Ulama Banjar (181): Prof. Dr. H. A. Hafiz Anshari AZ, MA

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Redaksi

Prof. Dr. H. A. Hafiz Anshari AZ, MA, juriatnya berasal dari Barabai, Ayahnya bernama H. A. Zamzam, sedangkan ibunya bernama Hj. Aserah, sama-sama dilahirkan di Desa Bandang Kahakan Kecamatan Batu Benawa, hulu Sungai Tengah. Kedua orangtuannya telah wafat

Guru Besar Sejarah peradaban Islam di UIN Antasari Banjarmasin ini, memulai pendidikannya di Sekolah Dasar 6 tahun di Banjarmasin dan tamat tahun 1968. Setelah itu melanjutkan ke Madrasah Mualimin Ponpes Darussalam Martapura, berhasil tahun 1975. Kemudian ia melanjutkan ke Fakultas Syariah IAIN Antasari Banjarmasin, lulus sarjana tahun 1979 dan lulus sarjana lengkap (jurusan Qadla) pada tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian tepatnya 1992, ia berhasil menyelesaikan program pascasarjana S2 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan pada tahun 2000, ia pun berhasil meraih S. 3 (Doktor) dalam bidang Pengkajian Islam (Sejarah Peradaban Islam).

Sejak masih muda Hafiz Anshari kelahiran 14 Agustus 1956 itu sudah meraih berbagai penghargaan diantaranya Siswa Teladan Madrasah Muallimin Ponpes Darussalam Martapura (1975), Mahasiswa terbaik Tingkat Kandidat Fakultas Syariah IAIN Antasari (1977), Mahasiswa Teladan Fakultas Syariah IAIN Antasari (1977), Mahasiswa Teladan pertama IAIN Antasari (1977), Peserta terbaik II Penataran Juru Penerang umat Beragama di Jakarta (1980), dan menerima tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya XX Tahun dari Presiden Republik Indonesia.

Semula suami dari Dra. Hj. Noorwahidah, S. Ag. ini bekerja sebagai staf pendidikan dan pengajaran Fakultas Syariah IAIN Antasari Banjarmasin (1982-1983) dan berlanjut menjadi Asisten Rektor IAIN Antasari Banjarmasin (1983-1984). Setelah itu diangkat sebagai coordinator Bidag Dakwah Lembaga. Pengabdian Masyarakat IAIN Antasari (1983-1989). Dalam waktu yang hampir bersamaan pria bertubuh gempal ini diangkat menjadi Kepala Bagian Humas dan Protokol IAIN Antasari (1984-1989) yang statusnya kemudian ditingkatkan dari Sub Bagian menjadi Bagian. Pengabdian selama lima tahun berikutnya adealah sebagai Ketua Kelompok Akademik Lembaga Pengabdian Masyarakat IAIN Antasari (1994-1997) dan Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (1997-1999) pada IAIN Antasari Banjarmasin. Pengabdian lima tahun yang lain ia dapatkan ketika dipercaya menjadi Ketua Pusat Pengkajian Islam Kalimantan (PPIK) IAIN Antasari (2000-2005) dan sejak tahun 2001 menjadi staf Pengajar Program Pascasarjana IAIN Antasari.
Baca juga:  Kiai Hasan Abdillah: Sanad Keilmuan, hingga Pelopor Haul Syaikhona Kholil di Blambangan
Pengalaman kerja di luar lembaga pendidikan tinggi tersebut justru ia peroleh ketika padanya dipercaya menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalimantan Selatan (2003-2005). Jabatan tersebut kemudian dilepaskannya karena ikut Pilkada sebagai calon Wakil Gubernur Kalimantan Selatan mendampingi Gusti Iskandar Sukma Alamsyah yang dicalonkan oleh Golongan Karya. Tetapi pada tahun 2007, ia dipercaya menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Periode 2007-2012 sehingga ia layak disebut sebagai tokoh nasional.

Sejak aktif menjadi mahasiswa, Hafiz sudah terbiasa mengikuti berbagai kegiatan pelatihan diantaranya Pendidikan Pers Mahasiswa Tahap I oleh IPMI Cabang Banjarmasin (1978), Penataran Pemuda tingkat Nasional Angkatan III di Jakarta oleh Kantor Menmud. Urusan Pemuda (1980), Penataran P4 tipe A bagi Juru Penerang Umat Beragama Tingkat Pusat di Jakarta oleh Depag RI (1980), Penataran Mahasiswa PTAI/IAIN untuk Pers : Seni Karya Tulis Keagamaan se Kalimantan dan Sulawesi di Banjarmasin oleh Depag RI (1981), Latihan Kepemimpinan Kewiraswastaan di Banjarmasin oleh Ditjen. Bina Guna Nakertran (1981), Penataran Tim Pembimbing Haji Indonesia di Surabaya oleh Depag. RI (1982), Latihan Penelitian di Banjarmasin oleh IAIN ANtasari (1983), Kursus Dasar Analisis dampak Lingkungan di Banrmasin oleh Pemprov. Kalsel (1984), Latihan Penelitian di Banjarmasin oleh Lembaga Risetdan Survai di IAIN Antasari (1986), Penataran Pengawasan Melekat di Banjarmasin oleh Pemrov. Kalsel (1988), Penataran P4 bagi calon Penatar TOT Angkatan III di Banjarmasin (1996), dan TOT sosialisasi Undang-Undang Bidang Politik di Jakarta oleh Ditjen. Kesatuan Bangsa Depdagri (2003).

Beberapa aktivitas lain di luar kedinasan yang dilakukan Hafiz adalah sebagai Pengasuh Umum Ponpes Al-Istiqamah Banjarmasin (1986-2001), Pengasuh/Ketua Pengurus Yayasan Ponpes Al Istiqamah Banjarmasin (2001-sekarang), Staf Pengajar STAI Ponpes Darussalam Martapura (1988-sekarang), Staf pengajar STAI Al-Jami Banjarmasin (2001-2003), Wakil Ketua Dewan Kurator STAI Darussalam Martapura (1993-sekarang), Direktur Pembinaan Hubungan dengan Instansi Terkait Lembaga Bimbingan Haji dan Umroh (LBIHU) Yayasan Pendidikan Sosial dan dakwah “Tiga Bersaudara” Jakarta (2000-2005), Anggota Tim Komisi Penelitian dan Pengembangan Daerah – Balitbangda Kalimantan Selatan (2002-2003), Anggota Jaringan Bidang Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan (2002-2003), dan Wakil Ketua Badan Pembina Yayasan UNISKA Muhammad Arsyad Al Banjary Banjarmasin. (2002-sekarang).
Baca juga:  Filsuf Suhrawardi dan Teori Iluminasi
Dalam kurun waktu selama lebih kurang 9 tahun sedikitnya ada 24 kegiatan seminar yang pernah ia ikuti, baik sebagai peserta, penanggung jawab, panitia, narasumber, ataupun pemakalah. Sedangkan antara tahun 2002-2005 sedikitnya ada 7 kegiatan orasi ilmiah yang dilakukan Hafiz Anshari di Kalimantan Selatan. Karya ilmiahnya antara lain Hak dan Kewajiban Muslim Terhadap Saudaranya penerbit Al-Ikhlas Surabaya (1980), Rangsangan dan Ancaman (terjemahan dari kitab at-Targhib wa at-Tarhib) penerbit Al-Ikhlas Surabaya (1981), Metode-metode Penafsiran Al-Qura’an, didalam buku “Ilmu-ilmu Al-Qur’an” Penerbit LBIQ DKI Jakarta (1993), Ihdad Wanita Karir didalam buku kedua “Problematika Hukum Islam Kontemporer” Pustaka Firdaus Jakarta (1994), Duapuluh entri di dalam buku Ensiklopedi Islam Ikhtiar baru Van Houve Jakarta (1993), lima entri di dalam buku Ensiklopedi Al Quran, yayasan Bimantara Jakarta (2000), beberapa tulisan di dalam majalah Ilmiah Keagamaan & Kemasyarakatan Khasanah IAIN Antasari Banjarmasin, Seratus sembilan artikel pada SKH. Banjarmasin Post banjarmasin (1997-1999), Seratus sembilan artikel pada Tabloid Serambi Ummah Banjarmasin (Oktober 1999-Juli 2003), Pernah menulis dan dimuat di Majalah Panji Masyarakat, Wahyu, SKH. Pelita, dan Media Indonesia Jakarta, Anggota Tim Penulis Buku seperempat Abad IAIN Antasari Banjarmasin (1989), Anggota Tim Penulis Tigapuluh Dua tahun IAIN Antasari Banjarmasin (1998), dan Usaha Penerapan Hukum Syiah di Masa Pemerintahan Dinasti Fatimiyah (297-567 H / 909-1771 M), di dalam Majalah Syariah Jurnal Hukum dan Pemikiran, No. 2 tahun 6, Juli-Desember 2006, diterbitkan Fakultas Syariah IAIN Antasari.

