Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Kenapa Banyak Kota Modern Dibangun Diatas Kota Kuno?

Posted on May 4, 2025

Di berbagai belahan dunia, jejak peradaban kuno sering kali tersembunyi di bawah kota-kota modern yang sibuk. Forum Romawi, misalnya, pada tahun 1864 masih memperlihatkan sisa-sisa masa lalu yang megah, namun kini telah berubah menjadi situs arkeologi yang mengungkap dunia bawah tanah yang terkubur selama berabad-abad. Ketika para arkeolog mulai menggali, mereka menemukan lapisan-lapisan reruntuhan yang menunjukkan bahwa kota telah naik lebih dari 10 meter seiring waktu. Bangunan-bangunan kuno tertimbun, dilupakan, sementara jalan-jalan baru terus meninggi. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Roma, tetapi juga di berbagai kota lain seperti Troya yang dibangun ulang sebanyak 10 kali, membentuk lapisan-lapisan sejarah, atau Seattle yang menyimpan jaringan toko dan rumah terbengkalai di bawah jalanan modern.

Mengapa kota-kota dibangun berlapis seperti ini? Salah satu penyebab utamanya adalah bencana alam dan keputusan praktis setelahnya. Di Roma, setelah kebakaran besar pada abad pertama, kota harus dibangun kembali. Alih-alih membersihkan puing-puing, lebih mudah untuk meratakannya dan membangun di atasnya. Akibatnya, bangunan baru berdiri sekitar satu meter lebih tinggi dari jalan sebelumnya. Untuk menyesuaikan, jalan-jalan ditinggikan dengan menggunakan batu-batu dari reruntuhan di sekitarnya. Setiap kali kebakaran atau bencana lain melanda, proses ini berulang, meninggikan kota secara bertahap dan mengubur sisa-sisa masa lalu lebih dalam di bawah tanah.

Contoh nyata dari fenomena ini adalah Basilika San Clemente di Roma. Bangunan yang terlihat saat ini berasal dari abad ke-12, tetapi di bawahnya terdapat gereja dari abad ke-4, yang dibangun di atas kuil kuno milik kelompok Mithra. Kuil itu sendiri berdiri di atas rumah yang lebih tua lagi, dan di bawahnya masih ada reruntuhan yang lebih kuno. Lembah tempat basilika ini berada kini 18 meter lebih tinggi dibandingkan pada abad pertama. Awalnya, sebuah vila Romawi berdiri di dasar lembah. Setelah rusak akibat kebakaran, vila itu diubah menjadi kuil oleh kelompok Mithra. Namun, pada akhir abad ke-4, kuil ini dihancurkan sebagian oleh umat Kristen yang kemudian membangun basilika di atasnya untuk mempromosikan agama mereka.

Basilika pertama itu bertahan selama 800 tahun, tetapi pada abad ke-12, kondisinya memburuk akibat kebakaran berulang dan pembangunan ulang di sekitarnya. Karena permukaan jalan telah naik signifikan, alih-alih merobohkan bangunan lama, basilika baru dibangun di atasnya. Reruntuhan di bawahnya kemudian ditimbun, dan pengetahuan tentang lapisan-lapisan sebelumnya hilang sepenuhnya. Baru pada abad ke-19, seorang arkeolog mulai menggali dan menemukan basilika tua serta tangga menuju kuil abad pertama. Di dalamnya, ditemukan tempat suci Mithra dengan lukisan dinding yang didedikasikan untuk dewa mereka, mengungkap lapisan sejarah yang telah lama terlupakan.

Fenomena kota berlapis tidak hanya terjadi di Roma. Di Timur Tengah, terdapat bukit-bukit buatan yang dikenal sebagai “tel,” seperti yang terlihat di Tel Aviv. Bukit-bukit ini terbentuk dari tumpukan peradaban yang saling bertumpuk selama berabad-abad. Kota Troya, misalnya, dimulai sebagai pemukiman kecil pada 3000 SM dengan bangunan dari bata lumpur. Ketika bangunan-bangunan ini hancur, materialnya terurai, menutupi reruntuhan dengan tanah. Pemukiman baru kemudian dibangun di atasnya. Selama ribuan tahun, delapan peradaban lain, dari Persia hingga Romawi, mengambil alih bukit ini hingga akhirnya ditinggalkan pada 500 M. Troya tetap menjadi misteri hingga ditemukan kembali pada abad ke-19.

Selain tindakan manusia, faktor alam juga berkontribusi pada kota-kota berlapis. Di Shanghai, misalnya, kota ini tenggelam sekitar 1 cm setiap tahun karena pengambilan air tanah untuk air minum. Proses ini menyebabkan tanah memadat, ditambah dengan beban gedung-gedung pencakar langit, membuat kota ini telah turun sekitar 3 meter dalam seabad terakhir. Ketika kota tenggelam terlalu dalam, satu-satunya solusi adalah membangun lebih tinggi untuk tetap di atas permukaan air. Hal serupa terjadi di Seattle, yang meskipun baru berusia 175 tahun, menyimpan jaringan jalan dan bangunan terbengkalai di bawah kota modern akibat kebakaran besar pada 1889.

Di Seattle, kebakaran itu menjadi peluang untuk memperbaiki desain kota yang sering banjir. Wali kota memutuskan untuk meninggikan seluruh kota dengan membangun dinding batu setinggi 6 meter di kedua sisi jalan dan membuat jalan baru di atasnya. Untuk sementara, bangunan-bangunan berada dua lantai di bawah permukaan jalan, dan orang-orang harus menggunakan tangga untuk mengakses toko atau rumah. Akhirnya, celah-celah itu ditimbun, dan trotoar baru dipasang, meninggalkan kota bawah tanah yang terpelihara dengan baik. Kisah-kisah seperti Roma, Troya, dan Seattle menunjukkan bagaimana peradaban terus membangun di atas masa lalu, menciptakan lapisan-lapisan sejarah yang menunggu untuk diungkap kembali.

Terbaru

  • Apa itu Klasifikasi Data dengan Metode Feature Selection?
  • Inilah Panduan Lengkap Jalur Afirmasi Disabilitas SPMB Kota Malang 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya!
  • Inilah Cara Lengkap Daftar UM Undip 2026: Panduan Teknis, Jadwal, dan Syarat Biar Nggak Salah Langkah!
  • Inilah Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026 Versi Webometrics dan QS WUR, Nggak Kalah Sama Negeri!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026, Kesempatan Emas Masuk Kampus Jaket Kuning Tanpa Tes!
  • Inilah Tampilan Baru Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026, Cara Cek Status dan Nominal Bantuan yang Cair!
  • Inilah Aturan PIN SPMB Jatim 2026, Bisa Dipakai Berapa Kali Sih?
  • Apa itu Common Techniques in Data Classification?
  • Inilah Cara Mengatasi Error Loading File Default.rdp Saat Menggunakan Remote Desktop
  • Anak Anies, Mutiara Baswedan Sukses Lulus S2 di Harvard University Sambil Momong Anak, Inspiratif Pol!
  • Inilah Kenapa Nama Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Bikin Netizen Penasaran Banget!
  • Inilah Panduan Lengkap Fakultas Vokasi UNY Kampus Wates 2026: Jurusan, Biaya Kuliah, dan Bedanya dengan Gunungkidul
  • Inilah Arti FOMO yang Sebenarnya dan Cara Biar Jenengan Nggak Gampang Ikut-ikutan Tren Viral
  • Inilah Perbedaan Red Flag dan Green Flag Serta Cara Mengenalinya dalam Hubungan
  • Inilah Cara Menghitung Nilai Gabungan Rapor dan TKA SPMB 2026 Supaya Peluang Lolos Makin Besar
  • Inilah Sisi Gelap Dunia Kotak-Kotak, Mengenal Creepypasta Minecraft yang Bikin Pemain Merinding Seharian
  • Inilah Caranya Plotting Bidang Tanah Mandiri Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku Supaya Data Jenengan Makin Akurat
  • Inilah Debut Yua Mikami di Drama Netflix Sins of Kujo, Perannya Bikin Banyak Orang Kaget!
  • Inilah Alasan Kenapa Video Viral Rok Hijau di Dapur Jadi Trending Topik dan Bikin Geger Netizen
  • Inilah Arti Rizz yang Viral di Media Sosial dan Rahasia Punya Karisma Alami Tanpa Perlu Banyak Gaya
  • Inilah Cara Menghapus Game Steam Sampai Bersih Biar Penyimpanan Lega dan Library Tetap Rapi
  • Inilah Cara Melacak iPhone Hilang Biar Bisa Motret Muka Pencurinya Secara Otomatis
  • Iki Loh Mitos Jam Posting Instagram yang Sering Bikin Bingung
  • Inilah Arti Withdrawn dalam Saham dan Cara Melakukannya Biar Nggak Bingung Pas Trading
  • Inilah Cara Melihat Nilai UTBK SNBT 2026 dan Tutorial Download Sertifikat Resminya
  • Inilah Kenapa Kalian Harus Pilih View TikTok Gratis Tanpa Login Biar Akun Tetap Aman dan Cepat FYP
  • Inilah Bedanya SSD NVMe vs SATA di Laptop Bisnis, Kitorang Kasih Tau Biar Kalian Tra Salah Pilih!
  • Inilah Cara Cek Tier Akun FF Pakai AI yang Lagi Viral, Ternyata Gampang Sekali!
  • Is it Legal? How to Use Fake Website to Generate Leads?
  • Get 4000 Watch Hours with Only One Video Easy Way
  • How Fix SELinux Port Denied Error With Sealert Easy Guide
  • Read SELinux AVC Denial Log Simple Guide for Noob
  • How Check and Fix SELinux Block Things in Fedora Linux
  • How Actually SELinux is Work?
  • How to Install Elementary OS 8 Easy and Make It Good
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme