes dipercaya menyalurkan sebanyak 450, 2011 (1.450), dan 2012 (1.750). Pada tahun 2011 dan 2012 Unnes menempati peringkat pertama universitas penerima bidikmisi terbanyak, “bidikmisi merupakan beasiswa penuh bagi mahasiswa yang berprestasi namun kurang mampu secara ekonomi selama delapan semester,” kata Heri.

Tingginya kepercayaan pemerintah kepada Unnes untuk menyalurkan Bidikmisi, karena Unnes terus mengajukan penambahan kuota dan penyalurannya yang akuntabel.

“Kami menerjunkan tim survei ke tiap rumah calon penerima Bidikmisi untuk mengecek sejauh mana kekurangmampuan yang dialami pemohon, mulai dari kondisi rumah sampai penghasilan dan kebutuhan orang tua,” kata Heri

Kepala BAAKK juga mengemukakan saat ini calon mahasiswa baru yang sudah mendaftar lewat Bidikmisi hampir mencapai 12 ribu. Sementara kuota Bidikmisi yang disalurkan Unnes tahun 2013 untuk 1.750 orang.

Sumber: Unnes.ac.id

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: