Pelaku Pengeroyokan Imam Masjid Tembalang Jadi Tersangka

Pelaku pengeroyokan terhadap Ahmad Chumaidi, imam Masjid Nurul Hikmah Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Semarang.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Willer Napitupulu menyatakan, Supriyono dan Koko, bapak dan anak warga Karanggawang Baru RT 7 RW 6 Keluarahan Tandang yang melakukan pengeroyokan terhadap Ahmad Chumaidi telah resmi jadi tersangka pelanggaran pasal 170 KUHP yang ancaman hukumnya maksimal 5 tahun enam bulan.

“Kedua pelaku sudah jadi tersangka,” terangnya.

Selanjutnya polisi akan memproses perkara tersebut untuk diajukan ke Kejaksaan Negeri Semarang lalu ke Pengadilan Negeri Semarang.

MUI Tembalang Gelar Musyawarah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tembalang Rabu (22/2) malam menggelar musyawarah di rumah ketua MUI Tembalang KH Moch Najib di kompleks Pondok Pesantren As-Sajad Kelurahan Sendangguwo Tembalang.

Pertemuan dihadiri para pengurus takmir masjid Nurul Hikmah, anggota kelompk jaulah (bukan daulah seperti ditulis kemarin-red). Dihadiri pula beberapa kiai pengurus MUI Tembalang.

Di forum tersebut Kiai Najib menasehati para takmir dan anggota jaulah agar tetap menjaga kerukunan dan kedamaian. Jamaah sholat tetap diminta berjalan sebagaimana mestinya dan masjid Nurul Hikmah harus tetap nyaman untuk ibadah.

Adanya anggota jaulah yang ditangkap polisi, menurut Kiai Najib, diserahkan saja urusannya kepada penegak hukum. Sebab yang diproses adalah tindakan pelaku pengeroyokan secara pribadi.

“Hadirin saya minta saling memaafkan. Menjaga kerukunan dan kedamaian. Persaudaan muslim harus kita utamakan. Soal urusan hukum biar ditangani polisi,” tuturnya.

Dia mengaku sedih mengetahui peristiwa itu. Karena itulah Kiai Najib meminta semua pihak agar menata hati dan meningkatkan ketakwaan. Akhlak mulia menurutnya, harus terus dijaga.

“Kita semua tentu sangat menyayangkan hal itu terjadi. Marilah menata hati dan menjaga akhlak mulia. Mari tingkatkan ketaqwaan,” tutur kiai yang suka seni dan pesantrennya khusus melayani orang-orang bermasalah kejiwaan ini.

Sedianya Takmir Masjid Nurul Hikmah akan mengadakan rapat di masjid pada malam itu. Namun tidak jadi, beganti dengan musyawarah di rumah Ketua MUI tersebut karena di masjid terjadi ketegangan.

Banyak polisi berseragam maupun tidak berjaga di masjid tersebut usai terjadi penangkapan tersangka pengeroyokan. Sejak siang polisi sudah berkerumun di masjid tersebut hingga usai sholat isyar. Mereka mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diinginkan terjadi.

Anggota Babinsa Koramil Tembalang C Tomi, Lurah Tandang Suparno, pejabat Kantor Kementrian Agama Kota Semarang Syarif Hidayatullah dan berbagai elemen pemerintah maupun masyarakat juga hadir di masjid tersebut. Sebagian ikut sholat berjamaah yang dipimpin Ahmad Chumaidi.

Minta Maaf

Pihak kelompok jaulah telah meminta maaf secara jamaah maupun memintakan maaf untuk anggotanya yang melakukan pengeroyokan tersebut. Saiang tadi mereka dipimpin Yahya mendatangi rumah Ahmad Chumaidi untuk menyampaikan maksud itu.

“Kami mohon maaf atas perlakuan anggota kami. Kami semua juga mohon dimaafkan kepada Bapak,” tutur Yahya mewakili jamaahnya.

Chumaidi pun memberi maaf dan menyalami erat para tamunya itu. “Ya, saya memaafkan. Dari dulu saya sudah memaafkan. Buktinya saya diam saja usai dipukuli,” tuturnya lirih.

Ketika Harsem mewawancarai dia di rumahnya sore tadi, Chumaidi mengaku diajak berdamai dengan mencabut laporannya ke kepolisian. Baik oleh anggota jaulah maupun aparat polisi Babinkamtibmas Keluarahan Tandang yang menyarankan mediasi.

Namun dia menyatakan tidak bisa mencabut laporan itu, sebab menurutnya perkara sudah berjalan dan dia sudah pasrah kepada Polrestabes Semarang.

“Saya sudah lapor polisi dan perkara sudah jalan. Saya tidak bisa mencabut laporan itu,” katanya.

Soal mediasi yang diupayakan oleh polisi ini dibenarkan Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Willer Napitupulu.

“Ya, benar. sedang diupayakan mediasi,” jelasnya melalui pesan singkat seluler.

Banyak Dukungan

Sementara itu, dukungan kepada Ahmad Chumaidi datang dari berbagai pihak. Para ulama dan kyai ramai-ramai memberi support moral kepada imam masjid ini.

Para imam masjid dan pengasuh pesantren menyatakan mendoakan dan memberi dukungan kepada Ahmad Chumaidi agar tetap tegar memimpin masjid dan membina kaum muslimin di Kelurahan Tandang.

Ada yang datang langsung ke rumah Chumaidi, ada yang menelepon dia, ada yang mengutus santri dan ada yang menitipkan pesan dukungan melalui Ketua MUI Tembalang.

“Para kiai, imam masjid dan kalangan santri banyak yang memberi tahu saya bahwa mereka mendoakan dan memberi medukungan moral kepada Kiai Ahmad Chumaidi agar tetap tegar memimpin masjid dan membina umat di Kelurahan Tandang,” ungkap Kiai Najib yang juga menerima tamu kiai dari berbagai daerah.

Dukungan ternyata tak hanya dari Semarang, melainkan juga dari luar daerah. Diantaranya yang hari ini datang ke rumah Ahmad Chumaidi adalah KH Muhadi Mualim asal Boyolali.

Wakil Rois Jam’iyyah Ahli Thoriqoh al-Mu’tabaroh al-Nahdiyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Tengah ini datang langsung ke rumah ketua MUI Tembalang lalu silaturahim ke rumah Ahmad Chumaidi untuk menyampaikan dukungan moral.

“Saya mewakili jamaah ahli thoriqoh Boyolali dan rois JATMAN Jawa Tengah mendukung Kiai Chumaidi agar sabar dan tetap tegar memimpin umat di masjid Nurul Hikmah,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Bahrurrohmah Al-Hidayah Candi Gatak, Cepogo, Boyolali ini.

Sang tuan rumah berterima kasih atas dukungan tersebut. Chumaidi mengaku sangat besar hati mendapat dukungan moral dari banyak ulama di Jawa Tengah.

“Terima kasih, Kiai. Saya sangat besar hari mendapat dukungan panjenengan dan banyak kiai di Jawa Tengah,” tutur Chumaidi seraya mencium tangan A’wan Syuriyah PCNU Boyolali tersebut.

Sumber: Warkop Mbah Lalar