Google & Yahoo Langgar Aturan Valuta Asing di India

Bangalore – Aparat penegak hukum India tengah menyelidiki dua raksasa internet, Yahoo! dan Google, atas dugaan sejumlah pelanggaran. Kedua perusahaan itu ditengarai melanggar aturan valuta asing.

Kantor berita Reuters dan IBNLive mengabarkan penyelidikan itu mulai berlangsung bulan ini. Seorang pejabat senior Kementerian Keuangan India mengatakan, Google dan Yahoo! kemungkian melanggar ketentuan transaksi serta kemungkinan pidana pencucian uang. “Ini baru penyelidikan tahap awal,” kata dia, Selasa 14 Februari 2012.

Penyelidikan tersebut didasarkan fakta bahwa kantor lokal Google dan Yahoo telah melanggar aturan devisa saat mengirim dan menerima dana dari rekan-rekan mereka di luar negeri. Namun tak dijelaskan secara rinci bentuk pelanggaran maupun nilai devisa yang dikirimkan dalam periode tertentu.

Menanggapi masalah ini , perwakilan Google India mengatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan atas penyelidikan tersebut. Mereka pun berdalih telah membuat struktur keuangan dan perpajakan yang efisien serta kompatibel dengan peraturan di semua negara.

“Kami membuat kontribusi besar untuk sektor pajak dan menyediakan 2 ribu lapangan kerja di India.” kata mereka seperti dilansir WSJ. Sedangkan manajemen Yahoo! tak memberi komentar apapun terkait masalah ini.

Di India, kasus ini bukan pelanggaran hukum pertama kali yang dituduhkan pada Yahoo! dan Google. Pekan lalu, mereka dan 20 perusahaan Internet lainnya dipaksa menghapus konten yang dianggap menyinggung pemerintah India.

Sumber: Tempo

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: