Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Semangat Indonesia: Resensi, Kabar, dan Nukilan

Posted on May 7, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Bandung Mawardi

Tulisan dinamakan resensi kadang gerombolan kalimat memuji. Pembahasan mengenai buku dan penulis dimaksudkan mengesahkan pujian berdampak orang-orang mau membeli dan membaca buku. Pamrih lumrah tak perlu mengharamkan bila terbantah.

“Indonesia memerlukan sebuah buku yang sangat besar, tapi hal itu tak mungkin ditulis orang,” kalimat pembuka dalam resensi Goenawan Mohamad. Resensi dua halaman dimuat di Tempo, 24 Agustus 1985. Resensi berjudul apik: “Sebuah Pertanyaan dari Pedalaman yang Berubah.”

Pada 19 April 2022, Kromoleo (Buldanul Khuri) di media sosial mengabarkan: “Kangen dengan munculnya buku-buku semacam ini.” Orang-orang pun melihat foto buku berjudul Semangat Indonesia: Suatu Perjalanan Budaya. Buku ditaruh di rak, bergaul dengan beragam buku. Kabar dan pamer buku mendapat perhatian ratusan orang. Kromoleo itu “utusan” di Indonesia untuk mendakwahkan buku. Kabar pun berpahala.

Durjana turut melihat sekian kata dan foto buku. Sekian tahun berlalu, Durjana jarang melihat buku itu saat berbelanja di sekian pasar buku loak. Buku mungkin langka. Buku termiliki orang-orang pilihan, termasuk Kromoleo.

Pada suatu hari, Durjana membeli dan memiliki buku pernah teridamkan gara-gara membaca resensi di Tempo. Ia mulai dari resensi. Penantian agak lama untuk bertemu buku. Dulu, buku dibeli dengan harga terjangkau, tak sampai selembar warna merah. Buku tak mulus. Di sekian halaman, kotor dan bekas jamuran.
Baca juga:  Hadiah Paling Indah untuk Anak
Buku terbaca setelah sekian tahun menikmati novel, cerita pendek, dan esai buatan Umar Kayam. Telat! Durjana telat menemukan dan khatam Semangat Indonesia: Suatu Perjalanan Budaya. Buku berhikmah terbitan Gramedia (1985). Buku ditulis dengan anggaran besar dan penerbitan buku diinginkan istimewa. Buku berhasil di pangkuan Durjana meski kotor dan rusak.

Buku pernah membikin cemburu. Persekutuan teks dan foto. Di tatapan mata, halaman-halaman buku menggoda bagi pembaca sering dalam posisi bersila. Buku agak merepotkan di tangan saat berbaring. Ukuran buku itu besar. Durjana di belakang Goenawan Mohamad dan Kromoleo. Mereka sebagai pembaca duluan. Durjana minder saja.

Di resensi, Goenawan Mohamad mengesahkan buku itu unik. Di ujung resensi, terbaca: “Sebab, Semangat Indonesia sebenarnya adalah sebuah fragmen mawas diri.” Kita mengangguk saja dengan tulisan dinamakan resensi oleh sahabat Umar Kayam.

Durjana telat membaca, tak ada niat membuat resensi. Durjana paham dengan isi buku. Kemauan menulis Indonesia melalui perjalanan pasti membutuhkan duit sekarung dan restu politik. Buku terbit mengikutkan tulisan klise pejabat, Durjana membaca kata pengantar Nugroho Notosusanto, sosok penting dalam lakon Orde Baru. Pengarang dan menteri itu menulis: “Identitas kebudayaan, sama halnya dengan budaya itu sendiri, dinamis sifatnya. Diharapkan ia akan berkembang sejajar dengan masyarakatnya, dan juga tumbuh, berkembang, serta berubah terus-menerus.” Kalimat apik dan bermutu khas Orde Baru.
Baca juga:  Sabilus Salikin (16): Suluk dalam Pandangan Ibnu Taimiyah
Teks ditulis Umar Kayam berbeda rasa dari esai-esai pernah terbaca Durjana. Buku itu utuh. Si penulis sadar harus membuat jalinan-jalinan. Umar Kayam menjelaskan: “Buku ini juga memusatkan perhatiannya kepada rakyat baik sebagai pencipta, pendukung maupun sebagai penyambung lidah kesenian tradisional dalam mengembangkan siasat mereka untuk merangkul perubahan. Untuk mencapai keinginan itu semua, saya telah menjelajah hampir seluruh kepulauan kita dan mengunjungi berbagai kota dan desa mengobrol dengan berbagai lapisan masyarakat, mengamati kesenian serta upacara mereka dan bahkan minta pertunjukan-pertunjukan khusus dimainkan.”

Umar Kayam menjelajah dengan segala hasrat dan lelah. Durjana cuma membaca, malu bila memberi kritik atau sindiran. Durjana tak pernah menjelajah dan gagal membahasakan beragam hal secara memikat.

Durjana menjadi pengikut hasil bacaan orang-orang saja. Ia beruntung bertemu lagi tanggapan atas Umar Kayam dan buku saat membaca majalah Jakarta Jakarta, 17-31 Mei 1985. Di situ, foto hitam-putih berukuran besar di bawah judul tulisan: “Kresna Gugah”. Foto pengarang tenar di Indonesia: Umar Kayam. Delapan halaman digunakan untuk nukilan dari buku mau diterbitkan Gramedia: Juni 1985. Nukilan mendahului terbitan buku. Orang-orang digoda menikmati nukilan, berlanjut menjadi pembeli dan pembaca buku penting. Pada abad XXI, Durjana belum pernah mendapat berita bila buku itu cetak ulang. Begitu.
Baca juga:  “Tafsir Al-Qur’an Suci Basa Jawi” Karya Muhammad Adnan
 

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Inilah Cara Transfer Pulsa Telkomsel Paling Update 2026, Lengkap dengan Biaya dan Syarat Terbarunya!
  • Inilah Xolo.io, Solusi Praktis Buat Kalian yang Pengen Bangun Startup Skala Global Tanpa Harus Pindah ke Luar Negeri
  • Inilah Caranya Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax Supaya Nggak Kena Denda
  • Inilah Alasan Kenapa Software House Lokal Susah Dapat Insentif Pajak R&D dan Isu Amortisasi Pegawai yang Bikin Pusing
  • Inilah Alasan Kenapa Developer Game Indonesia Lagi Curhat Soal Pajak: Kasus Toge Productions
  • Inilah Alasan Ilmiah Kenapa Lampu Lalu Lintas Pakai Warna Merah, Kuning, dan Hijau!
  • Nonton Drama Dapat Duit? Ini Kebenaran Soal FunFlick yang Wajib Kalian Tahu!
  • Ini Cara Isi NPWP dan Rekening di EMIS GTK IMP 2026 Biar Tunjangan Lancar
  • Inilah Trik Farming AFK Roblox Fish It 24 Jam Tanpa Bikin HP Panas!
  • Hobi Nonton Drama Jadi Cuan? Ini Cara Ngebanyakin Diamond FreeReels Tanpa Ribet!
  • Panduan Lengkap Ukuran Banner Canva untuk Desain yang Menarik
  • Apakah ViaPaypal.id Penipuan?
  • Beda BRIVA dan Rekening? Ini Penjelasannya!
  • Pahami Perbedaan Kode SIEX, SIPX, dan SISX dengan Mudah!
  • Arti SPT Sebelumnya Tidak Ada dari BPS yang Perlu Kalian Pahami
  • Kode Error 205 di BCA Mobile: Penyebab dan Solusi Lengkap
  • Solusi Cepat Saat Voucher Axis Tidak Bisa Diproses
  • Qris BCA Error? Ini Solusi yang Bisa Kalian Coba
  • Blokir Nomor WA Tanpa Harus Tambah ke Daftar Hitam, Begini Caranya!
  • Isu SKTP Februari 2026 Sudah Terbit Ternyata Cuma Hoaks? Cek Jadwal Resminya Di Sini
  • Apa itu Mihari Novel? Aplikasi Baca Novel Dibayar
  • Cara Mengatasi NIK Belum Ditemukan di DTKS Saat Daftar KIP Kuliah, Jangan Panik Dulu!
  • Inilah 3 Karakteristik Pembagian Masyarakat Menurut Sibrani yang Bikin Kita Paham Struktur Sosial
  • Inilah Cara Mengatasi Status Bansos Atensi YAPI NTPN Tidak Ditemukan Biar Bantuan Tetap Cair!
  • Cara Mudah Unduh Video DS2Play Tanpa Ribet
  • Apa itu Free Float di Dunia Saham? Ini Artinya
  • Hati-Hati Modus Penipuan Asuransi BCA, Ini Caranya!
  • Inilah Panduan Lengkap Pendaftaran PPDB SMA Unggul Garuda Baru 2026, Simak Syarat dan Alurnya!
  • Alternatif Terbaik Dari OmeTV, Tanpa Takut Kena Banned
  • Tips Nama Petugas TKA SD/SMP Muncul Otomatis di Berita Acara
  • What is Docker Digest Watching? Understanding the New Standard in Docker 8.2
  • What is LibreOffice Online? A Guide to the Community-Driven Cloud Office Suite
  • Lutris 0.5.21 Adds Steam Sniper Runtime & New Emulators: What’s New?
  • Wine 11.3 Released: New Features and Improvements Explained
  • How to Discover Hidden Risks in Arch AUR Packages with Taur, the New Rust Tool
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme