• Uncategorized

Asosiasi Pesantren NU (RMI) Jadi Pelaksana Liga Santri Nusantara ke Depan



Pasuruan,
Kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) tahun 2016 akan kembali digulirkan. Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (asosiasi pesantren) Nahdlatul Ulama (NU) dipercaya oleh Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora) dan PBNU sebagai penyelenggara kompetisi ini.

“Usai Muktamar tahun lalu, NU menandatangani pernyataan kesepakatan dengan Kemenpora terkait beberapa pengembangan, salah satunya pengembangan bidang olahraga. PP RMI ditunjuk menjadi pelaksana tugas dari PBNU sebagai operator kompetisi ini,” kata Ketua PP RMI NU KH Abdul Gaffar Rozin (Gus Rozin) di arena Silatnas Ayo Mondok, Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Ahad (15/5).

Gus Rozin mengatakan, kompetisi tahun ini berbeda dengan kompetisi tahun sebelumnya yang hanya diikuti oleh 200 peserta. Pada LSN tahun ini RMI menargetkan 1000 peserta yang akan mengikuti kompetisi. Mereka berasal dari seluruh pesantren di Indonesia.

“Bagi kita kompetisi ini harus digalakkan. Bukan hanya olah raganya, tapi bagaimana kompetisi ini dapat menyolidkan kembali kepengurusan RMI baik di tingkat wilayah dan cabang,” ujar pengasuh pesantren Mathali’ul Falah Kajen Kabupaten Pati itu.

Lebih jauh ia menjelaskan, pesantren yang ingin mengikuti Liga Santri Nusantara terlebih dahulu harus mendapatkan rekomendasi dari pengurus RMI di masing-masing daerah. Ini semata-mata untuk mengonsolidasikan kepengurusan RMI di tingkat wilayah dan cabang.

“Bila di wilayah atau cabang belum terbentuk kepengurusan RMI, pesantren tidak bisa mengikuti kompetisi. Sehingga NU di wilayah dan cabang terlebih dahulu harus membentuk RMI agar pesantren bisa mendapatkan rekomendasi dan dapat mengikuti kompetisi,” jelasnya.

Pada kompetisi ini, panitia pelaksananya terdiri atas unsur pusat RMI, wilayah RMI, Kemenpora, dan kalangan profesional yang berkompeten dalam bidang persepakbolaan. Tahun ini dilakukan upaya perbaikan peraturan agar kompetisi berjalan lebih baik dari tahun lalu.

LSN membatasi usia peserta maksimal 18 tahun. Kompetisi rencananya akan digulirkan pada 22 Oktober yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional. “Kita berharap kompetisi ini menjadi wahana mengolahragakan santri dan menyantrikan olah raga,” tegasnya.

Kompetisi akan dibagi dalam beberapa zona yang meliputi Aceh, Medan-Riau, Kepri-Jambi, Bengkulu-Sumatra Barat, Lampung-Sumsel-Palembang, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalsel-Kalteng-Kalbar, Bali-Lombok-NTT, Sulsel-Sulbar, Gorontalo-Sulteng, Maluku dan Papua.

Informasi lebih lanjut seputar Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 dapat diperoleh melalui situs resmi www.ligasantrinusantara.com. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

%d bloggers like this: