• Uncategorized

Meski Dibully, Bupati Bonsel Tetap Jalankan Program Shalat Subuh Jamaah


Bonsel,

Salat Subuh berjamaah menjadi salah satu program 100 hari Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel)  Sulawesi Utara.
Program itu  dilaksanakan melalui kunjungan ke masjid-masjid di wilayahnya.”Kami setiap hari Sabtu mengagendakan salat Subuh di masjid-masjid,’’ungkap H Herson Mayulu kepada disela-sela salat berjamaah di masjid Desa Adow Kecamatan Pinolosian Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow, Sabtu (14/5) lalu.

Program itu merupakan bagaian pelaksanaan visi-misi pemerintahan kali keduanya yakni Bolaang Mongondow yang religius. “Untuk mensukseskan acara ini. Seluruh Kepala SKPD kita wajibkan untuk ikut dan mengajak seluruh staf. Kalau tidak hadir akan diberi sangsi,” ungkapnya.

Pada awalnya kegiatan itu mendapat cibiran masyarakat luas. Namun bupati tidak gentar dan terus melakukan kegiatan tersebut. Belakangan justru mendapat dukungan luas dari ulama, tokoh masyarakat dan umat. “Ya…biasa perbuatan baik itu pasti ada tantangan. Namun hal itu tidak menyurutkan niat kami untuk melakukan kegiatan ini. Karena ini bentuk tanggung jawab kami kepada Allah SWT, untuk mengajak beribadah kepadaNya,’’ kata Herson.

Disetiap kegiatan, selain memberi arahan, bupati juga memberikan kesempatan kepada para dai untuk memberikan tausyiah kepada jamaah. Kebetulan pada akhir pekan lalu di Desa Adow berlangsung Diklat Terpadu Dasar (DTD) GP Ansor dan Banser Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang tentunya dihadiri para instruktur dari pimpinan pusat GP Ansor dan Satkornas Banser. 

Kesempatan itu dimanfaatkan panitia dengan meminta salah satu instruktur Faisal Attamimi mengisi tausyiah subuh. Faisal yang kini menjabat sebagai Ketua PP GP Ansor mengupas peristiwa isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW.

“Inti Isra’mi’raj adalah perintah salat. Jadi memperingatan isra’mi’raj sama saja dengan menyelenggarakan ulang tahun kewajiban salat,’’katanya.

Untuk itu, lanjut  Faisal setiap muslim harus bisa meluangkan waktu untuk salat wajib. Karena salat mejadi rukun Islam yang wajib dilaksanakan. “Ini perintah Allah yang pertama kali akan ditanyakan saat  semua insan menghadapNya.  Salat tidak memerlukan waktu lama.Mungkin dalam sehari semalam kalau kita kalkulasi hanya butuh waktu setengah. Padahal, sehari semalam ada 24 jam,’’ ungkap Faisal. “Jadikan ajaran disiplin dalam salat, sebagai spirit kinerja aparat dalam melaksanakan tugas sehari-hari,’’ tambahanya.

Acara tersebut diikuti sekitar 700 jamaah, termasuk peserta DTD Ansor dan Banser. (Imam Kusnin Ahmad/Zunus)

Sumber: NU Online

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

%d bloggers like this: