Tips agar Nilai Lokal Dapat Menembus Jurnal Bereputasi Internasional

Bogor, Untuk menjadikan sebuah tulisan jurnal sesuai dengan standar nasional, para peneliti di Indonesia dapat saja menuliskan hasil penelitian mereka yang bermuatan nilai-nilai lokal. Namun penelitian tersebut tidak sekadar menyajikan kelokalan. Perlu disajikan bagaimana persoalan serupa di negara lain.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), M Alie Humaedi mengatakan hal itu saat mengisi materi Lokakarya Pembangunan Jurnal Berstandar Internasional Rabu,  (13/4/2022) sore di The Sahira Hotel Bogor, Jawa Barat.  

Alie mencontohkan di Jawa Timur misalnya, kiai memiliki nilai lebih yang didasarkan pada kelebihan ilmu pengetahuan agama sehingga berpengaruh ke transaksi sosial ekonomi di masyarakat. “Bandingkan dalam konteks misalnya di Malaysia, bagaimana posisi kiai. Itu yakin akan diterima di jurnal internasional,” ujarnya pada kegiatan yang diadakan oleh Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ).
 
Menurut Alie, beberapa peneliti dan penulis Indonesia yang berkarya di jurnal internasional melakukan hal itu. “Tidak pernah hanya bicara yang lokal saja, mereka berusaha menaikkan ke atas dan seterusnya,” ungkapnya.
 
Selain itu, penulis juga harus memiliki keandalan dalam menganalisa data dan menautkannya pada aspek-aspek global serta lintas negara dan lintas keilmuan. “Ini yang selama ini dibahas di pertemuan yang membahas jurnal internasional. Jadi upayakan datanya itu dalam konteks global lintas negara dan lintas keilmuan. Dengan cara itu dunia internasional bisa memposisikan diri ‘Oh sama ya’. Ada refleksi seperti itu,” bebernya.

Selanjutnya penerapan pola sistematis dalam mengemukakan data dan analisisnya dalam pembahasan materi. “Strukturnya jelas, tidak satu arahnya ke mana kaitannya ke mana dan sebagainya,” terang dia.
 
Lokakarya Pembangunan Jurnal Berstandar Internasional diselenggarakan 12-15 April 2022. Kepala BLAJ, H Susari mengatakan kegiatan tersebut merupakan mata rantai dari kegiatan yang sebelumnya diadakan.
 
“Ini adalah tahapa ketiga. Peserta akan menyusun sebuah hal yang sangat penting dalam menyusun jurnal berstandar internasional, merumuskan langkah strategis untuk membangun jurnal berstandar internasional. Menyusun panduan yang bisa menjadi acuan, rujukan, referensi bersama baik di lingkungan Balai Litbang Agama Jakarta, Balai-balai Litbang yang lain, Badan Litbang Kemenag, maupun lainnya dalam bagaimana membangun jurnal,” kata Susari.

  Para pemateri dalam kegiatan tersebut adalah peneliti BIN, maupun pengelola jurnal dari berbagai universitas. Tidak hanya teori, peserta juga disajikan best practice pengelolaan jurnal yang telah bereputasi internasional.

Pewarta: Kendi Setiawan Editor: Musthofa Asrori

Artikel ini di kliping dari www.nu.or.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.