Kehadiran Asbihu NU Kudus Disambut Baik Masyarakat
KUDUS - Kehadiran Asosiasi Bimbingan Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (Asbihu NU) mendapat respon positif dari kalangan Nahdliyin Kudus. Sejak sosialisasi tahun 2011 hingga kini, jamaah yang mengikuti program pelayanan dan pemberangkatan umroh terus mengalami peningkatan.
Koordinator Asbihu NU Kudus H Muzammil mengatakan Asbihu NU telah mendapat kepercayaan masyarakat terutama Nahdliyin dalam melaksanakan umroh. Tercatat sampai sekarang sudah memberangkatkan jamaah 11 angkatan yang jumlah anggota keseluruhannya sudah mencapai 200 orang.
“Ketika baru pertama kali hanya 7 orang kemudian setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tahun 2013 ini memberangkatkan 3 angkatan dengan jumlah beragam hingga 75 jamaah/angkatan,” terangnya kepada NU Online di sela-sela tasyakuran harlah ke-90 NU di Kudus, Ahad (26/5).
Dijelaskan Asbihu NU merupakan pelayanan bina haji dan umroh untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Dari sisi biaya umroh, kata Muzammil, pendaftarannya lebih murah dibanding biro dan travel haji lainnya.
“Kalau dibanding biro lainnya sangat terjangkau dengan pelayanan yang memuaskan jamaah,” imbuhnya.
Pelayanan yang diperoleh jamaah itu, imbuh Muzammil, adalah pembuatan paspor, pemeriksaan miningitis, manasik dua kali, seragam hingga pendampingan saat berangkat hingga kembali ke rumah.
“Semua itu merupakan servis untuk jamaah sebab kita berusaha terus mempermudah pelayanan,” ujarnya lagi.
Mengenai kiat mengembangkan Asbihu NU di Kudus, Muzammil menyatakan secara kontiyu melakukan sosialisasi pengenalan dengan tekun kepada majelis-majelis ta’lim yang ada di Kudus.
“Termasuk pula menyebarkan selebaran-selebaran kepada jamaah Majelis Ta’lim, alhamdulillah responnya baik sudah banyak yang bergabung dengan Asbihu NU,” tandasnya.
Terkait pembimbing, Asbihu NU Kudus mempunyai 6 tenaga ahli yang siap membimbing jamaah di tanah suci Makkah.
“Kalau sebelumnya pembimbingnya masih dari Asbihu Pusat, namun tahun 2013 ini sudah diserahkan sepenuhnya kepada Asbihu NU daerah,” pungkas Muzammil.
Sumber: NU Online