Hafizyang tekun dalam mengerjakan sesuatu, masih punya waktu menjadi Editor/penyunting buku antara lain Ilmu Tauhid karya Drs. H. MYusran Asmuni, penerbit PT. Raja Grafindo Persada (Rajawali Press) Jakarta 1993, Al Quran danAl Hadits (Dirasah Islamiah 1), karya Drs. Abuddin Nata, MA. (kini Dr. Abuddin Nata, MA) penerbit PT. Raja Grafindo Persada (Rajawali Press) Jakarta 1993 (beberapa kali cetak ulang), Sejarah Peradaban Islam, Karya Drs. Baderi Yatim, MA. (kini Dr. Baderi Yatim, MA) penerbit PT. Raja Grafindo Persada (Rajawali Press) Jakarta 1993 (beberapa kali cetak ulang). Bersama dengan Prof. Dr. H. Chuzaimah T. Yanggo, MA, menjadi editor untuk buku-buku (1) Problematika Hukum Islam Kontemporer (Buku pertama), penerbit Pustaka Firdaus Jakarta 1994 (beberapa kali cetak ulang), (2) Problematika Hukum Islam Kontemporer (Buku kedua), penerbit Pustaka Firdaus Jakarta 1994 (beberapa kali cetak ulang), (3) Problematika Hukum Islam Kontemporer (Buku ketiga), penerbit Pustaka Firdaus Jakarta 1995 (beberapa kali cetak ulang), (4) Problematika Hukum Islam Kontemporer (Buku keempat), penerbit Pustaka Firdaus Jakarta 1995 (beberapa kali cetak ulang).
Baca juga:  Wawancara Khusus Prof. Azyumardi Azra dengan Prof. Nurcholis Madjid 37 Silam: Tentang Demokrasi, Asas Tunggal, Pembaharuan dan Sekulerisasi (2)
Pria yang kini aktif berdakwah itu pernah pula aktif dalam berbagai organisasi antara lain sebagai Pengurus KNPI Kalimantan Selatan Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Kalimantan Selatan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Selatan.

Tokoh yang memiliki prinsip hidup khairunnas anfa’uhum linnas ini pernah beberapa kali mendapat penugasan ke luar negeri, antara lain sebagai Tim Pembimbing Haji Indonesia (1982, 1998), sebagai Pembimbing Jamaah haji Khusus PT. Salfany Safanusa (Salfany Tour) Banjarmasin (2003) serta sebagai Pembimbing Jamaah Umroh (2004, 2005, dan 2006) dari PT. Kaltrabu Indah dan PT. Salfany Safanusa (Salfany Tour). Selain itu, ia melakukan lawatan ke Saudi Arabia dan Mesir dalam rangka penyusunan disertasi dan menunaikan ibadah haji bersama isteri (1994).

Dari perkawinannya dengan muslimah kelahiran Telaga Silaba Amuntai itu, Hafiz yang sekarang menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam Darussalam Martapura ini dikaruniai 2 orang anak laki-laki yakni Wahdi Hafizy dan Muhammad Ali Mubarak.

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.