Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Apakah China ada Peternakan Panda?

Posted on May 27, 2025

Mungkin sulit dipercaya, namun panda, hewan berbulu tebal yang menggemaskan, pernah menjadi mangsa bagi manusia di China. Kisah ini bukan sekadar catatan sejarah purba, melainkan kejadian yang relatif baru terjadi. Panda, dengan penampilannya yang seperti boneka hidup, memiliki kemampuan bertahan hidup yang unik dan ironis.

Secara anatomis dan taksonomi, panda adalah karnivora. Namun, ironisnya, 99% makanannya adalah bambu, tumbuhan berserat tinggi dan minim nutrisi. Sistem pencernaan panda tidak dirancang untuk mencerna bambu secara efisien. Akibatnya, mereka harus makan hingga 14 jam sehari, mengunyah bambu terus-menerus agar tidak kelaparan. Panda seolah memaksakan diri menjadi vegetarian, padahal sistem pencernaannya tetap seperti pemangsa.

Kondisi ini membuat panda terus makan dan buang air besar hingga 40 kali sehari, namun tetap kekurangan energi. Akibatnya, panda menjadi sangat hemat energi dalam bergerak. Jika ada predator, panda kemungkinan besar tidak akan mampu melarikan diri karena kelelahan dan kekurangan energi. Masa subur panda betina juga sangat singkat, hanya 2-3 hari dalam setahun. Jika berhasil hamil, panda betina biasanya melahirkan dua anak, namun hanya merawat satu anak, sementara yang lainnya dibiarkan begitu saja. Bayi panda lahir dalam keadaan buta, botak, dan sangat kecil, hanya 1/900 dari ukuran tubuh induknya, dengan risiko kematian yang sangat tinggi.

Namun, di balik semua kekurangan tersebut, manusia justru jatuh cinta pada kelemahan panda. Upaya konservasi besar-besaran terus dilakukan, mulai dari pusat penangkaran, pelestarian habitat, hingga pembangunan taman nasional khusus panda. Panda merupakan hewan endemik dari China, khususnya panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca). Meskipun statusnya kini “Rentan punah”, mereka pernah berada dalam status “Terancam punah” selama puluhan tahun.

Selain perilaku aneh yang mengancam kelangsungan hidup spesies ini, keterlibatan manusia juga memperburuk keadaan. Sekitar 99% makanan panda adalah bambu, dan hanya beberapa jenis bambu yang mereka konsumsi. Jika siklus bambu terganggu, panda dapat mengalami kelaparan massal karena tidak memiliki alternatif makanan lain. Habitat asli mereka adalah hutan bambu pegunungan seperti di Chengdu, Sichuan, Shaanxi, dan Gansu.

Deforestasi dan fragmentasi hutan bambu akibat pembangunan infrastruktur, area pertanian, area industri, dan penebangan liar membuat habitat alami dan sumber makanan panda liar menyusut drastis. Perubahan suhu global juga memengaruhi daerah tumbuhnya bambu dan menyebabkan distribusinya bergeser ke tempat yang tidak dapat dijangkau oleh panda. Panda tidak mudah beradaptasi dengan cepat dan sulit berpindah ke habitat baru. Selain itu, polusi dan kebisingan yang disebabkan oleh manusia juga mengganggu pola hidup alami panda.

Namun, ancaman terhadap populasi panda tidak berhenti di situ. Panda raksasa dulunya merupakan sumber daging penting bagi nenek moyang orang-orang China. Huang Wanbo, seorang peneliti dari Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, menemukan bahwa manusia purba di wilayah Tiga Ngarai pernah memburu dan memakan panda raksasa. Pada tahun 2001, Huang Wanbo melakukan penggalian arkeologi di kawasan waduk Tiga Ngarai dan menemukan banyak fosil mamalia, termasuk panda raksasa, serta alat batu dan fosil gigi manusia purba. Berdasarkan penelitian tersebut, Huang meyakini bahwa kelompok manusia purba yang disebut “Manusia Fengji” pernah mengonsumsi hewan-hewan tersebut, termasuk panda raksasa.

Di wilayah Barat daya China, daging panda juga menjadi salah satu sumber makanan bagi beberapa kelompok etnis minoritas, seperti suku Yi. Daging panda juga merupakan bahan obat tradisional untuk mengobati diare. Catatan dari beberapa buku pengobatan suku Yi menyebutkan penggunaan daging panda yang dimasak untuk mengobati diare berkepanjangan, dengan sifat netral dan rasa asam manis yang dipercaya memperkuat tubuh.

Namun, perilaku mengonsumsi daging panda telah dihentikan sejak awal tahun 1960-an, ketika pemerintah China melarang perburuan panda. Pada akhir tahun 1980-an, panda dimasukkan dalam kelompok satwa yang dilindungi oleh undang-undang. Namun, larangan ini tidak sepenuhnya menghentikan perburuan panda. Dari tahun 1982 hingga 2016, tercatat 78 kasus perburuan panda yang berhasil diproses secara hukum. Namun, Biro Kehutanan Provinsi Sichuan menyebutkan bahwa ada ratusan kasus yang sebenarnya telah terjadi dan sebagian tersangka berhasil lolos dari jeratan hukum.

Obsesi terhadap panda terletak pada daging, tulang, dan kulitnya. Daging panda diyakini dapat membangkitkan energi tertentu di dalam tubuh, sementara serbuk tulangnya dipercaya dapat meningkatkan kekuatan fisik. Kulit panda juga dihargai sangat mahal di pasar gelap. Meskipun telah dilindungi oleh undang-undang, masih ada beberapa orang yang mengambil risiko. Pada tahun 2016, seorang pria dari Zhaotong-Yunnan menembak seekor panda, mengulitinya, dan menjual dagingnya. Ia menyimpan kulitnya dan menjual sekitar 35 kg daging panda dan 4 kaki panda. Tersangka akhirnya dijatuhi hukuman 13 tahun penjara.

Tahun 2016 tampaknya menjadi tahun terakhir kasus perburuan panda. Setelah itu, cerita tentang panda adalah tentang pelestarian, konservasi, dan perlindungan yang terus ditingkatkan. Upaya perlindungan terhadap panda sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1987, diawali dengan berdirinya Pusat Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa di Chengdu. Lembaga ini bermula dari 6 panda raksasa yang diselamatkan dari alam liar dalam kondisi sakit dan kelaparan. Tujuan utamanya adalah melindungi spesies yang terancam punah ini dan memperkuat populasinya melalui pembiakan di penangkaran. Seiring waktu, pusat ini berkembang menjadi lembaga penelitian kelas dunia dengan lebih dari 100 panda raksasa yang hidup di dalamnya. Tempat ini juga menjadi destinasi wisata populer, menarik pengunjung dari seluruh dunia yang ingin melihat langsung kehidupan panda dan mendukung upaya konservasi.

Untuk melindungi habitat alami panda, China telah membangun 67 cagar alam yang tersebar di berbagai wilayah. Langkah monumental lainnya adalah pendirian Taman Nasional Panda Raksasa pada Oktober 2021, yang mencakup area seluas lebih dari 22.000 km². Taman ini memberikan perlindungan signifikan bagi sekitar 72% populasi panda raksasa liar di China. Pada November 2023, China meresmikan Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa Nasional yang juga terletak di Chengdu. Pusat ini mengintegrasikan sumber daya dari berbagai lembaga dan menjadi platform kelas dunia untuk pertukaran dan kerjasama penelitian panda raksasa. Dengan dukungan dana awal sebesar 110 juta Yuan, pusat ini berfokus pada perlindungan populasi panda liar dan peningkatan keberagaman genetik populasi penangkaran.

Perjalanan panda dari ambang kepunahan menuju keberhasilan konservasi adalah bukti nyata bahwa dengan dedikasi, kolaborasi, dan inovasi, manusia dapat memperbaiki kesalahan masa lalu dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi makhluk hidup lainnya.

Terbaru

  • Inilah Cara Buka Situs yang Diblokir di Tahun 2026, Trik Rahasia Tanpa VPN!
  • Inilah Cara Menghilangkan Iklan di HP Xiaomi dan POCO Paling Ampuh Tanpa Root, Update April 2026
  • Inilah 7 Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik yang Layak Kalian Lirik, Speknya Nggak Kaleng-Kaleng!
  • Inilah 7 Cara Mengembalikan Foto yang Terhapus Permanen di HP, Ternyata Masih Bisa Diselamatkan!
  • Inilah Cara Mengatasi Baterai Boros Setelah Update HyperOS yang Paling Ampuh
  • Inilah Pokémon Champions 2026, Game Battle Kompetitif Terbaru dan Cara Download-nya yang Perlu Kalian Tahu!
  • Inilah Doods Viral: Pengertian, Bahaya, dan Kenapa Kalian Harus Ekstra Waspada!
  • Gini Caranya Ngebangun Bisnis AI yang Menguntungkan dalam 48 Jam Saja!
  • Pengertian “He is Risen” Adalah?
  • Inilah Rekomendasi HP Snapdragon Paling Murah dengan RAM 8 GB Terupdate April 2026
  • Inilah 12 Kampus Negeri di Jogja yang Jarang Diketahui, Ternyata Banyak yang Kasih Kuliah Gratis!
  • Inilah Rekomendasi HP Tecno Kamera Terbaik 2026, Spek Gahar Harga Tetap Pelajar!
  • Apa itu PPU UTBK? Ini Rahasia Taklukkan Skor Tinggi di SNBT 2026 Tanpa Harus Menghafal!
  • Inilah Alasan Kenapa Lapisan Es Greenland Ternyata Bisa Bergerak Kayak Adonan yang Dipanaskan
  • Inilah Kode Redeem FC Mobile 10 April 2026 dan Rahasia Panen Pemain OVR 117
  • Apa itu Benwit/Bensin Sawit? Benarkah Bisa Jadi Solusi Bahan Bakar Masa Depan atau Cuma Hoaks Belaka?
  • Inilah 4 Tablet 5G Termurah April 2026 yang Kencang dan Worth It untuk Kerja!
  • Inilah Rincian UKT Unesa 2026 Jalur SNBP dan SNBT, Cek Biaya Kuliahmu di Sini!
  • Inilah Bocoran Event Free Fire 10 April 2026, Ada Diskon 90 Persen dan Kode Redeem Gratis!
  • Inilah Deretan HP Murah April 2026, dari Infinix NFC Hingga Realme dengan Baterai Super Besar dan Update Penting IGRS
  • Inilah Alasan Google Kena Sanksi Teguran Terkait PP Tunas dan Perlindungan Anak di YouTube
  • Inilah Spesies Baru Homalomena dari Sumatera yang Berhasil Diidentifikasi Melalui Media Sosial
  • Inilah Cara Download FF Advance Server 2026 Apk yang Aman dan Update Misteri Bawah Laut Terbaru!
  • Inilah 10 PTS Terbaik di Indonesia Versi Uniranks 2026, Referensi Mantap Buat Kalian Calon Mahasiswa Baru!
  • Inilah Daftar Lengkap Pusat UTBK 2026 di Jawa Tengah, Cek Lokasi dan Alamat Kampusnya Biar Nggak Salah Alamat!
  • Inilah Alasan Kenapa Hasil TKA Jadi Kunci Penting di Jalur Prestasi SPMB 2026, Orang Tua Wajib Tahu!
  • Inilah Alasan Kenapa Situs Bumiayu Dianggap Lebih Tua dari Sangiran dan Jadi Kunci Sejarah Jawa
  • Inilah Cara Cerdik Larva Kumbang Hitam Eropa Meniru Aroma Bunga untuk Menipu Lebah
  • Inilah 45 Planet Berbatu yang Paling Berpotensi Jadi Rumah Kedua Manusia di Masa Depan
  • Inilah Cara Ambil Kursus Online Gratis dari Harvard University untuk Asah Skill Digital Kalian!
  • Is it Time to Replace Nano? Discover Fresh, the Terminal Text Editor You Actually Want to Use
  • How to Design a Services Like Google Ads
  • How to Fix 0x800ccc0b Outlook Error: Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Fix NVIDIA App Error on Windows 11: Simple Guide
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Use VoxCPM2: The Complete Tutorial for Professional Voice Cloning and AI Speech Generation
  • Complete tutorial for Creao AI: How to build smart AI agents that automate your daily tasks
  • How to Streamline Your Digital Workflow with TeraBox AI: A Complete Tutorial for Beginners
  • How to Run Google Gemma 4 Locally: A Beginner’s Guide to Tiny but Mighty AI Models
  • A Beginner Tutorial on Cloning Website Source Code Using ChatGPT and AI Logic Reconstruction
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme