Gus Reza Jelaskan Nasihat Kiai Mahrus Ali tentang Tiga Hal yang Harus Dimiliki Santri

Kediri,  Kiai Haji (KH) Mahrus Aly sering dawuh (berkata) kepada para santrinya mengenai tiga perkara yang harus dimiliki santri. Ketiganya adalah syaikuhun fatah, aqlun rajah, dan kuttubu shahah.

Oleh KH Reza Ahmad Zahid (Gus Reza) ketiga nasihat itu dijelaskan secara mendetail saat Haflah Akhirusanah Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo, Kota Kediri Jawa Timur, Ahad (17/4/2022) malam.

Pertama, syaikhun fatah atau guru yang membuka hati murid. Menurut anggota Katib PBNU ini santri harus memiliki seorang guru yang membuka pola pikirnya, serta guru yang mampu membuka hati dan ruhaniyahnya,

“Alhamdulillah kalian di Pondok Pesantren Al-Mahrusiyàh, di Pondok Pesantren Lirboyo berkumpul dengan para masyayikh (guru), berkumpul dengan para kiai. Insyaallah kalian akan mendapatkan keterbukaan hati dan kalian mendapatkan futuhal arifin,” terang kiai muda lulusan Al-Ahghaf University ini.

Kedua, aqlun rajah atau akal yang cerdas. Gus Reza membeberkan bahwa segala, situasi, kondisi serta aktifvitas dan kesibukan yang dilakukan santri di pondok pesantren lambat laun akan mengasah otak santri, sehingga menjadi generasi yang cerdas dan brilian. “Sehingga saya yakin alumni pondok pesantren, alumni al-Mahrusiyàh pada khususnya, berada di tengah-tengah masyarakat dia pasti bisa mengatasi masalah tanpa menimbulkan masalah. Aamin ya robbal aalamin,” jelas cucu Kiai Mahrus Ali ini.

Ketiga, kuttubu shohah (kitab yang shahih). Santri di pondok pesantren harus memiliki kitab yang shahih yang muktabar atau bisa dipercaya, kitab yang memiliki sanad sampai Rasululullah saw dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Guru-guru kalian jelas, kitab-kitabnya jelas, pondok kalian juga jelas. Kalian insyaallah akan menjadi orang yang jelas, alhamdulillah jelas hidupnya, jelas nasibnya, jelas kedudukannya, jelas martabatnya. Aamin ya rabbal ‘alamin,” tutur Gus Reza.

Di hadapan seluruh tamatan lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah, Gus Reza juga memotivasi santri untuk percaya diri ketika sudah di rumah. “Jangan sampai kalian hilang rasa percaya diri kalian di tengah-tengah masyarakat di tempat baru, di lingkungan baru percaya dirilah kalian dengan apa yang kalian miliki dan apa yang kalian dapatkan dari pondok pesantren,” pungkasnya.

Acara berlangsung di Aula Muktamar Lirboyo ini dihadiri siswa tingkat akhir lembaga pendidikan tersebut mulai dari SD, SMP, MTs, MA, SMK, hingga MQQ tamatan Madrasah Diniyah angkatan 2022.

Kontributor: Ahmad Nahrowi Editor: Kendi Setiawan  

Artikel ini di kliping dari www.nu.or.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.