Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Haji Orang-orang Nusantara

Posted on June 21, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Arif Rosadi

Haji menjadi pemberitaan menarik setiap tahunnya, karena haji merupakan hari besar umat Islam. Terlebih, Indonesia menjadi negara dengan populasi Islam terbesar di Dunia sekaligus penyumbang terbesar jemaah haji.

Selain membahas ritual haji yang diselenggarakan setiap tahun, haji menyimpan sejumlah riwayat perjalanan orang-orang Nusantara yang menunaikan haji pada masa silam dan haji yang mempunyai peran terhadap bidang lain, seperti keilmuan, perdagangan dan sumber persatuan dan perlawanan terhadap kolonial.

Haramain adalah tempat tujuan haji, dimana sebagian rangkaian ritual haji dilaksanakan di disini. Disamping itu, Makkah juga menjadi kiblat Muslim seluruh Dunia, yaitu ke arah mana para penganut Islam mengharapkan wajah shalat. Banyak keutamaan diletakkan kepada Makkah dan Madinah.

Semenjak abad ke-16 koneksi Nusantara-Haramain mengalami momentum, yaitu meningkatnya orang-orang Nusantara yang mengadakan perjalanan haji. Hal ini ditandai dengan perbaikan kondisi sosial-politik, yaitu dengan bangkitnya Jeddah sebagai pelabuhan dengan reputasi Internasional yang menarik para pedagang, juga para penuntut ilmu dari dunia luar. Selain itu, banyak didirikan ribath dan madrasah di Haramain.

Perjalanan Haji

Semenjak abad ke-16 sampai sekarang, perjalanan haji menggunakan transportasi mengalami perkembangan. Hal ini ditopang oleh berkembangnya ilmu dan teknologi. Martin Van Bruinessen (2002) membagi 3 masa perjalanan haji orang-orang Nusantara ke Haramain.

  1. Kapal Layar

Sebelum masa kapal api, perjalanan  haji dicapai melalui kapal layar. Transportasi ini bergantung kepada musim karena penggerak laju kapal ini menggunakan tenaga angin. Para Haji biasanya menumpang kapal dagang dan sering pindah kapal. Jalur yang dilalui pertama melalui pintu keluar Nusantara, yaitu berlabuh di Aceh, kemudian mencari kapal menuju India, lepas itu berlanjut ke Yaman dan berlabuh di pelabuhan terakhir di Jeddah. Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui jalur darat dari Jeddah ke Makkah.
Baca juga:  Sekedup, Budaya Haji yang Dianggap Bid’ah
Perjalanan haji masa ini membutuhkan waktu setengah tahun, bahkan lebih. Banyak rintangan dan bahaya perjalanan haji pada masa ini. Tak jarang kapal yang ditumpangi karam di lautan, terdapat bajak laut yang merampok para haji dan tidak terjamin keamanan perjalanan darat di tanah Arab karena suku-suku Badui sering merampok harta rombongan yang menuju ke Makkah.

Berdasarkan asumsi, ulama masyhur Nusantara yang turut dalam perjalanan ini adalah Syekh Abdurrauf al-Sinkeli (1615-1693), Syekh Nurrudin ar-Raniri (w. 1658) dan Syekh Yusuf al-Maqassari (1627- 1699). Kapal api diperkirakan muncul abad 19, jadi ketiga ulama tersebut kemungkinan belum menjumpai kapal api.

  1. Kapal Api

Dalam catatan Martin, masa ini berkisar antara 1853-1935. Penyedia jasa transportasi saat itu adalah kolonial Belanda. Kapal api pada mulanya digunakan Belanda sebagai kapal kargo untuk mengangkut bahan makanan gandum dan terigu dari Eropa, kemudian kembali ke Eropa membawa hasil bumi Nusantara, rempah-rempah dan kopra. Setelah melihat kebutuhan haji meningkat, pejabat Belanda mengubah kapal kargo menjadi kapal penumpang. Tere Liye (2014: 20)

  1. Pesawat Terbang

Semakin berkembangnya teknologi modern untuk menunaikan rukun Islam ke-5 menjadi semakin mudah bagi siapa yang mampu membayar biaya transportasi dan akomodasi. Di masa ini perjalanan transportasi berganti dari jalur laut menjadi jalur udara menggunakan pesawat terbang. Masa ini berawal dari awal abad ke-20 sampai sekarang.
Baca juga:  Sisi Manusiawi Rasulullah Saw (2): Laknat Kanjeng Nabi yang Membawa Rahmat

Tipe Imigran di Haramain

Umumnya orang-orang Nusantara yang mengadakan perjalanan haji ke Makkah adalah untuk menunaikan rukun Islam kelima. Namun, banyak yang mempunyai tujuan lain dalam perjalanan haji, seperti memperoleh ilmu, mengabdikan diri melayani tempat-tempat suci. Azyumardi Azra dalam karyanya “Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad 17 dan 18” membagi 3 tipe imigran yang berasal dari Asia Selatan (termasuk Nusantara)

  1. Little Immigrant

Tipe ini adalah mereka yang datang dan bermukim di Haramain dan diam-diam terserap dalam kehidupan sosial keagamaan setempat. Dengan asumsi para Imigran ini mulanya datang untuk haji, tetapi belakangan apa karena ingin melayani tempat-tempat suci atau karena tak punya biaya pulang pada akhirnya mereka menetap di Haramain

  1. Grand Immigrant

          Grand immigrant adalah ulama par excellence. Kebanyakan para imigran ini telah mempunyai dasar yang baik dalam kehidupan Islam, sebagian mereka sangat alim dan terkenal apakah di negeri sendiri atau di pusat-pusat keilmuan lain. Ketika sampai di Haramain, mereka terkualifikasi untuk ambil bagian dalam diskursus intelektual. Mereka memainkan peran aktif dalam pengajaran, juga turut menyodorkan gagasan-gagasan baru

  1. Ulama dan Murid Pengembara yang Menetap di Haramain dalam Perjalanan Panjang Menuntut Ilmu.

Biasanya mereka memperpanjang masa mukim mereka di Tanah Suci dan pada umumnya belajar dengan guru yang berbeda. Ketika mereka memperoleh ijazah dari guru-gurunya kemudian mereka kembali ke negeri asal yang biasanya terletak di pinggiran belahan dunia muslim, seperti Nusantara. Mereka membawa Ilmu dan gagasan, sebagai orang yang mentransmisikan Ilmu ke wilayah muslim pinggiran.
Baca juga:  Mitigasi Bencana: dari Syair Gempa hingga Lagu Anak
Tipe imigran ketiga ini juga mempunyai peranan sebagai tokoh pemersatu Nusantara dan sumber perlawanan terhadap kolonial. Di Makkah, orang-orang Nusantara juga turut membicarakan perlawanan Aceh terhadap Belanda dan pemberontakan Banten 1888.

Haji Masa Sekarang

Berkembangnya teknologi membawa dampak positif dalam perjalanan haji, yaitu dari segi kecepatan, keamanan dan kenyamanan. Para jemaah haji sekarang dilayani menggunakan pesawat terbang dengan segala fasilitas.

Selain itu juga berdampak negatif dari aspek sosial,  yaitu haji kehilangan fungsi sosial. Sebelum menggunakan pesawat,  perjalanan haji ditempuh melalui perjalanan laut yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Memaksa jemaah haji untuk berkomunikasi dengan jemaah haji yang berasal dari negara lain. Haji berperan sebagai pemersatu umat muslim dunia. Setelah transportasi beralih dengan pesawat, fungsi sosial ini hilang.

Martin Van Bruinessen (2020: 16-17) memberi kesan mengenai jemaah haji di era teknologi “ karena kecanggihan teknologi modern itu, dan karena pengelolaan sentral melalui pemerintah, haji telah kehilangan fungsi sosialnya. Jemaah haji diangkut secara massal dengan pesawat udara, dan hanya beberapa minggu saja di Tanah Suci. Tempat tinggal untuk mereka bersama dengan orang Indonesia lainnya sudah disiapkan sebelumnya, sehingga kontak dan komunikasi mereka dengan umat Islam lainnya minim sekali”.

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Inilah Vivo Y31d Pro, Smartphone “Badak” dengan Baterai 7000mAh dan Ketahanan Standar Militer
  • Inilah 11 Game Penghasil Saldo DANA Tercepat 2026, Cara Asyik Cari Cuan Sambil Rebahan!
  • Inilah Motorola Edge 70 Pro, HP Midrange Gahar dengan Baterai 6500 mAh yang Siap Meluncur!
  • Inilah Kode Redeem FF Max 15 April 2026, Buru Skin Undersea Splatter dan Item Eksklusif Bawah Laut Sekarang!
  • Inilah Bocoran Vivo X500 Series dan Kamera Vlogging Saku yang Bakal Bikin DJI Ketar-ketir!
  • Inilah 6 Rekomendasi HP Gaming Paling Murah April 2026, Main Game Berat Nggak Pake Lag!
  • Inilah Caranya Manfaatin SPayLater di Aplikasi ShopeePay Biar Keuangan Tetap Aman Saat Tanggal Tua
  • Inilah Perbedaan Durasi Reels IG dan FB Terbaru 2026, Ternyata Bisa Sampai 20 Menit Lho!
  • Inilah Cara Mengurus Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN), Syarat Lengkap, Biaya, dan Lokasi Pembuatannya
  • Inilah Cara Pakai Panel Zurra v2 FF Aim Lock Headshot, Simak Fitur dan Risikonya Sebelum Pakai!
  • Inilah Alasan Kenapa Sesi Akhir UTBK 2026 Nggak Lebih Sulit dan Penjelasan Lengkap Sistem Penilaiannya
  • Inilah Kenapa Tidak Bisa Login WA Web dan Solusi Paling Ampuh Biar Langsung Connect Lagi
  • Inilah Cara Mengatasi MyTelkomsel Oops Terjadi Kesalahan, Jangan Panik Dulu!
  • Inilah Cara Mengisi SKP Satpol PP dan Pranata Trantibum 2026 di e-Kinerja My ASN, Dijamin Anti Ribet!
  • Inilah Cara Akses IPTV Playlist M3U Indonesia Terbaru 2026, Nonton Ribuan Channel Tanpa Biaya!
  • Tutorial SEO Anchor Link: Cara Dapat Ranking di Google Lewat Strategi Link Building yang Aman
  • Inilah Huawei Pura 90 Pro, HP Flagship dengan Desain Kamera Segitiga Unik dan Performa Kirin yang Makin Gahar
  • Inilah 5 Rekomendasi Kipas Tangan Portable Cas Tahan Lama Biar Kalian Tetap Adem Saat Cuaca Panas Ekstrem
  • Inilah MacBook Neo, Laptop Termurah Apple yang Ternyata Punya Performa Gaming Gila!
  • Inilah Daftar Tablet SIM Card 5G dengan Keyboard Terbaik 2026 untuk Kerja Remote
  • Inilah Daftar Game Penghasil Pulsa 2026, Cara Cerdas Dapat Kuota Gratis Tanpa Keluar Duit Sepeserpun!
  • Inilah Caranya Klaim Bonus Kuota Lokal Smartfren 2026, Jangan Sampai Bonus Kalian Hangus Sia-sia!
  • Inilah Cara Mengatasi Rockstar Games Launcher Not Responding dan Macet Saat Connecting
  • Inilah Cara Cek HP Masih Kredit atau Sudah Lunas Biar Kalian Nggak Ketipu Pas Beli Bekas
  • Inilah Cara Pakai Astute FF Beta Apk 2026, Rahasia Unlock Server 2.0 Tanpa Verifikasi!
  • Inilah Ketentuan Foto UM-PTKIN 2026 yang Benar Biar Nggak Gagal Verifikasi Administrasi
  • Inilah Cara Persiapan E IJAZAH 2026 yang Benar Buat Operator Sekolah Agar Data Siswa Aman dan Valid
  • Inilah Cara Cek Status PKH April 2026 Secara Akurat, Dana Bansos Sudah Masuk Rekening Belum Ya?
  • Inilah Spesifikasi Vivo Y31d Pro, HP Murah dengan Baterai 7.000 mAh dan Bodi Tahan Banting Ekstrem
  • Inilah 5 Rekomendasi HP Samsung dengan Fitur NFC Terbaik yang Bikin Hidup Makin Praktis dan Satset
  • Is it Time to Replace Nano? Discover Fresh, the Terminal Text Editor You Actually Want to Use
  • How to Design a Services Like Google Ads
  • How to Fix 0x800ccc0b Outlook Error: Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Fix NVIDIA App Error on Windows 11: Simple Guide
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Fine-Tune Gemma 4 Model: A Beginner Tutorial on Using Unsloth for Faster Training
  • How to Run Your Entire Business with an AI Agency: A Complete Tutorial on SureThing 2.0
  • How to Build Your Own Digital Workforce with Factory AI Droids
  • MiniMax M2.7 Tutorial: Mastering the 229B Parameter MoE Model for Advanced AI Development
  • Complete Tutorial on Gemma 4: Build and Automate Anything Locally for Free with Google’s New AI
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme