• Uncategorized

Ketua LTMNU Sumedang: Sejak Dulu Masjid Jadi Pusat Kegiatan


Sumedang, Berdasarkan catatan sejarah, sejak dari zaman Nabi Muhammad SAW masjid sebagai pusat kegiatan di berbagai bidang. Sebab, hingga abad ke-20, kebangkitan hingga kejayaan muslimin selalu bertitik tolak dari tempat ibadah umat Islam ini. Karena itu, jika kaum muslimin mampu merevitalisasi seluruh masjidnya, kehidupan beragama yang akan semakin maju, berkembang, dan dinamis.

Hal itu yang diungkapkan Ketua Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU), Eman Sulaeman, saat mengisi Pelatihan Muharrik Masjid bertempat di Hotel  Karya Nunggal, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Sabtu (14/5) siang.

Selanjutnya, Eman mengatakan bahwa Rasululloh mengembangkan masjid bukan saja sebagai tempat ibadah, melainkan juga pusat pelayanan bagi umat Islam, seperti pendidikan, kesehatan, hingga berlatih perang.

Eman juga meminta seluruh pengurus NU dan takmir masjid di seluruh kampung untuk  menjadikan  masjid sebagai sentra kegiatan umat Muslim. Selain itu juga meminta para pengurus agar bisa bekerja sama dengan berbagai pihak untuk aneka kegiatan.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua PCNU Sumedang H. Sa’dulloh, pengurus a’wan H. Zainal Alimin, Pengurus LTM NU, Pengurus LTN NU, Pengurus IPNU, dan Pengurus MWC NU Paseh.

Eman juga menambahkan beberapa langkah bagi muharrik (penggerak) masjid untuk memakmurkan masjid.

“Setidaknya ada 6 langkah bagi seorang muharrik masjid untuk menghidupkan masjid, di antaranya pasang niat/ cita-cita untuk mengurus masjid, punya pengetahuan tentang masjid, membuat program untuk memakmurkan masjid, menyelaraskan program tersebut dengan pengurus dan jama’ah masjid, melaksanakan dengan ikhlas dan yakin,” papar Eman.

Sementara itu, H. Sa’dulloh mengatakan, Masjid dan mushola itu adalah lambang keunggulan Islam dan harus menjadi pusat kegiatan dan konsolidasi serta membangun kekuatan keimanan maupun pertahanan NKRI.

“Bangsa yang berdaulat, jangan seenaknya diinjak-injak dengan mengatasnamakan jihad dan agama. Maka mari jadikan masjid dan mushola sebagai markas Ansor, jangan sampai diduduki mereka,” ajaknya.
Pelatihan yang diadakan oleh PC LTM NU tersebut dihadiri oleh 100 orang peserta, yang Terdiri dari pengurus masjid dan pengrus NU se-Kecamatan Paseh. Rencana kegiatan selanjutnya PC LTM NU akan mengadakan lomba bersih-bersih masjid. (Sholeh Nahru/Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Sumber: NU Online

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

%d bloggers like this: