Kongres XX IPNU dan XIX IPPNU Diundur Menjadi 14-17 Juli 2022

Jakarta, Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menerbitkan surat pemberitahuan Kongres XX IPNU dan XIX IPPNU yang akan digelar di Pesantren Qomarul Huda, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. 

Semula, pelaksanaan kongres dijadwalkan akan terlaksana pada 23-26 Juni 2022. Namun, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui surat bernomor 275/A/III.04.04/2022 memberikan arahan agar Kongres XX IPNU dan XIX IPPNU diundur menjadi 14-17 Juli 2022. 

Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf itu juga akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa khidmah PP IPNU dan IPPNU hingga terlaksananya kongres atau paling lambat pada 31 Juli 2022. 

Terdapat tiga poin yang disampaikan PBNU dalam surat tentang Pelaksanaan Kongres XX IPNU dan XIX IPPNU. Berikut bunyi lengkap surat PBNU yang menjadi jawaban dari surat PP IPNU dan IPPNU perihal Permohonan Arahan dari PBNU terkait pelaksanaan kongres. 
 
Pertama, agar pelaksanaan Kongres XX IPNU dan Kongres XIX IPPNU yang semula dijadwalkan pada tanggal 23-26 Juni 2022 diundur pelaksanaannya menjadi tanggal 14-17 Juli 2022.

Kedua, pelaksanaan Kongres XX IPNU dan XIX IPPNU diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan dan ketentuan lain terkait penanganan pandemi yang ditetapkan pemerintah.

Ketiga, berkaitan dengan berakhirnya masa khidmah PP IPNU dan IPPNU, PBNU akan menerbitkan SK tentang Perpanjangan Masa Khidmah PP IPNU dan IPPNU hingga terlaksananya Kongres XX IPNU dan Kongres XIX IPPNU atau selambat-lambatnya 31 Juli 2022. 

Ketua Panitia Pelaksana Kongres XX IPNU Khairil Anwar Simatupang mengatakan, pihaknya mematuhi terhadap arahan dan perintah dari Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Hal ini menjadi bagian dari ketaatan kepada pimpinan tertinggi organisasi NU. Diundurnya pelaksanaan kongres ini tidak akan berdampak terhadap persiapan yang telah disusun panitia. 

“Justru dengan adanya pengunduran ini, hal-hal kecil yang tidak terpikirkan oleh kita bisa jadi terlihat kekurangan dari apa yang telah kita siapkan,” ungkap Simatupang kepada , Jumat (15/4/2022) malam.

Selanjutnya panitia akan melakukan komunikasi dan koordinasi terkait pengunduran kongres ini kepada pengurus IPNU di cabang dan wilayah, serta para narasumber yang telah diundang untuk hadir di dalam kongres mendatang. 

“Yang jadi tugas wajib kita dari kepanitiaan ini bagaimana mengkomunikasikan kembali kepada pihak-pihak terkait, baik dari narasumber yang menyatakan bersedia hadir maupun pimpinan cabang-cabang atau wilayah sebagai peserta penuh dalam pelaksanaan kongres kali ini,” ujar Simatupang. 

Pewarta: Aru Lego Triono Editor: Kendi Setiawan

Artikel ini di kliping dari www.nu.or.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.